Sekolah Rakyat di Juli 2026
![]() |
| mensos |
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menargetkan 97 gedung permanen Sekolah Rakyat di berbagai daerah mulai beroperasi pada Juli 2026 untuk memperluas akses pendidikan bagi anak dari keluarga miskin dan rentan di seluruh Indonesia. Dari puluhan titik pembangunan tersebut sebanyak 67 lokasi ditargetkan selesai tepat waktu, sedangkan sisanya tetap dapat difungsikan untuk kegiatan belajar mengajar.
Mensos, Saifullah Yusuf:
Lebih dari 4 juta anak usia 7-18 tahun di Indonesia tercatat tidak sekolah, putus sekolah, atau berisiko putus sekolah. Data ini diperkuat oleh temuan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan masih adanya anak-anak yang belum terjangkau layanan pendidikan dengan kecenderungan putus sekolah meningkat pada jenjang pendidikan lebih tinggi. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) menegaskan bahwa negara harus hadir melalui intervensi menyeluruh hingga ke level keluarga dengan mengedepankan semangat gotong royong. Mensos menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat menjadi langkah strategis untuk menjangkau kelompok paling rentan.
Mensos menegaskan pula bahwa Program Sekolah Rakyat difokuskan bagi anak putus sekolah dan keluarga miskin ekstrem melalui sistem penjangkauan langsung. Sehingga program Sekolah Rakyat itu tidak membuka pendaftaran umum. Pemerintah justru aktif menjangkau anak-anak yang belum sekolah, putus sekolah, maupun yang berisiko putus sekolah.
sumber berita:
Mensos, Saifullah Yusuf:
Di 97 titik sekarang ini sedang dikerjakan pembangunan gedung sekolah rakyat oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Gedung (Sekolah Rakyat) ini nanti bisa menampung 1.000 siswa SD, SMP dan SMA dilengkapi dengan fasilitas perpustakaan, kemudian asrama laboratorium ya, UKS, dan juga fasilitas-fasilitas ekstrakurikuler lainnya
Lebih dari 4 juta anak usia 7-18 tahun di Indonesia tercatat tidak sekolah, putus sekolah, atau berisiko putus sekolah. Data ini diperkuat oleh temuan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan masih adanya anak-anak yang belum terjangkau layanan pendidikan dengan kecenderungan putus sekolah meningkat pada jenjang pendidikan lebih tinggi. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) menegaskan bahwa negara harus hadir melalui intervensi menyeluruh hingga ke level keluarga dengan mengedepankan semangat gotong royong. Mensos menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat menjadi langkah strategis untuk menjangkau kelompok paling rentan.
Mensos menegaskan pula bahwa Program Sekolah Rakyat difokuskan bagi anak putus sekolah dan keluarga miskin ekstrem melalui sistem penjangkauan langsung. Sehingga program Sekolah Rakyat itu tidak membuka pendaftaran umum. Pemerintah justru aktif menjangkau anak-anak yang belum sekolah, putus sekolah, maupun yang berisiko putus sekolah.
sumber berita:
