Kedaruratan

Showing posts with label Kedaruratan. Show all posts
Showing posts with label Kedaruratan. Show all posts

24 July 2026

Bukan Kemarau Biasa, Ini Alasan Mengapa El Nino 2026 Disebut 'Super' oleh Pakar BRIN


 

bri
super el nino

Pakar Klimatologi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin, memperingatkan potensi fenomena Super El Nino pada tahun 2026. Melalui unggahan di akun media sosial X pribadinya, ia menyebut karakter El Nino kali ini diprediksi akan jauh lebih "mengganas".

Kondisi El Nino 2026 ini diperkirakan berbeda dengan fenomena serupa pada tahun 2023. Nilai intensitas El Nino tahun ini diproyeksikan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan titik puncak yang terjadi pada tahun 2023 lalu. Erma mengungkapkan bahwa lembaga pemantau cuaca ekstrem di Eropa, Severe Weather Europe, juga telah mengonfirmasi indikasi kuat kehadiran Super El Nino tersebut.

Erma dan para ilmuwan dunia menaruh perhatian besar pada perilaku El Nino 2026 yang tumbuh sangat cepat atau masuk kategori rapid developing. Sejak Februari 2026 hingga saat ini, kenaikan suhu permukaan laut ekuator terjadi konsisten dalam skala mingguan sebesar 0,2°C. "Tak ada fluktuasi sama sekali, berbeda dengan tahun 2023 yang sempat turun bahkan stagnan. Pertumbuhan yang agresif ini menunjukkan 'keganasan' El Nino 2026," ujar Erma.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemanasan di permukaan laut saat ini belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan suhu di bawah permukaan (sub-surface) Samudra Pasifik. Suhu di bawah permukaan laut tersebut terdeteksi 2 hingga 3 kali lipat lebih panas, bahkan suhu tertingginya dilaporkan dapat mencapai 9°C

Dampak Berdasarkan Kluster Wilayah Indonesia:

  • Pulau Kalimantan: Dinilai oleh BRIN sebagai wilayah paling responsif terhadap ancaman kekeringan ekstrem. Area ini menghadapi risiko paparan asap pekat akibat potensi besar Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan gambut.
  • Pulau Jawa: Sebagai lumbung padi nasional, Jawa terancam mengalami gagal panen massal akibat keringnya irigasi pertanian. Kerusakan berupa lahan retak-retak sudah mulai terdeteksi di wilayah satelit penopang pangan seperti Bogor (mencapai 30 hektar).
  • Nusa Tenggara Barat (NTB) & Nusa Tenggara Timur (NTT): Menghadapi ancaman krisis air bersih tingkat ekstrem karena minimnya cadangan air tanah dan curah hujan yang menyusut drastis.
  • Sumatra Bagian Selatan, Bali, Sulawesi, & Papua Bagian Selatan: Mengalami perluasan wilayah zona musim kemarau yang lebih panjang dan kering dibanding rata-rata klimatologisnya


sumber bacaan: detikEYulihastin-Xtempotempo-bmkg/brinbmkg

13 July 2026

Topan Bavi Porak-Porandakan Cina: Kisah Nyata Jutaan Orang Patuh Mengungsi


 

chi
topan bavi

Di saat bersiap istirahat malam, namun tiba-tiba sirine kota meraung keras. Di luar jendela, langit hitam pekat dan angin menderu mengerikan dengan kecepatan 144 km/jam. Itulah yang dialami jutaan warga di pesisir China Timur pada Sabtu malam lalu, 11 Juli 2026. Topan Bavi datang mengamuk, membawa ombak raksasa yang siap menelan apa saja.

Dalam sekejap, kota nelayan yang biasanya hidup berubah porak-poranda. Kaca-kaca toko pecah berhamburan, atap besi terbang, dan lebih dari 1.300 pohon tumbang tercabut sampai ke akarnya. Di pinggiran Sungai Nanxi, air naik begitu cepat, menenggelamkan mobil dan lantai satu rumah warga. Bahkan di kota besar sekelas Shanghai, ratusan penerbangan dan kereta cepat terpaksa dibatalkan. Kota mendadak mati suri.

Di balik semua kerusakan fisik tersebut, ada satu pemandangan yang luar biasa: kepatuhan warga. Begitu perintah evakuasi keluar, hampir 2 juta orang—mulai dari lansia hingga anak-anak—kompak mengemas barang seadanya. Tidak ada ego untuk bertahan di rumah demi menjaga harta. Mereka tahu, nyawa adalah yang utama. Bayangkan kesibukan malam itu, 1,72 juta warga Zhejiang bergerak bersama dalam kepungan hujan deras menuju tempat aman.

Ketegangan dan rasa takut jutaan pengungsi itu akhirnya mencair begitu mereka tiba di posko darurat. Pemerintah setempat bergerak super cepat. Gedung-gedung konvensi yang megah disulap menjadi rumah sementara yang hangat. Alih-alih telantar, para pengungsi langsung disambut dengan makanan hangat, air bersih, dan pemeriksaan kesehatan gratis. Petugas bahkan menyiapkan hiburan ringan agar anak-anak tidak trauma mendengar suara badai di luar.

Memasuki Senin pagi, 13 Juli 2026, amukan Topan Bavi mulai melandai seiring melemahnya badai [Kompas.id]. Kota-kota pesisir mulai bergeliat kembali. Tim penyelamat sibuk membersihkan puing-puing pohon di jalanan, dan warga mulai pulang untuk membersihkan sisa lumpur. Meski badai kini bergeser ke area pedalaman dan memicu risiko longsor baru, China telah memberi kita satu pelajaran berharga tentang mitigasi bencana: kunci selamat dari bencana adalah kecepatan pemerintah menyiapkan posko layak, dan kerelaan warga untuk segera mengungsi.

sumber bacaan: video-metrotvdetikreuters

04 July 2026

Bencana Kebakaran TPA Jatiwaringin: Bukti Bobroknya Manajemen Sampah?


 

keb
TPA terbakar

Kebakaran besar melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, sejak Selasa, 30 Juni 2026. Api yang membakar gunungan sampah diperparah oleh gas metana, dengan area terdampak meluas hingga 15 hektare, memicu kabut asap pekat, dan menyebabkan lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Wakil Menteri Lingkungan Hidup (LH), Diaz Faisal Malik Hendropriyono:
(4 Juli 2026)
Kita sudah mencoba beberapa hal, jadi ada yang water bombing dan OMC (Operasi Modifikasi Cuaca) nanti akan dilakukan. Tetapi OMC ini kan nunggu awan. Nah, awannya ini belum ada


Selain pemadaman darat, petugas mengerahkan helikopter water bombing BNPB dan menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mempercepat proses pendinginan di area seluas 15 hektare tersebut.  Kualitas udara di sekitar lokasi dan permukiman terdekat seperti Perumahan Pondok Permata Rajeg berada di tingkat sangat buruk. Warga diimbau menggunakan masker, dan beberapa terpaksa mengungsi ke kantor desa terdekat saat malam hari akibat asap pekat.

sumber berita: kompasdetikdetik-video

25 June 2026

Venezuela Diguncang Gempa Kembar


 

Gem
gempa dahsyat

Dua gempa bumi kembar dahsyat berkekuatan Magnitudo 7,1 dan 7,5 mengguncang Venezuela pada Rabu, 24 Juni 2026 sore waktu setempat, memicu kepanikan massal dan kerusakan infrastruktur yang meluas. Gempa ini tercatat sebagai salah satu guncangan terbesar yang melanda negara tersebut dalam satu abad terakhir. Gempa Kembar Beruntun: Gempa pertama bermagnitudo 7,1 (atau terpantau hingga 7,2 M) melanda wilayah barat laut Montalbán (sekitar 160 km barat Caracas) pada pukul 18.04 waktu setempat. Hanya berselang sekitar 39 hingga 40 detik kemudian, gempa kedua yang lebih besar dengan kekuatan Magnitudo 7,5 kembali mengguncang titik yang berdekatan.

Akibat besarnya dampak kerusakan, Pelaksana Tugas (Plt.) Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, telah resmi menetapkan status darurat nasional untuk mempercepat proses evakuasi dan penanganan bencana. Delcy Rodriguez, dalam konferensi pers pada Kamis (25/6) dini hari mengumumkan bahwa sedikitnya 32 orang tewas dan 700 orang lainnya mengalami luka-luka.

Menurut USGS, gempa kembar itu berpusat di negara bagian Yaracuy, sebelah barat Caracas. Area Altamira dan El Pariso di Caracas dilaporkan sebagai wilayah yang terdampak paling parah. Kerusakan juga dilaporkan di area La Guaira dan area-area lainnya di Venezuela bagian tengah. CNN yang mengutip insinyur bangunan berpengalaman dari MHP Structural Enginerrs, Kenneth O'Dell, menyebutkan bahwa bangunan-bangunan di Venezuela merupakan bangunan lama yang dibangun berdasarkan standar konstruksi terdahulu, sehingga rentan ambruk. Otoritas seismologi mencatat telah terjadi lebih dari 20 kali gempa susulan dengan guncangan yang masih terasa kuat.

sumber: 

18 January 2026

Kesibukan Tim SAR Gabungan


 

tim
kecelakaan atr 400

Operasi SAR gabungan kini difokuskan untuk mencari korban di dalam pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport setelah setelah serpihan badan pesawat ditemukan. Hingga saat ini (18 Januari 202), tim operasi pencarian pesawat ATR 400 telah menemukan benda yang diduga badan dan pintu pesawat. Benda tersebut saat ini masih dalam proses evakuasi. Tim Gabungan mendapatkan serpihak dari Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Pangkep-Maros, Sulsel pada hari Minggu 18 Januari 2026.

Di lain tempat, Tim SAR gabungan gabungan dikerahkan guna mencari Kisman Latumapayahu (64), seorang nelayan asal Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Maluku yang dilaporkan hilang kontak saat melaut di sekitar Perairan Desa Kasieh dan belium kembali hingga saat ini. Dijelaskan kalau korban diketahui melaut menggunakan perahu katinting sejak hari Kamis 15 Januari 2026, sekitar pukul 02.00 WIT dan hingga kini tidak kunjung kembali sehingga pemerintah desa bersama keluarga korban meminta bantuan SAR.

Sebelumnya Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur memastikan bahwa jasad yang ditemukan oleh Tim SAR gabungan dalam operasi pencarian korban kapal tenggelam di Labuan Bajo adalah pelatih tim B wanita Valencia Spanyol, Fernando Martin Carreras (FMC). Temuan tersebut dikonfirmasi oleh pihak keluarga langsung yang masih berada di Labuan Bajo hingga hari Minggu 4 Januari 2026. Sebelumnya, kecelakaan laut menimpa kapal motor Putri Sakinah yang mengangkut wisatawan di perairan Selat Pulau Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Kapal pinisi itu membawa 11 penumpang yang terdiri dari enam wisatawan mancanegara asal Spanyol, satu orang pemandu wisata, serta empat orang kru kapal. Dari total 11 orang yang berada di atas kapal, tujuh orang berhasil diselamatkan. Sedangkan empat orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.


sumber berita: metrotvantara-malukuantara-valencia

29 December 2025

Jadwal Bencana di Akhir Tahun


 

ben
sumatera 2025

Menurut WorldRiskIndex 2024, Indonesia menempati peringkat kedua sebagai negara dengan tingkat risiko bencana tertinggi setelah Filipina. Dalam 1 dekade terakhir, Indonesia mencatat tren peningkatan jumlah kejadian bencana alam yang cukup signifikan, berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

The WorldRiskIndex 2024 adalah angka Indeks Risiko Dunia 2024 dari risiko bencana 193 negara di seluruh. Angka Indeks ini mencakup semua negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa dan mencakup lebih dari 99% populasi dunia. Pada tahun 2024, titik rawan risiko (tetap) berada di Amerika dan Asia, dengan delapan dari sepuluh negara memiliki skor risiko tertinggi. Namun, dalam jangka panjang, titik rawan ini akan bergeser ke negara-negara dengan paparan sensitif iklim dengan kerentanan tinggi. Sepuluh negara dengan risiko tertinggi hanya sedikit berubah: Meksiko dan Kolombia bertukar posisi, dengan Kolombia sekarang memiliki risiko bencana tertinggi di Amerika. Cina keluar dari kelompok tersebut dan Pakistan naik ke peringkat ke-10. 

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 22 Desember 2025 pukul 09.30 WIB, total korban meninggal dunia di Sumatra Barat dan Sumatra Utara mencapai 618 jiwa. Selain itu, 154 orang dinyatakan hilang, sekitar 2.700 orang luka-luka, dan 34 kabupaten/kota terdampak. sebanyak 41.176 rumah rusak. Kemudian sebanyak 566 fasilitas umum, 224 rumah ibadah, 66 fasilitas kesehatan, 276 fasilitas pendidikan, 29 gedung perkantoran, serta 109 jembatan mengalami kerusakan.

ben
data bnpb 2025


Durasi akhir-tahun tidak saja berisikan agenda liburan, akhir tahun juga (seperti) menjadi momentum untuk mewaspadai bencana hidrometeorologi yang terjadwal. Mayoritas bencana di Indonesia didominasi hidrometeorologi. Informasi dari Geoportal Data Bencana Indonesia di laman Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan, sejak 1 Januari 2025 hingga 17 Desember 2025 sudah terjadi 3.116 bencana di Indonesia.  


sumber: goodstatsreliefwebbnpbmetrotvkompas

17 December 2025

Tenaga Kesehatan Ke Bencana Sumatera


 

ten
nakes

Data Tenaga Kesehatan (BPS 2023): 
Perawat: Sumatera Utara: 25.787, Aceh: 21.435, Sumatera Barat: 12.236
Tenaga Kesehatan Masyarakat: Aceh: 3.890, Sumatera Utara: 3.167, Sumatera Barat: 1.430 

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa sebanyak 600 dokter umum, dokter spesialis, dan perawat akan diberangkatkan ke rumah sakit serta puskesmas di wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Para tenaga medis akan dikirim secara bergilir atau rolling setiap dua pekan.

