14 July 2026

Optimis Rupiah Dari S&P Global Ratings


 

OpT
kurs rupiah optimis

Lembaga pemeringkat global, S&P Global Ratings, memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bisa kembali ke level Rp 17.700/US$. Lembaga peringkat tersebut memproyeksikan nilai tukar rupiah akan menguat terus pada tahun berikutnya. Dalam laporannya berjudul Indonesia Ratings Affirmed At 'BBB/A-2'; Outlook Stable, lembaga tersebut memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada level Rp 17.700/US$ pada 2026. Kemudian, pada tahun selanjutnya, S&P Global Ratings memproyeksikan rupiah pada level Rp 17.500/US$. S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek. Prospek (outlook) Indonesia juga tetap berada pada level stabil.

Sementara berdasarkan data Bloomberg hingga penutupan perdagangan hari ini, Senin (13/7), rupiah ditutup melemah 0,24% di level Rp 18.109/US$.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin (13/7/2026) dengan keberhasilan menguat di zona optimistis dengan melesat 1,92% di posisi 6.037 setelah laporan S&P Global Ratings yang tetap mempertahankan sovereign credit rating Indonesia di level BBB dengan outlook stabil. Dengan pencapaian positif ini, IHSG mencatat kenaikan tertinggi nomor satu di Bursa Asia, berdasarkan data Bloomberg, Senin (13/7/2026). IHSG pun berhasil ditutup di level tertinggi 6.037. Adapun level terendah sempat tersentuh sesaat pada level 5.898 yang terjadi pada perdagangan intraday pagi hari tadi.

sumber bacaan: detikbloombergtechnoz

13 July 2026

Plt Jampidsus


 

baR
mensesneg prasetyo hadi

Menindaklanjuti telah diterimanya pengunduran diri Febrie Adriansyah dari jabatan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Jaksa Agung Republik Indonesia ST Burhanuddin telah menunjuk Rudi Margono, yang saat ini menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Pengawasan, untuk melaksanakan tugas sebagai Pelaksana Tugas Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus. Penunjukan itu guna mempermudah proses pemeriksaan internal maupun hukum terhadap Febrie Adriansyah.

Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna:
Ya, nanti beriringan. Kebetulan kan PLH (Plt) dari Pelaksana Tugas Jampidsus juga merangkap Jamwas. Itulah dibentuknya kenapa salah satu pertimbangkan supaya lebih memudahkan. Yang jelas yang bersangkutan masih ada di Indonesia, tidak ke luar negeri, dan kooperatif, dan dalam pantauan penyidik. Itu saja

Febrie Adriansyah mengundurkan diri dari Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) seiring terseretnya yang bersangkutan dalam kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pengunduran diri Febrie Adriansyah dari Jampidsus tidak menggunakan keputusan presiden (keppres).

Mensesneg, Prasetyo Hadi:
Berkenaan dengan pertanyaan Keppres pengunduran diri atas nama Febrie Adriansyah dari jabatan sebagai Jampidsus, kalau pengunduran diri tentu tidak menggunakan keppres karena pengunduran diri bersifat pribadi dari yang bersangkutan yang menyatakan mundur dari kapasitas jabatan yang diemban. Jadi tidak menggunakan keppres


sumber berita: kejaksaandetik-jamwasdetik-mensesneg

Topan Bavi Porak-Porandakan Cina: Kisah Nyata Jutaan Orang Patuh Mengungsi


 

chi
topan bavi

Di saat bersiap istirahat malam, namun tiba-tiba sirine kota meraung keras. Di luar jendela, langit hitam pekat dan angin menderu mengerikan dengan kecepatan 144 km/jam. Itulah yang dialami jutaan warga di pesisir China Timur pada Sabtu malam lalu, 11 Juli 2026. Topan Bavi datang mengamuk, membawa ombak raksasa yang siap menelan apa saja.

Dalam sekejap, kota nelayan yang biasanya hidup berubah porak-poranda. Kaca-kaca toko pecah berhamburan, atap besi terbang, dan lebih dari 1.300 pohon tumbang tercabut sampai ke akarnya. Di pinggiran Sungai Nanxi, air naik begitu cepat, menenggelamkan mobil dan lantai satu rumah warga. Bahkan di kota besar sekelas Shanghai, ratusan penerbangan dan kereta cepat terpaksa dibatalkan. Kota mendadak mati suri.

Di balik semua kerusakan fisik tersebut, ada satu pemandangan yang luar biasa: kepatuhan warga. Begitu perintah evakuasi keluar, hampir 2 juta orang—mulai dari lansia hingga anak-anak—kompak mengemas barang seadanya. Tidak ada ego untuk bertahan di rumah demi menjaga harta. Mereka tahu, nyawa adalah yang utama. Bayangkan kesibukan malam itu, 1,72 juta warga Zhejiang bergerak bersama dalam kepungan hujan deras menuju tempat aman.

Ketegangan dan rasa takut jutaan pengungsi itu akhirnya mencair begitu mereka tiba di posko darurat. Pemerintah setempat bergerak super cepat. Gedung-gedung konvensi yang megah disulap menjadi rumah sementara yang hangat. Alih-alih telantar, para pengungsi langsung disambut dengan makanan hangat, air bersih, dan pemeriksaan kesehatan gratis. Petugas bahkan menyiapkan hiburan ringan agar anak-anak tidak trauma mendengar suara badai di luar.

Memasuki Senin pagi, 13 Juli 2026, amukan Topan Bavi mulai melandai seiring melemahnya badai [Kompas.id]. Kota-kota pesisir mulai bergeliat kembali. Tim penyelamat sibuk membersihkan puing-puing pohon di jalanan, dan warga mulai pulang untuk membersihkan sisa lumpur. Meski badai kini bergeser ke area pedalaman dan memicu risiko longsor baru, China telah memberi kita satu pelajaran berharga tentang mitigasi bencana: kunci selamat dari bencana adalah kecepatan pemerintah menyiapkan posko layak, dan kerelaan warga untuk segera mengungsi.

sumber bacaan: video-metrotvdetikreuters

12 July 2026

Drama Semifinal Piala Dunia 2026: Ego vs Skandal VAR


 

sEM
Jude Bellingham

Piala Dunia 2026 menyajikan drama tingkat tinggi menuju semifinal melalui laga melelahkan bagi kedua tim. Di kubu Inggris, ruang ganti membara akibat perselisihan Thomas Tuchel dan Jude Bellingham usai menang tipis 2-1 atas Norwegia. Tuchel mengkritik permainan tim sebagai hal yang "ceroboh dan beruntung". Kritik ini diperkuat fakta lapangan: Inggris mencatat xG (Expected Goals) babak kedua yang sangat minim, yaitu hanya 0,09, yang menggambarkan tumpulnya kreativitas taktik mereka.

Bellingham, sang pahlawan yang mencetak brace dengan total akumulasi kualitas tembakan tepat sasaran (xGOT) mencapai 0,16, membalas tajam, "Yeah well, whatever," sambil menyindir sang pelatih tidak merasakan kerasnya laga di lapangan. Di tengah badai ego tersebut, kapten Harry Kane tampil sebagai penengah. Kane membela Tuchel dengan menyatakan bahwa kritik tersebut ditujukan agar tim meningkatkan agresivitas saat status bola sedang "in contest" (perebutan bola bebas tanpa penguasaan kedua tim), yang menyita porsi signifikan dari waktu bersih permainan akibat dominasi fisik Norwegia.

Sementara itu, calon lawan Inggris, Argentina, melaju ke semifinal setelah melewati duel penuh skandal melawan Swiss yang berakhir 3-1 melalui babak extra-time. Laga tersebut pecah saat penyerang Swiss, Breel Embolo, menerima kartu merah kontroversial pada menit ke-72 akibat simulasi (diving) berdasarkan aturan baru VAR. Sebelum insiden itu, Swiss tampil sangat menyulitkan dengan membatasi Argentina hingga hanya menghasilkan total 2,00 xG, sementara Swiss membalas dengan 0,53 xG sepanjang 120 menit pertandingan.

