Bongkar Data Riset : Ojek Online Sumbang Rp 565 triliun ke PDB
![]() |
| riset ojol |
Penyerapan Tenaga Kerja Baru: Riset dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) bersama Universitas Paramadina mencatat bahwa ekosistem transportasi ojol atau ojek online mampu menciptakan lapangan kerja langsung dan tidak langsung hingga 5,53 juta orang.
Kepala Makroekonomi dan Keuangan INDEF, Muhammad Rizal Taufikurahman (3 Juni 2026):
Totalnya rekrut tenaga kerja atau multiplayer terhadap tenaga kerja, hitungan kami dari dampak langsung dan dampak tidak langsung di angka 5,53 juta orang. Artinya ojek online ini cukup besar struktur tenaga kerja yang dibuat atau juga yang tercipta.Dari perhitungan kami, dampak tidak langsung yang tercipta dari aktivitas 2,91 juta pengemudi tersebut mencapai 2,62 juta tenaga kerja. Mereka tersebar di sektor UMKM, logistik, perdagangan, hingga berbagai sektor jasa pendukung lainnya
Peredaran Uang Domestik:
Berdasarkan riset makroekonomi terkait ekosistem ojek online, sektor ini diperkirakan menyumbang ratusan triliun rupiah terhadap PDB Indonesia serta memicu perputaran ekonomi domestik yang masif melalui konsumsi para pengemudi dan mitranya. Riset bertajuk Masa Depan Ojek Online di Indonesia yang disusun Paramadina Public Policy Institute (PPPI) bersama Indef. Studi itu menghitung dampak ekonomi langsung maupun tidak langsung yang dihasilkan oleh ekosistem transportasi daring. Dampak langsung dari aktivitas ojol mencapai sekitar Rp 169 triliun, sedangkan dampak tidak langsung atau efek lanjutan terhadap sektor lain mencapai sekitar Rp 396 triliun.
Kepala Pusat Makroekonomi Indef M Rizal Taufikurahman (3 Juni 2026):
Transportasi ojek online ini ternyata menyumbang hampir Rp 565 triliun atau setara 2,37% dari PDB. Artinya, angka ini bukan angka kecil. Bayangkan, 2,4% terhadap PDB, angka hampir Rp 565 triliun ini, ini justru memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap multiplier effect dan spillover-nya. Artinya apa? Ojek online itu memberikan nilai tambah, ini bukan multiplier lagi, nilai tambah terhadap PDB kita, berbasis pada sektor-sektor di sistem ekonomi kita
Pemberdayaan UMKM:
Hadirnya layanan seperti GoFood membuka pasar lebih luas bagi lebih dari jutaan mitra usaha kuliner skala kecil, memungkinkan mereka bertahan dan berkembang di luar pemasaran konvensional. Dari riset yang dilakukan oleh Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) : Penyedia layanan on-demand berbasis aplikasi, GOJEK, telah berkontribusi besar dalam perekonomian Indonesia hingga mencapai Rp 44,2 triliun yang terbagi dari empat layanan GOJEK yakni Go-Ride, Go-Car, Go-Food, dan Go-Life.
Wakil Kepala LD FEB UI, Paksi C. K. Walandouw (21 Maret 2019):
Kontribusi mitra Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Go-Food tahun 2018 naik hampir tiga kali lipat dibanding tahun 2017. Pertumbuhan kontribusi mitra UMKM Go-Food ini antara lain disebabkan oleh optimalisasi fitur teknologi GOJEK yang digunakan oleh mitra UMKM Go-Food
Berdasarkan hasil riset tersebut, GOJEK disebut telah menjadi pintu masuk pertama bagi para pelaku UMKM untuk menuju ekonomi digital. Di mana mayoritas responden mitra Go-Food adalah pemilik usaha mikro dan kecil, dengan 73 persennya memiliki omzet Rp 300 juta per tahun dan 26 persen di antaranya beromzet Rp 300 juta hingga Rp 2,5 miliar per tahun.
sumber bacaan: katadata, beritasatu, kumparan