Nakes ini ada yang berasal dari kampus-kampus pendidikan kedokteran seperti Universitas Gadjah Mada dan Universitas Indonesia. Kemudian, dokter yang dimiliki oleh organisasi kemasyarakatan seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama serta berbagai organisasi profesi lainnya. Mereka yang dikirim terdiri dari berbagai tingkatan. Mulai dari dokter magang, dokter umum, hingga dokter spesialis. Ratusan relawan kesehatan tersebut secara sukarela mendaftarkan diri melalui rekrutmen relawan yang dibuka Kementerian Kesehatan sejak beberapa hari yang lalu. Para relawan itu akan dirotasi setiap dua minggu sekali. Cara ini dilakukan guna menjaga kesehatan para relawan.

sumber: bpsppnitempo

14 December 2025

Padang Banjir (Lagi)


ban
banjir lagi di padang

Curah hujan tinggi membuat Sungai Batang Kuranji meluap dan membanjiri kawasan permukiman warga di Batu Busuak, Kota Padang, Sumatera Barat, kembali diterjang banjir. Ketinggian banjir mencapai satu hingga dua meter. Warga yang sempat pulang untuk memantau kondisi rumah terpaksa kembali menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman.

Ketua MPR Ahmad Muzani menyempatkan diri berada di lokasi banjir bandang di Kecamatan Nanggalo, Padang, Sumatera Barat. Di lokasi ini, belasan rumah hanyut terbawa banjir. Diketahui per tanggal 13 Desember 2025, korban tewas bencana Sumatera telah mencapai 1.006 orang. Sementara itu 217 orang masih dinyatakan hilang.

Luapan Sungai Batang Kuranji merendam permukiman warga, memaksa penduduk yang sebelumnya sempat kembali ke rumah masing-masing untuk kembali dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Berdasarkan informasi yang dihimpun, hujan deras yang berlangsung selama beberapa jam menyebabkan debit Sungai Batang Kuranji meningkat drastis hingga meluap pada Minggu sore, 14 Desember 2025.


sumber berita: kompastv-videodetik-videowartakota

 

12 December 2025

Dentuman Gunung Krakatau


 

gun
krakatau

Pada 27 Agustus 1883, Bumi mengeluarkan suara lebih keras dari yang pernah tercatat sebelumnya. Saat itu, pukul 10.02 pagi waktu setempat ketika suara muncul dari pulau Krakatau, yang terletak di antara Jawa dan Sumatra. Dentuman suara Gunung Krakatau disebut paling keras yang pernah didengar manusia di sepanjang era modern.

Bahkan, sebagaimana dikutip dari situs web Discover Magazine pada 27 Des 2018, gaung dentuman suara tersebut terdengar seperti suara tembakan artileri di kejauhan oleh banyak warga di Pulau Rodrigues, yang terletak di tengah Samudera Hindia, dekat dengan kepulauan Mauritius. Jaraknya diperkirakan sejauh 3.000 mil, atau setara 4.828 kilometer. Secara keseluruhan, dentuman ledakan Gunung krakatau didengar oleh orang-orang di lebih dari 50 lokasi geografis yang berbeda, bersama-sama menjangkau sebuah wilayah yang meliputi sepertiga belas dunia.

Sound Horeg, Istilah ini merujuk pada sistem audio rakitan dengan subwoofer berdaya besar, menghasilkan dentuman bass yang sangat dalam dan kuat hingga mampu mengguncang panggung, penonton, bahkan bangunan sekitar. Secara harfiah, istilah horeg berasal dari bahasa Jawa yang berarti bergerak tak beraturan atau bergetar hebat, memang viral sound horeg berawal di jawa timur. Dalam konteks audio, sound horeg menjadi identitas untuk sistem suara yang tidak hanya terdengar, tetapi juga terasa di tubuh, memberikan efek seperti dipijat oleh gelombang suara. Suara yang dihasilkan hanya terasa pada manusia yang berada di sekitar peralatan audio rakitan.

Ledakan Gudang Peluru di Ciangsana, Kabupaten Bogor Jawa Barat, lokasinya dekat dengan perumahan. Video yang tersebar di media sosial menggambarkan kobaran api dari kejauhan yang membuat langit sekitar merah. Ciangsana meledak, lokasinya dekat dengan perumahan. Kebakaran terjadi pada 18.00 hingga lewat 24.00. Radius dampak langsung terasa dalam radius perumahan 484-500 meter. 

sumber berita: liputan6inewsbbc

08 December 2025

Terkini dari Bencana Banjir Sumatera


 

sum
bencana banjir sumatera

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data korban meninggal bencana di Sumatera. Data terbaru saat ini tercatat ada 940 orang meninggal dunia. Ada 276 orang saat ini dilaporkan masih hilang. Sementara lima ribu orang mengalami luka-luka di tiga provinsi.
(Berdasarkan data di situs dashboard penanganan bencana darurat banjir dan longsor di Aceh-Sumut-Sumbar, tanggal 7 Desember2025 pukul 17.00 WIB).

Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sampai 8 Desember 2025 pukul 10.00 WIB, bencana di tiga provinsi Pulau Sumatra ini telah merusak sekitar 1,2 ribu unit fasilitas umum. Bencana juga merusak 199 unit fasilitas kesehatan, 534 unit fasilitas pendidikan, 420 unit rumah ibadah, 234 unit gedung/kantor, dan 435 unit jembatan.

Sejumlah negara menyampaikan ucapan belasungkawa atas peristiwa banjir bandang dan longsor yang menewaskan setidaknya 916 orang di tiga provinsi di Sumatra. Para pemimpin negara itu di antaranya Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, Presiden Rusia Vladimir Putin, Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Raja Charles III, dan Duta Besar Uni Emirat Arab Abdulla Salem Al Dhaheri. Negara-negara lain yang juga mengucapkan duka mendalam adalah Oman, Qatar, Kazakhstan, Vietnam, Kuwait, Armenia, hingga Amerika Serikat. Presiden Prabowo Subianto percaya bahwa pemerintahannya sanggup menangani bencana banjir Sumatra tanpa bantuan pihak luar.

sumber berita: detikkatadatabbc

20 November 2025

Semeru


 

akibat erupsi

Gunungapi tertinggi di Pulau Jawa, Semeru, memuntahkan material hingga 2.000 meter dari puncaknya. Bergejolak hebat sejak Rabu 19 November 2025. Kemudian menyusul awan panas guguran meluncur 13 kilometer ke arah tenggara dan selatan. Ratusan warga mengungsi menghindari Semeru yang sedang batuk. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan pada Rabu malam, terdapat tiga desa di dua kecamatan yang terdampak. Wilayah ini berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. 

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Rudijanta Tjahja Nugraha, memastikan 187 pendaki yang berada di Ranu Kombolo tidak terjebak akibat erupsi letusan Gunung Semeru. Beliau menerangkan, ketika aktivitas Semeru meningkat secara cepat pada Rabu (19 Nov 25) siang, para pendaki sudah dalam perjalanan menuju Ranu Kombolo dan tiba pada pukul 17.00 WIB, bersamaan dengan berubahnya status Semeru menjadi level IV atau awas.