Pelatih Swiss, Murat Yakin, mengamuk pascalaga dan mengecam intervensi teknologi yang dinilai kejam merusak keadilan sepak bola. Unggul jumlah pemain membuat Argentina mendominasi 59% penguasaan bola secara total. Striker Argentina, Julián Álvarez, yang mencetak gol indah penentu di babak tambahan, memuji kegigihan 10 pemain Swiss. Akibat spartan-nya tekanan Swiss, tercatat 28% dari total waktu bersih permainan dihabiskan dalam status "in contest" (perebutan bola) sebelum Argentina benar-benar bisa mengendalikan tempo. "Kami harus menderita," aku Álvarez, sebelum fokus beralih ke laga semifinal klasik melawan Inggris.

sumber bacaan: yahoothe-guardiandetikkompas

Drama Semifinal Piala Dunia 2026: Spanyol Pincang, Inggris Sekarat, Argentina dan Prancis Di Atas Angin?


 

bol
perang antar juara dunia

Bayangkan sebuah panggung megah di mana para penguasa sepak bola berkumpul. Berdasarkan data resmi Ranking FIFA terbaru, Piala Dunia 2026 mencetak sejarahan langka: empat tim teratas dunia yaitu Prancis pemegang 2-trofi 1998, 2018 (1), Argentina dengan 3-trofi 1978, 1986, 2022 (2), Spanyol punya 1-trofi 2010 (3), dan Inggris dapat 1-trofi 1966 (4) sukses mengamankan tiket semifinal. Tidak ada kejutan tim kuda hitam, yang ada hanyalah pertempuran para raksasa bernilai selangit.

Di sudut pertama, Prancis berdiri angkuh dengan status skuad termahal. Data Transfermarkt mencatat nilai pasar Les Bleus menembus angka fantastis €1,52 miliar (Rp26,4 triliun). Pasukan Didier Deschamps ini juga paling bugar karena menang bersih 2-0 atas Maroko tanpa perlu memeras keringat di babak perpanjangan waktu. Kylian Mbappe, sang top skor sementara dengan 8 gol, siap menebar teror dengan kondisi fisik 100 persen.

Lawan mereka di semifinal adalah Spanyol. Berbeda dengan Prancis yang segar bugar, La Furia Roja datang dengan napas terengah-engah setelah bertarung 120 menit melawan Belgia. Skuad bernilai €1,22 miliar ini bahkan harus kehilangan benteng pertahanan mereka, Aymeric Laporte, akibat sanksi kartu. Kini, mentalitas para daun muda seperti Lamine Yamal akan diuji dalam mengatasi kelelahan ekstrem tersebut.

Sementara itu, tensi tidak kalah panas membakar bagan sebelah. Argentina, sang pemilik 3 trofi Piala Dunia, menantang Inggris dalam duel klasik yang emosional. Meski nilai pasar skuad Albiceleste paling ekonomis di antara semifinalis (€807,5 juta), mentalitas juara bertahan mereka sangat tebal setelah melewati drama adu penalti yang menguras emosi.

Inggris sendiri datang membawa beban sejarah 60 tahun puasa gelar sejak 1966. Berada di peringkat dua skuad termahal (€1,36 miliar), kondisi fisik Three Lions sebenarnya berada di zona merah akibat kelelahan akut pasca-laga kontra Norwegia. Lini tengah mereka pincang setelah Jordan Henderson mengalami cedera patah lengan. Namun, sihir Jude Bellingham dan mentalitas baru Inggris yang lepas dari kutukan babak gugur membuat duel ini mustahil dilewatkan.

Empat raksasa, dua laga penentu, satu trofi emas 2026. 
Siapa yang akan menuliskan namanya di buku sejarah?

sumber bacaan: teknokratmediaindonesiapikiran-rakyat

11 July 2026

Jampidsus Mundur Setelah Rumahnya Digeledah Polisi


 

mun
jampidsus

Febrie Adriansyah resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung pada Sabtu dini hari, 11 Juli 2026. Langkah mengejutkan ini diambil di tengah pusaran pengusutan kasus korupsi tata kelola batu bara PT PLN oleh kepolisian. Walaupun sebelumnya, Jumat siang 10 Juli 2026, Febrie sempat membantah isu pengunduran dirinya sebelum akhirnya resmi melepas jabatan beberapa jam kemudian.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Anang Supriatna:
(11 Juli 2026)
Pada hari ini, Sabtu, 11 Juli 2026, Bapak Jaksa Agung telah menerima pengunduran diri Bapak Febrie Adriansyah dari jabatannya sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus. Keputusan tersebut merupakan bentuk komitmen untuk menjaga integritas, objektivitas, dan netralitas proses penegakan hukum, seiring adanya proses hukum yang sedang dilakukan oleh penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia

Sebelumnya, 10 Juli 2026, Febrie sempat menanggapi kabar penggeledahan yang dilakukan oleh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Dia membenarkan bahwa rumah yang berada di kawasan Sentul, Bogor, tersebut merupakan kediaman pribadinya. Terkait temuan uang serta emas seberat 74 kilogram (serta uang tunai)oleh penyidik dalam penggeledahan tersebut, Febrie menyatakan siap memberikan klarifikasi. Namun, ia menekankan bahwa penjelasan rinci akan disampaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku, bukan melalui forum jumpa pers.

Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman:
Pengunduran diri ini tidak boleh mengendurkan atau menghentikan langkah penegakan hukum yang sedang berjalan. Kami di Komisi III akan terus memastikan fungsi pengawasan berjalan optimal

Komisi bidang hukum ini bakal membentuk tim pengawas. Habiburokhman berujar hal tersebut sebagai komitmen komisinya untuk memastikan penanganan kasus ini diusut secara tuntas. 

sumber berita: detikkompastempo

10 July 2026

Bukannya Tobat Malah Tambah Kompak: (REKOR) Sudah 16 OTT KPK Sepanjang 2026


 

rEK
diskusi tentang koropsi 2016

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan baru saja melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terbaru terhadap Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, di wilayah Solo Raya pada tanggal 10 Juli 2026.

Aktivitas penindakan KPK sedang berjalan sangat intensif dalam beberapa hari terakhir. Berikut adalah ringkasan rangkaian operasi senyap KPK terakhir:

  • OTT ke-16 : Bupati Sukoharjo (Etik Suryani), terjaring OTT di wilayah Solo Raya , terbaru yang dilakukan pada pekan pertama Juli.
  • OTT ke-15 : Bupati Langkat (Syah Afandin), ditangkap pada 2 Juli terkait kasus dugaan suap proyek yang melibatkan tim sukses dan pihak swasta.
  • OTT ke-14 : Bupati Kuantan Singingi (Suhardiman Amby), menyerahkan diri setelah terjaring operasi terkait suap pengisian jabatan Sekda.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tercatat telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) sebanyak 16 kali sepanjang bulan Januari sampai Juli 2026. Sepanjang bulan tersebut, mayoritas tindakan korupsi dilakukan oleh kepala daerah, sedangkan sisanya berkaitan dengan hakim, pegawai pajak, hingga bea cukai. Kasusnya beragam, mulai dari suap sampai pemerasan yang dilakukan secara sistematis. Gelombang operasi senyap ini didominasi oleh penangkapan sejumlah kepala daerah (total 10 kepala daerah hingga saat ini), serta melibatkan oknum hakim, pegawai pajak, bea cukai, hingga aparatur sipil negara (ASN) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Koordinator Bidang Monitoring Hukum dan Peradilan Indonesia Corruption Watch (ICW), Emerson Yuntho:
(18 Feb 2016)
Pemantauan ICW, khusus untuk kasus korupsi pada tahun 2015, rata-rata hukuman cuma 2 tahun 2 bulan. Jaksa menuntut hanya 3 tahun, kita agak sulit menyatakan koruptor akan jera. Bayar uang pengganti adalah wajib, kalau tidak bayar, koruptor itu tidak boleh lolos dari penjara. Jangan berikan hak subsider dalam undang-undang


Pengamat hukum pidana dari Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar:
(2 Agustus 2017)
Pastinya tidak ada efek jera karena pabrikasi korupsi terus berjalan. Orang tidak takut dengan OTT karena akhirnya hukumannya ringan. Seharusnya  standar minimal hukuman koruptor 15 tahun atau seumur hidup agara ada penjeraan


Koordinator MAKI, Boyamin Saiman:
(9 Juli 2026)
Pada posisi tertentu, biaya politik tinggi itulah yang menjadikan dia (kepala daerah) tetap kurang. Karena untuk menjadi kepala daerah bahkan bisa sampai Rp50 miliar, Rp100 miliar untuk kampanye segala macam sehingga ya akhirnya dia mau tidak mau, kembali modal atau membayar utang dengan cara korupsi itu tadi



sumber: antarabisnisrepublikafacebookkompas