Dunia Lesu, Ekonomi Indonesia Malah Masuk 'Zona Aman' 2026
![]() |
| lembaga ekonomi dunia |
Bank Dunia (World Bank): Memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh (melambat menjadi) 5,0% akibat tekanan eksternal yang menghambat investasi, meski konsumsi rumah tangga tetap kuat.
Dana Moneter Internasional (IMF) mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 5% hingga akhir 2026. Hal itu disampaikan World Economic Outlook (WEO) Update: Global Economy in Crosscurrents of War and Technology edisi Juli 2026.
OECD merevisi ke bawah pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk 2026 dan 2027 di tengah meningkatnya risiko global utamanya di Timur Tengah. Produk Domestik Bruto (PDB) riil Indonesia diproyeksikan tumbuh 4,7% pada 2026, sebelum meningkat menjadi 5,0% pada 2027.
S&P Global Ratings memprediksi produk domestic bruto (PDB) RI pada 2026 hanya tumbuh 5,1% dan kinerja ekonomi dapat melambat pada kuartal-kuartal berikutnya karena ketidakpastian global. Meskipun angka 5,1% berada di bawah target optimis pemerintah yang sebesar 5,4%, S&P menilai pertumbuhan ini jauh lebih kuat dibanding rata-rata performa negara-negara maju dan berkembang lainnya (dengan tingkat pendapatan serupa)
Terasa adanya konsensus yang kuat di antara lembaga keuangan dunia bahwa ekonomi Indonesia sangat tangguh (resilien), inflasi terkendali, dan akan tetap tumbuh positif di kisaran 4,7% hingga 5,1% (tetap tumbuh di tahun depan) di tengah bayang-bayang perlambatan ekonomi global.
Tiga lembaga ekonomi dunia: Bank Dunia, IMF, dan OECD sama-sama memperkirakan ekonomi Indonesia tetap tumbuh tahun depan. Meskipun masing-masing memiliki proyeksi yang berbeda, semuanya menunjukkan arah yang sama: ekonomi Indonesia tetap berada di jalur pertumbuhan. Serta, jauh melampaui rata-rata pertumbuhan global yang dipangkas ke kisaran 3,0%
sumber bacaan: bloombergtechnoz, idxchannel