Erupsi gunung Semeru pada hari Rabu berupa awan panas guguran (APG) ternyata lebih luas dari perkiraan awal. Ini setelah dilihat dari video udara. Erupsi tersebut meluncur sejauh 13 belas kilometer. Awan panas guguran dari gunung Semeru tersebut mengarah ke kawasan Besuk Kobokan yang berada di sisi selatan gunung.

Menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, Erupsi gunung Semeru pada hari Rabu lalu lebih luas dari erupsi yang terjadi pada tahun 2020, 2021 dan 2023 lalu. Saat ini Pemerintah Kabupaten Lumajang menetapkan status tanggap darurat bencana erupsi Gunung Semeru. Status ini berlaku hingga tanggal 26 November mendatang.


sumber berita: bbcdetik
 
Kembali Ke Rumah 
(updated 22 Nov 2025)

Sebagian besar warga di Lumajang, Jawa Timur yang sempat mengungsi akibat erupsi Gunung Semeru berangsur kembali ke rumahnya masing-masing, pada hari Jumat 21 Nov 2025. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan 187 pendaki yang sebelumnya dilaporkan terjebak di Jalur Ranu Kumbolo, telah berhasil turun dengan selamat setelah wilayah tersebut dinyatakan aman tidak terlintasi awan panas.

Data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, mencatat, hingga Kamis pukul 19.30 WIB, terdapat sembilan lokasi pengungsian yang telah didirikan di beberapa tempat dengan total pengungsi mencapai 1.116 jiwa.

sumber: kompasTV

24 July 2025

Kebakaran di Jakarta dan Riau


 

keb
kebakaran

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kebakaran permukiman di Indonesia, khususnya di Jakarta dan Riau, menjadi isu yang sering diberitakan pada minggu ini. Setiap tahun (seperti agenda tahunan) kedua wilayah ini selalu masuk dalam pemberitaan nasional karena kasus kebakaran yang menimbulkan kerugian besar, baik dari sisi ekonomi, lingkungan, maupun kesehatan masyarakat. 

Jakarta: Kota Metropolitan yang Rentan Kebakaran
Jakarta, sebagai ibu kota negara dan pusat aktivitas ekonomi nasional, ternyata sangat rentan terhadap kebakaran. Dalam sepekan terakhir saja, terjadi peningkatan kasus kebakaran hebat di berbagai wilayah Jakarta. Menurut laporan Kompas TV, dalam satu minggu, lima orang tewas dan ratusan warga terpaksa mengungsi akibat kebakaran yang melanda permukiman padat penduduk.

Penyebab Kebakaran di Jakarta
Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan kebakaran di Jakarta sering terjadi:
Kepadatan Penduduk: Banyak permukiman padat yang dibangun tanpa perencanaan tata ruang yang baik, sehingga akses pemadam kebakaran menjadi sulit.
Instalasi Listrik yang Tidak Standar: Banyak rumah di Jakarta menggunakan instalasi listrik seadanya, sehingga rawan korsleting yang bisa memicu kebakaran.
Kurangnya Kesadaran Masyarakat: Masih banyak warga yang kurang waspada terhadap potensi kebakaran, seperti membakar sampah sembarangan atau meninggalkan kompor menyala tanpa pengawasan.

Dampak Kebakaran di Jakarta
Dampak kebakaran di Jakarta sangat luas, mulai dari korban jiwa, kerugian materi, hingga trauma psikologis bagi korban. Selain itu, kebakaran juga menyebabkan polusi udara yang memperburuk kualitas hidup warga kota. Dalam kasus terbaru, banyak warga yang harus mengungsi dan kehilangan tempat tinggal, sementara proses pemadaman seringkali terkendala akses jalan yang sempit dan padat.

Riau: Karhutla yang Mengancam Lingkungan dan Kesehatan
Berbeda dengan Jakarta yang didominasi kebakaran permukiman, Riau lebih sering menghadapi karhutla atau kebakaran hutan dan lahan. Setiap musim kemarau, Riau hampir selalu menjadi sorotan karena kabut asap yang dihasilkan dari karhutla, bahkan seringkali asapnya sampai ke negara tetangga.

Penyebab Karhutla di Riau
Karhutla di Riau umumnya disebabkan oleh:
  • Pembukaan Lahan dengan Cara Membakar: Banyak pelaku membuka lahan perkebunan, terutama sawit, dengan cara membakar karena dianggap lebih murah dan cepat.
  • Lahan Gambut yang Mudah Terbakar: Riau memiliki banyak lahan gambut yang sangat mudah terbakar dan sulit dipadamkan jika sudah terbakar.
  • Cuaca Ekstrem dan Kekeringan: Musim kemarau yang panjang membuat lahan menjadi sangat kering dan mudah tersulut api.

Dampak Karhutla di Riau
Dampak karhutla di Riau sangat serius, antara lain:

  • Kabut Asap: Asap tebal dari karhutla menyebabkan gangguan pernapasan, menurunkan kualitas udara, dan mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk sekolah dan transportasi.
  • Kerusakan Ekosistem: Ribuan hektar hutan dan lahan gambut rusak, mengancam keanekaragaman hayati dan memperparah perubahan iklim.
  • Kerugian Ekonomi: Sektor pertanian, perkebunan, dan pariwisata sangat terdampak akibat karhutla yang berulang setiap tahun.

Upaya Penanggulangan: Dari Jakarta hingga Riau

Jakarta: Perlu Edukasi dan Infrastruktur yang Lebih Baik
Pemerintah DKI Jakarta telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi risiko kebakaran, seperti memperbanyak pos pemadam kebakaran, melakukan sosialisasi ke masyarakat, dan memperbaiki infrastruktur listrik. Namun, upaya ini harus didukung oleh partisipasi aktif masyarakat, misalnya dengan tidak membakar sampah sembarangan dan memastikan instalasi listrik di rumah sudah sesuai standar.

Riau: Penegakan Hukum dan Moratorium Lahan Gambut
Di Riau, pemerintah pusat dan daerah telah menerapkan berbagai strategi untuk menanggulangi karhutla, seperti penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan, moratorium izin pembukaan lahan gambut, serta patroli rutin di daerah rawan kebakaran. Namun, tantangan di lapangan masih besar, terutama karena luasnya wilayah dan keterbatasan sumber daya.

sumber: kompastv - videokompastvmediaindonesia

14 July 2025

Relevansi Konser Amal Bob Geldof


 

kon
Bob Geldof

Konser amal yang digagas oleh Bob Geldof, Live Aid pada tahun 1985, menjadi salah satu momen paling ikonik dalam sejarah kemanusiaan global. Namun, di balik gemerlapnya panggung dan donasi besar yang terkumpul, konser ini juga menyimpan berbagai kontroversi yang patut kita telaah secara kritis. Dalam tulisan ini, kita akan membahas relevansi konser amal Bob Geldof dengan isu kemanusiaan saat ini, sekaligus mengupas kontroversi dan kecaman yang pernah muncul terkait gerakan ini.

Konser Amal Live Aid: Sebuah Inisiatif Kemanusiaan yang Menggetarkan Dunia
Live Aid adalah konser amal yang diselenggarakan untuk menggalang dana bagi korban kelaparan di Ethiopia. Bob Geldof, sebagai penggagas utama, berhasil menggerakkan dunia musik dan masyarakat internasional untuk peduli terhadap krisis kemanusiaan yang terjadi di Afrika pada saat itu. Konser ini diadakan secara serentak di London dan Philadelphia, menampilkan sederet musisi ternama dan disiarkan secara global, sehingga mampu mengumpulkan dana jutaan dolar untuk bantuan kemanusiaan.

