Rupiah Jeblok ke Rp18.000, Gimana Nasib Nasib Tahu-Tempe Kita?
![]() |
| rupiah sentuh Rp18.000 |
Setelahnya, tekanan memburuk hingga ke level Rp 18.171 per dolar AS pada 8 Juni 2026, sebelum akhirnya turun tipis menjadi Rp 18.141 per dolar AS pada 9 Juni 2026, dan berlanjut ke level Rp 17.971 per dolar AS. Hingga akhir Juni 2026, rupiah betah bertengger di level atas Rp 17.800 per dolar AS, tepatnya Rp 17.899 pada 30 Juni 2026, sebelum akhirnya memburuk ke level Rp 17.961 per dolar AS pada 1 Juli 2026.
Rupiah terbenam di zona merah bersama mata uang Benua Kuning lainnya. Yen Jepang, yuan China, rupee India, won Korea Selatan, dolar Taiwan, baht Thailand, ringgit Malaysia, dolar Singapura, dan peso Filipina melemah masing-masing 0,55%, 0,15%, 0,35%, 0,29%, 0,53%, 0,54%, 0,4%, 0,22%, dan 0,13%.
Goldman Sachs:
Latar belakang di mana suku bunga akan higher for longer, risiko resesi yang rendah, kecemasan terhadap kebijakan fiskal AS, dan kenaikan suku bunga acuan di Jepang akan memberi tekanan terhadap mata uang Asia
Pasar mengantisipasi kebijakan bank sentral AS Federal Reserve yang sepertinya akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu lama (higher for longer). Berdasarkan dot plot terbaru The Fed, suku bunga acuan sepertinya akan naik setidaknya sekali tahun ini.
sumber berita: kompas, bloombergtechnoz, cnbc-indonesia






