Presiden Prabowo: BUMN kontrol ekspor komoditas
![]() |
| kontrol ekspor |
Presiden Prabowo:
Penerbitan peraturan ini adalah langkah strategis untuk memperkuat tata kelola ekspor komunitas sumber daya alam kita. Tujuan utama kebijakan ini adalah memperkuat pengawasan dan monitoring, serta memberantas praktik kurang bayar, under-invoicing, praktek pemindahan harga, transfer pricing, dan pelarian devisa hasil ekspor.
Media Singapura Channel News Asia pada Rabu, 20 Mei 2026, media tersebut menyoroti keputusan besar Presiden Prabowo Subianto yang mewajibkan seluruh penjualan komoditas unggulan seperti kelapa sawit dan batu bara dilakukan hanya melalui satu pintu. Sistem eksportir tunggal lewat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini disorot sebagai langkah drastis Jakarta untuk menghentikan kebocoran pendapatan negara dari sektor komoditas. Media Singapura tersebut menggarisbawahi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut Indonesia telah kehilangan potensi pendapatan hingga US$ 908 miliar (Rp 16.071,6 triliun) akibat ekspor yang dihargai terlalu murah selama puluhan tahun. Praktik manipulasi nilai faktur (under-invoicing) dan pengalihan harga (transfer pricing) oleh pihak swasta disebut-sebut sebagai pemicu utama yang ingin diberantas oleh pemerintah melalui regulasi baru ini.
Laporan media AS Associated Press, media asing ini menyoroti dampak instan dari pengumuman kebijakan pengetatan ekspor ini yang langsung memicu kepanikan massal di pasar keuangan dalam negeri. Rencana monopoli ekspor oleh negara ini dinilai para investor global dapat merusak mekanisme pasar bebas serta memangkas margin keuntungan emiten komoditas secara drastis. Associated Press juga menyoroti kejatuhan beruntun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia sebagai respons dari para pelaku pasar modal terhadap kebijakan tersebut. Dilaporkan bahwa indeks saham utama Jakarta langsung merosot tajam 3,5% pada hari Selasa, dan tren pelemahan tersebut masih terus berlanjut hingga hari Rabu dengan penurunan tambahan mendekati 2%.
sumber: bbc, cnbcindonesia