Keberhasilan Live Aid dalam menggalang dana dan meningkatkan kesadaran dunia terhadap isu kelaparan menjadi bukti nyata bahwa seni dan musik bisa menjadi alat yang sangat efektif dalam menggerakkan solidaritas global. Namun, di balik keberhasilan tersebut, muncul pula kritik dan kontroversi yang tidak bisa diabaikan.

Kontroversi di Balik Konser Amal: Kritik dan Kecaman yang Muncul
Salah satu kontroversi utama yang mengiringi konser amal Bob Geldof adalah tudingan bahwa acara tersebut lebih menonjolkan citra selebritas dan hiburan daripada solusi nyata terhadap masalah kemanusiaan. Beberapa pihak menilai bahwa konser seperti Live Aid cenderung bersifat "show" yang tidak menyentuh akar permasalahan, seperti politik, ekonomi, dan struktur sosial yang menyebabkan krisis kemanusiaan itu sendiri.

Selain itu, Bob Geldof sendiri pernah mengeluarkan kecaman terhadap tokoh-tokoh yang dianggapnya tidak cukup berperan dalam menyelesaikan isu kemanusiaan. Hal ini menunjukkan bahwa Geldof tidak hanya aktif sebagai penggalang dana, tetapi juga sebagai pengkritik sosial yang berani menyuarakan ketidakadilan, meskipun hal itu menimbulkan kontroversi.

Relevansi Konser Amal Bob Geldof di Era Kini
Meski Live Aid sudah berlangsung lebih dari tiga dekade lalu, relevansi konser amal Bob Geldof tetap terasa hingga kini. Isu kemanusiaan seperti kelaparan, pengungsi, dan konflik (atau bahkan perang) masih menjadi masalah global yang membutuhkan perhatian serius. Konser amal menjadi salah satu cara untuk menggalang dukungan dan dana, namun harus diimbangi dengan pendekatan yang lebih holistik dan berkelanjutan.

Bob Geldof sendiri terus mengingatkan bahwa aksi kemanusiaan tidak boleh berhenti pada acara besar semacam konser, melainkan harus diikuti dengan tindakan nyata yang melibatkan perubahan kebijakan dan pemberdayaan masyarakat terdampak. Ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua umat manusia untuk memperjuangkan solusi dalam ukuran jangka panjang.

Mengapa Isu Kemanusiaan Kadang Menjadi Kontroversial?
Isu kemanusiaan memang sering kali menjadi topik yang kontroversial karena melibatkan banyak kepentingan politik, ekonomi, dan sosial. Bantuan kemanusiaan bisa saja disalahgunakan atau menjadi alat politik (serta merupakan bagian alat-perang), sehingga menimbulkan skeptisisme di masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi penggiat kemanusiaan dan media untuk menyampaikan informasi secara transparan dan akuntabel agar kepercayaan publik tetap terjaga.

Selain itu, kritik dan kecaman yang muncul, seperti yang dialami Bob Geldof, sebenarnya merupakan bagian dari dinamika yang sehat dalam upaya memperbaiki cara kita menangani isu kemanusiaan. Dengan adanya kritik, kita bisa belajar dan memperbaiki pendekatan agar bantuan yang diberikan benar-benar efektif dan tidak menimbulkan dampak negatif.

Konser Amal sebagai Wadah Solidaritas, Bukan Sekadar Hiburan
Konser amal Bob Geldof, Live Aid 1985, adalah contoh nyata bagaimana seni dan musik bisa menjadi kekuatan besar dalam menggerakkan solidaritas kemanusiaan secara global. Namun, kita juga harus menyadari bahwa di balik gemerlapnya acara tersebut terdapat kontroversi dan kritik yang penting untuk diperhatikan agar aksi kemanusiaan tidak hanya menjadi tontonan semata.

Sebagai masyarakat Indonesia yang peduli terhadap isu kemanusiaan, kita bisa mengambil pelajaran dari pengalaman Bob Geldof: bahwa kecaman dan kontroversi adalah bagian dari proses menuju perubahan yang lebih baik. Yang terpenting adalah bagaimana kita terus-menerus berupaya, dalam jangka panjang, memberikan bantuan yang nyata, berkelanjutan, dan berkeadilan bagi mereka yang membutuhkan.
 
sumber berita: tirtotemponytimes

07 July 2025

Jakarta Banjir, 6 Juli 2025


 

ban
banjir malam hari

Kepala BPBD Jakarta, Isnawa Adji (Minggu 6 Juli 2025):
BPBD mencatat saat ini genangan terjadi di 85 RT.
Lalu Jalan Kemang Raya, Kelurahan Bangka, Jakarta Selatan, ketinggian: 40 cm, penyebab: curah hujan tinggi dan Jalan Cipinang indah (SMK Penabur ), Kelurahan Pondok Bambu, Jakarta Timur, ketinggian 15 cm

Sekitar 49 RT kawasan Jakarta Selatan dan Jakarta Timur yang terdampak banjir. Kemudian pukul 22.00 WIB, daerah banjir juga meliputi Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Banjir paling tinggi terjadi di wilayah Kelurahan Cawang. Ada 7 RT yang terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 270 cm. Selain itu di wilayah Kelurahan Bidara Cina juga terjadi banjir besar. Ketinggian air di sana mencapai 210 cm. Sebanyak 14 RT terendam banjir. Paling banyak RT yang terendam banjir berada di Jakarta Timur.

Di wilayah Jakarta Barat ada tiga ruas jalan yang tergenang meliputi Jalan Adi karya, Kedoya Selatan, Gang H Musanif, Kelurahan Kedaung Kali Angke, dan Jalan Daan Mogot, Kelurahan Cengkareng Timur.

Tercatat ketinggian air mencapai 60cm hingga 3meter.
 


update  Senin, 7 Juli 2025
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat hingga pukul 06.00 WIB sebanyak 109 rukun tetangga (RT) di Jakarta Barat, Timur, Pusat, dan Selatan masih terendam banjir karena meluapnya sungai dan juga hujan intensitas tinggi.

Berdasarkan data BPBD DKI Jakarta, per pukul 19.00 WIB Senin (7 Juli 2025), sebanyak enam RT masih kebanjiran. Satu RT di Pondok Labu kebanjiran sampai 1,2 meter.
 
sumber: antaradetik
 
updated 9 Jul 2025
Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Jakarta menyatakan sejumlah titik di Jakarta masih banjir pada Rabu pagi, 9 Juli 2025. Berdasarkan data pemantauan BPBD Jakarta per pukul 04.00, tercatat ada sembilan rukun tetangga (RT) dan dua ruas jalan di Jakarta yang tergenang air. BPBD juga mencatat dua ruas jalan di Jakarta yang masih tergenang. Yakni di Jalan Bojong Indah Raya, Kelurahan Rawa Buaya, Jakarta Barat dengan ketinggian air 15 sentimeter. Banjir juga terjadi di Jalan Pulo Indah Raya, Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat dengan ketinggian genangan mencapai 10 sentimeter. 
 
sumber: tempo
 
Updated 10 Juli 2025
Banjir dahsyat melanda Texas, Amerika Serikat (AS) pekan lalu. Hingga kini, tercatat sebanyak 161 orang termasuk 27 anak perempuan yang sedang mengikuti perkemahan musim panas di tepi sungai yang meluap dilaporkan hilang.
Gubernur Texas, Greg Abbott (9 Juli 2025):
Hanya di daerah Kerr Country saja, ada 161 orang yang diketahui hilang. Kemungkinan besar akan ada lebih banyak lagi yang ditambahkan ke dalam daftar tersebut.

