Berbagai Hasil Survei Perang AS-Iran
![]() |
| kehancuran trump? |
Kecepatan perubahan opini publik itu menjadi pukulan tersendiri bagi Trump. Pada perang Afghanistan, mayoritas warga AS baru menganggap konflik tidak layak diperjuangkan setelah hampir delapan tahun, sedangkan perang Irak membutuhkan waktu sekitar satu tahun hingga mayoritas publik berbalik arah. Bahkan diperlukan hampir empat tahun hingga dua pertiga warga Amerika menilai perang Irak tidak layak diteruskan.
Sentimen negatif juga tercermin dalam survei Washington Post-ABC News pada akhir April. Hanya dalam waktu kurang dari dua bulan sejak perang dimulai, 61% warga Amerika menyebut perang Iran sebagai sebuah kesalahan. Sebagai perbandingan, perang Irak baru dianggap sebagai kesalahan oleh mayoritas publik hampir empat tahun setelah invasi dimulai, sementara perang Vietnam membutuhkan lebih dari enam tahun untuk mencapai tingkat penolakan serupa.
Upaya Trump menggambarkan perang Iran sebagai simbol kekuatan Amerika juga tidak mendapat dukungan publik. Survei Universitas Quinnipiac menemukan 45% pemilih terdaftar menilai perang tersebut justru membuat posisi AS semakin lemah di dunia, sedangkan hanya 33% yang mengatakan Amerika menjadi lebih kuat.
Penolakan terhadap perang Iran bahkan sudah terlihat sejak hari-hari pertama konflik. Analisis New York Times menunjukkan hanya 41% responden dalam survei CNN yang mendukung serangan terhadap Iran. Angka itu menjadi tingkat dukungan awal terendah yang pernah tercatat bagi dimulainya operasi militer internasional AS.
Temuan Gallup memperkuat gambaran tersebut. Dari lebih dari selusin aksi militer AS yang pernah disurvei, hampir seluruhnya memperoleh dukungan awal di atas 50%. Sebelum perang Iran, hanya operasi militer di Libya pada 2011 yang gagal menembus angka tersebut dengan dukungan 47%. Namun, dukungan terhadap perang Iran anjlok lebih cepat hingga tinggal 34% hanya dalam tiga bulan setelah konflik dimulai.
Jajak pendapat dari Reuters dan perusahaan riset Ipsos diadakan dari Jumat (10/07/2026) hingga Minggu (12/07/2026). Jajak pendapat ini melibatkan lebih dari 1.000 orang di seluruh negeri yang berusia 18 tahun ke atas. Opini terbaru warga Amerika Serikat (AS) menunjukkan bahwa 79 persen responden memperkirakan keterlibatan militer AS di Iran akan berlanjut untuk jangka waktu yang lama. Angka ini meningkat dari 65 persen pada akhir Maret.
sumber berita:cnbc-indonesia, nhk