Sejak memasuki musim panas, beberapa provinsi di daratan Tiongkok, termasuk Guangdong, Hubei, Guizhou, dan Henan, dilanda banjir besar secara beruntun. Selasa (1 Juli 2025), Kabupaten Xianfeng di Provinsi Hubei kembali diterjang hujan deras yang menyebabkan seluruh kota tergenang dalam semalam. Pemandangan di lokasi bencana sangat memprihatinkan. Sementara itu, Kabupaten Xixia di Kota Nanyang, Provinsi Henan, juga mengalami hujan ekstrem. Dua orang dikabarkan tewas, dan enam lainnya hilang. Jumlah korban sebenarnya masih belum diketahui. Di tempat lain, Kabupaten Rongjiang dan Leishan di Guizhou juga mengalami serangkaian banjir dan tanah longsor. Banjir bandang menerobos masuk ke dalam bangunan, banyak rumah terseret air, dan jenazah mengapung di jalanan—pemandangan sangat memilukan.

sumber: detiketindonesia
 
 
Update 18 Jul 2025
Banjir Pakistan
Hujan deras dan banjir bandang telah merenggut nyawa sedikitnya 111 orang dan menyebabkan 212 lainnya terluka di seluruh Pakistan dari 26 Juni hingga 14 Juli, demikian disampaikan oleh Otoritas Penanggulangan Bencana Nasional (National Disaster Management Authority/NDMA) Pakistan pada Senin (14 Juli 2025).

sumber: 
antara
 

27 May 2025

Darurat Judi Online 2025


 

jud
darurat judi online

Judol (judi online) masih menjadi ancaman serius di Indonesia. Di tengah upaya pemerintah memberantas praktik ilegal ini, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap fakta mengejutkan: perputaran uang judi online pada tahun 2025 (akan bisa mencapai) Rp1.200 triliun. Angka ini bahkan lebih besar dari APBN beberapa kementerian.  

Nilai Transaksi Fantastis dan Korban
Berdasarkan tulisan dari CNBC Indonesia, PPATK memprediksi perputaran uang judol bisa mencapai Rp1.200 triliun tahun ini. Angka ini naik signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.  

Kenapa judol semakin marak?  
  • Akses mudah melalui pinjol (pinjaman online) – Banyak pemain judol menggunakan pinjaman online untuk deposit. Media Inilah.com menyebut bahwa bila pinjol tidak diperketat, peredaran uang judol bisa semakin tak terkendali.  
  • Target korban: masyarakat berpenghasilan rendah – Media Indonesia menulis bahwa 38 juta pemain judol ternyata pengutang dengan penghasilan pas-pasan. Mereka terjerat karena iming-iming kemenangan besar.  
  • Kecanduan parah – Sementara Okezone menemukan kasus ekstrem di mana pemain judol menghabiskan seluruh penghasilan hanya untuk deposit judi online.  

Langkah PPATK & Pemerintah Memberantas Judol  

a. Pembekuan Rekening Terafiliasi Judi Online  
PPATK tidak tinggal diam. Tempo memberitakan, 5.000 rekening terafiliasi judol dibekukan. Langkah ini untuk memutus aliran dana ilegal.  

b. Penurunan Transaksi Drastis di Kuartal I 2025  
Indonesia.go.id menuliskan bahwa transaksi judol turun 80% berkat pemblokiran situs dan pembekuan rekening.  

c. Rekening Dormant Dihentikan Sementara  
PPATK juga menghentikan sementara rekening dormant (tidak aktif) yang kerap dipakai untuk pencucian uang judol, tulis Indonesia.go.id.  

d. Kominfo Pakai AI untuk Blokir Judol  
Kemkominfo semakin agresif dengan kecerdasan artifisial (AI) dan regulasi ketat, tulis Indonesia.go.id
 
Darurat Judi Online: Perlu Perang Kolektif
Pemerintah menyatakan darurat judi online. Indonesia.go.id menegaskan bahwa perlu kerja sama semua pihak, termasuk masyarakat, untuk melaporkan situs judol.  

Upaya Rehabilitasi Pecandu Judol
Tak hanya penindakan, pemerintah juga memberikan dukungan pemulihan bagi pecandu judol melalui program rehabilitasi dikabarkan oleh Indonesia.go.id.
 

21 May 2025

Gelombang Panas di India dan Pakistan


 

gel
bertahan hidup

Di tahun 2025, Asia Selatan, khususnya India dan Pakistan, menghadapi tantangan serius dengan munculnya gelombang panas ekstrem yang datang lebih awal dari biasanya. Fenomena ini bukan hanya sekadar cuaca panas, tetapi merupakan indikasi nyata dari perubahan iklim yang semakin mengkhawatirkan. Dengan suhu yang melonjak, masyarakat di kedua negara ini harus beradaptasi dan mencari cara untuk bertahan hidup dalam kondisi yang semakin sulit.

Dampak Gelombang Panas
Gelombang panas yang terjadi di India dan Pakistan telah mencapai suhu yang sangat tinggi, bahkan di luar batas toleransi manusia. Menurut laporan, suhu di beberapa wilayah telah mencapai lebih dari 45 derajat Celsius, yang dapat berakibat fatal bagi kesehatan manusia. Panas ekstrem ini tidak hanya mengancam kesehatan, tetapi juga mempengaruhi sektor pertanian, pasokan air, dan energi. Dalam konteks pertanian, tanaman yang biasanya tumbuh subur di musim panas kini terancam gagal panen akibat suhu yang tidak wajar.

Penyebab dan Konsekuensi
Salah satu penyebab utama dari gelombang panas ini adalah perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia, seperti emisi gas rumah kaca. Dengan meningkatnya suhu global, pola cuaca menjadi semakin tidak menentu. Gelombang panas yang datang lebih awal ini menunjukkan bahwa kita tidak hanya menghadapi masalah jangka pendek, tetapi juga ancaman jangka panjang terhadap keberlangsungan hidup di planet ini.

Kondisi ini memaksa masyarakat untuk beradaptasi dengan cepat. Di India, misalnya, pemerintah telah mengeluarkan peringatan dan langkah-langkah mitigasi untuk melindungi warga dari dampak panas ekstrem. Namun, tidak semua orang memiliki akses yang sama terhadap sumber daya untuk bertahan hidup. Mereka yang tinggal di daerah terpencil atau kurang mampu sering kali menjadi yang paling rentan.

Strategi Bertahan Hidup
Dalam menghadapi gelombang panas yang semakin parah, penting bagi masyarakat untuk mengembangkan strategi bertahan hidup yang efektif. Salah satu cara adalah dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya hidrasi. Minum cukup air dan menghindari aktivitas fisik yang berat selama jam-jam terpanas adalah langkah awal yang sederhana namun sangat penting. Selain itu, penggunaan pakaian yang ringan dan berwarna terang dapat membantu mengurangi dampak panas.

Pemerintah juga berperan penting dalam menyediakan tempat penampungan yang aman dan nyaman bagi mereka yang terpaksa harus berada di luar rumah. Misalnya, pusat-pusat komunitas dapat dijadikan tempat berlindung dari panas, di mana masyarakat bisa mendapatkan akses ke air bersih dan pendingin.

Teknologi dan Inovasi
Teknologi juga dapat menjadi solusi dalam menghadapi tantangan ini. Inovasi dalam bidang pertanian, seperti penggunaan varietas tanaman yang tahan panas, dapat membantu petani untuk tetap produktif meskipun dalam kondisi cuaca yang ekstrem. Selain itu, teknologi informasi dapat digunakan untuk menyebarkan informasi tentang cuaca dan tips bertahan hidup kepada masyarakat secara lebih luas.

Gelombang panas yang melanda India dan Pakistan adalah pengingat bahwa perubahan iklim bukanlah isu yang bisa diabaikan. Dengan datangnya gelombang panas lebih awal, kita dihadapkan pada tantangan untuk beradaptasi dan bertahan hidup dalam kondisi yang semakin sulit. Masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta perlu bekerja sama untuk mengembangkan strategi yang efektif dalam menghadapi ancaman ini. Hanya dengan kesadaran dan tindakan kolektif, kita dapat mengurangi dampak dari perubahan iklim dan memastikan keberlangsungan hidup di masa depan.
 
sumber berita: kompasdetikjatimnetwork

19 May 2025

Covid-19 kembali di Hong Kong dan Singapura


 

cov
mobilisasi warga

Kita kembali dihadapkan pada kenyataan pahit: Covid-19 kembali melonjak di beberapa negara, yaitu di Hong Kong dan Singapura. Bagaimana situasi ini berkembang? dan apa dampaknya bagi mobilisasi masyarakat saat ini?

Gelombang Baru Covid-19: Ada Varian Baru?
Dalam beberapa minggu terakhir, Hong Kong dan Singapura mengalami lonjakan kasus Covid-19 yang signifikan. Menurut laporan terbaru, Hong Kong mencatat peningkatan kasus harian yang cukup mencolok, sementara Singapura juga tidak kalah mencemaskan dengan angka kematian yang mulai meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun vaksinasi telah dilakukan secara luas, virus ini masih memiliki kemampuan untuk menyebar dan menyebabkan dampak serius pada kesehatan masyarakat.

Lonjakan ini dipicu oleh beberapa faktor, termasuk varian baru yang lebih menular dan penurunan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan. Di Hong Kong, misalnya, banyak warga yang mulai mengabaikan penggunaan masker dan menjaga jarak fisik, yang berkontribusi pada penyebaran virus yang lebih cepat. Sementara itu, di Singapura, meskipun vaksinasi telah mencapai tingkat yang tinggi, munculnya varian baru membuat situasi semakin rumit.

Kematian yang Meningkat: Apa Artinya bagi Kita?
Satu hal yang sangat mengkhawatirkan adalah meningkatnya angka kematian akibat Covid-19 di kedua negara ini. Di Singapura, angka kematian telah mencapai rekor tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Ini menjadi pengingat bahwa meskipun kita telah berusaha keras untuk mengendalikan pandemi, virus ini masih bisa mengambil nyawa, terutama di kalangan mereka yang rentan.

Kematian akibat Covid-19 bukan hanya angka statistik; di balik setiap angka terdapat cerita dan kehilangan yang mendalam bagi keluarga dan komunitas. Ini adalah saat yang sulit bagi banyak orang, dan kita perlu menunjukkan empati serta dukungan kepada mereka yang terdampak.

Mengapa Kita Perlu Waspada?
Situasi ini mengingatkan kita bahwa Covid-19 belum sepenuhnya pergi. Kita harus tetap waspada dan tidak lengah. Meskipun banyak dari kita mungkin merasa lelah dengan pembatasan dan protokol kesehatan, penting untuk diingat bahwa tindakan sederhana seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak fisik masih sangat relevan.

Pemerintah di kedua negara telah mulai mengambil langkah-langkah untuk mengatasi lonjakan ini, termasuk memperketat pembatasan sosial dan meningkatkan kampanye vaksinasi. Namun, keberhasilan langkah-langkah ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Kita semua memiliki peran dalam memerangi pandemi ini.
 
Ketika informasi disampaikan dengan baik, masyarakat lebih cenderung untuk mematuhi protokol kesehatan. Kita perlu meningkatkan kesadaran akan pentingnya vaksinasi, terutama di kalangan kelompok yang masih ragu untuk divaksin.

Selain itu, kita juga harus memperhatikan kesehatan mental masyarakat. Lonjakan kasus dan kematian dapat menyebabkan kecemasan dan stres yang tinggi. Dukungan psikologis dan layanan kesehatan mental harus menjadi bagian integral dari respons terhadap pandemi.
 
sumber berita: okezonekatadatacnbc
 
 
Update 25 Mei 2025
 
Published, 24 Mei 2025
Flu Burung Merebak di Seluruh Dunia

Menurut epidemiolog Dr Caitlin Rivers, profesor madya di Fakultas Kesehatan Masyarakat Bloomberg di Universitas Johns Hopkins, USA:
(Flu burung) bukan masalah sementara - ada kekeliruan anggapan bahwa penyakit ini akan menghilang dengan cepat. Sekarang muncul kesadaran bahwa ini adalah masalah yang perlu ditangani. Prioritas utama sekarang adalah deteksi. Menemukan kasus pada manusia, untuk melihat bagaimana perubahannya - itulah ancaman terbesar.

Sejumlah ilmuwan mewanti-wanti flu burung berpotensi menjadi pandemi berikutnya. Penyakit ini telah menjangkiti ribuan peternakan di berbagai belahan dunia selama beberapa bulan terakhir.

sumber: kompas

Published, 21 Mei 2025
Kemenkes Waspadai COVID-19 Kembali Meningkat di Asia

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman:
Kami mendorong masyarakat untuk mengikuti perkembangan situasi di negara tujuan, mematuhi protokol kesehatan yang berlaku di sana, dan menunda perjalanan apabila tidak mendesak atau dalam kondisi kurang sehat. Masyarakat tidak perlu panik, namun kewaspadaan tetap penting. Kami pastikan langkah-langkah deteksi dini, pelaporan, dan kesiapsiagaan terus kami jalankan untuk menjaga situasi nasional tetap aman.

sumber: ruangbicara
 

29 January 2025

Banjir Samarinda Awal 2025


 

ban
Kota Samarinda

Curah hujan yang melanda Kota Samarinda telah menyebabkan banjir yang meluas, memengaruhi ribuan warga. Pemerintah Kota Samarinda (Pemkot Samarinda) telah mengambil langkah-langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang potensi bencana hidrologi yang mungkin timbul karena cuaca ekstrem.

Cuaca Ekstrem dan Dampaknya
Cuaca ekstrem yang dialami oleh Kota Samarinda disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi. Intensitas hujan ini telah menyebabkan banjir di berbagai wilayah, termasuk di beberapa kabupaten lainnya di Kalimantan Timur. 96 Rukun Tetangga (RT) di kecamatan Samarinda Utara, Sungai Pinang, Samarinda Ulu, Palaran, Sungai Kunjang, dan Loa Janan Ilir terdampak banjir. Sebanyak 2.463 bangunan terendam, memengaruhi 2.798 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 9.406 jiwa. Hujan deras ini juga menyebabkan kerusakan pada Daerah Aliran Sungai (DAS), yang pada gilirannya memicu banjir di beberapa kawasan.

Penyebab Banjir di Samarinda
Penyebab utama banjir di Samarinda adalah kombinasi antara curah hujan yang tinggi dan kondisi saluran drainase yang tersumbat. Ketika curah hujan melebihi kapasitas saluran drainase, maka air mulai menggenang dan menyebabkan banjir. Situasi ini ditambah lagi dengan faktor-faktor geografis seperti letak kota yang rendah dan dekat dengan laut, yang membuatnya rentan terhadap banjir.

Respons Pemkot Samarinda
Untuk menghadapi banjir yang meluas ini, Pemkot Samarinda telah mengambil langkah-langkah preventif yang efektif. Pertama, mereka menghibahkan warga untuk meningkatkan kesadaran tentang potensi bencana hidrologi yang mungkin timbul karena cuaca ekstrem. Informasi ini disampaikan melalui media sosial dan kampanye awarness untuk mempersiapkan masyarakat atas kemungkinan banjir yang lebih parah.

Selain itu, Pemkot Samarinda juga telah melakukan evakuasi warga yang tinggal di zona rawan banjir. Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan warga dan menghindarkan mereka dari risiko yang lebih besar. Fasilitas pengungsian sementara juga disiapkan untuk menerima warga yang harus meninggalkan rumah mereka karena banjir.

Kesadaran masyarakat tentang potensi bencana hidrologi sangatlah penting dalam menghadapi cuaca ekstrem. Oleh karena itu, Pemkot Samarinda juga mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan siap menghadapi situasi darurat apa pun yang mungkin timbul. Masyarakat diminta untuk selalu memantau informasi cuaca dan mengikuti instruksi petugas penyelamat untuk memastikan keselamatan diri dan keluarganya.

Curah hujan ekstrem yang melanda Kota Samarinda telah menyebabkan banjir yang meluas, memengaruhi ribuan warga. Respons Pemkot Samarinda dalam menghadapi situasi ini telah menunjukkan komitmen mereka untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan mengambil langkah-langkah preventif yang efektif. Sayangnya, pihak Pemkot tidak memberikan langkah2 preventif yang efektif 'sebelum' musim hujan tiba. Fasilitas kota yang sedang gencar dilakukan, sebelum musim hujan, tidak mampu melindungi aset kota samarinda.
 
sumber berita:
rri 

08 September 2024

Apa Kata WHO: Upaya Kemanusiaan di Sudan


 

Upaya Kemanusian Di Sudan

Dalam sebuah cerita yang menguras emosi, kepedulian, dan harapan, Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), berbicara dengan nada keprihatinan yang dalam saat mengungkapkan situasi krisis kemanusiaan yang melanda Sudan. Lebih dari 20.000 jiwa telah meregang nyawa dalam konflik antara militer Sudan dan kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF), sementara jutaan lainnya terpaksa meninggalkan rumah dan mencari tempat perlindungan di dalam negeri maupun di negara-negara tetangga. Angka-angka ini bukan hanya sekadar statistik dingin, melainkan representasi dramatis dari kesengsaraan yang nyata yang dirasakan oleh penduduk Sudan.

Tedros, dalam konferensi pers yang dilaksanakan di Port Sudan, menyoroti bahwa hampir setengah dari 25 juta penduduk Sudan berada dalam kebutuhan mendesak akan bantuan, sedangkan sektor kesehatan negara tersebut telah hampir lumpuh. Dalam panggilan emosionalnya, ia mengecam tindakan tidak memadai yang diambil dalam menanggapi krisis ini. "Skala darurat ini mengejutkan," ujarnya, mencerminkan ketidakberdayaan dalam menghadapi kehancuran yang meluas.

Dengan tekad yang teguh, Tedros mendorong dunia untuk bersatu dan memberikan bantuan kepada Sudan agar dapat keluar dari keterpurukan yang meradang saat ini. Ia menggarisbawahi urgensi dari situasi ini, bahwa Sudan membutuhkan sorotan penuh dunia untuk dapat memulihkan diri dari mimpi buruk yang melanda. Kepedulian akan keselamatan warga Sudan menjadi prioritas utama dalam panggilan WHO.

Pengungsi yang mencapai angka lebih dari sepuluh juta orang menyoroti skala masalah yang memprihatinkan di Sudan. Negara ini menjadi tuan rumah bagi jumlah pengungsi terbesar di dunia, sebuah fakta yang menunjukkan betapa mendesaknya tanggapan global terhadap tragedi ini. Tedros menekankan pentingnya sumber daya tambahan untuk memastikan kebutuhan dasar dari jutaan orang ini terpenuhi dengan baik.

Namun, tidak hanya masalah pengungsi yang menjadi perhatian WHO. Tedros dengan tegas meminta gencatan senjata, langkah yang dianggapnya mutlak diperlukan untuk mencapai solusi politik berkelanjutan. Perlindungan yang lebih baik terhadap fasilitas kesehatan dan akses yang aman untuk pasokan bantuan menjadi tuntutan mendesak demi memperluas program vaksinasi yang krusial, terutama dalam situasi konflik seperti yang tengah melanda Sudan. "Mengamankan fasilitas kesehatan adalah langkah awal yang penting untuk menyelamatkan jutaan nyawa, terutama yang paling rentan seperti anak-anak dan perempuan," ungkapnya dengan penuh kekhawatiran.

Tidak hanya sebagai kepala WHO, Tedros juga menyuarakan hati nurani kita sebagai manusia. Ia mengingatkan bahwa di balik setiap angka statistik adalah individu-individu yang merasakan penderitaan dan keputusasaan. Saat ini, Sudan membutuhkan lebih dari sekadar bantuan materi, tetapi juga empati, kebijaksanaan, dan tindakan kolektif dari seluruh dunia.

Dalam dunia yang sering kali terbagi oleh kepentingan-kepentingan nasional, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengingatkan kita bahwa pada intinya, kita semua bagian dari satu keluarga besar, satu umat manusia. Dan sebagai keluarga, tugas kita adalah mendukung dan melindungi satu sama lain, terlepas dari batas-batas fisik atau politik yang mungkin memisahkan kita.

"Bangunlah, dunia," seru Tedros dengan penuh keberanian. Suara WHO ini menggema harapan bagi Sudan dan bagi kita semua, bahwa dengan solidaritas dan tindakan bersama, kita mampu mengubah mimpi buruk menjadi kenyataan yang lebih baik bagi semua.

 
sumber bacaan: