banjir

Showing posts with label banjir. Show all posts
Showing posts with label banjir. Show all posts

02 September 2026

Ketika Dinding Himalaya Jebol Tanpa Hujan


 

tib
di perbatasan nepal-tibet

Langit di atas perbatasan Nepal-Tibet mendadak runtuh ketika jutaan kubik gletser purba ambrol dari ketinggian 5.200 meter dan menyapu desa-desa di hilir tanpa ada tanda-tanda hujan ekstrem. Horor iklim baru akibat jebolnya bendungan alami Sungai Lhende Khola ini tidak hanya menelan ribuan korban jiwa, tetapi juga memicu ketegangan geopolitik antara Beijing dan Kathmandu. 

Tudingan miring itu buru-buru ditepis Beijing. Kementerian Luar Negeri China membantah keras anggapan bahwa proyek pembangkit listrik tenaga air (hydropower) raksasa milik mereka di Tibet menjadi biang keladi banjir bandang yang meluluhlantakkan perbatasan Nepal-Tibet pada Rabu, 26 Agustus lalu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, mengklaim investigasi bersama para ahli dari kedua negara menunjuk satu tertuduh: alam. Bencana itu, kata Guo, murni dipicu runtuhnya gletser di dataran tinggi Nepal yang memicu longsoran berantai. “Tuduhan terhadap proyek China sama sekali tak berdasar,” ujarnya dalam konferensi pers di Beijing, Senin, 31 Agustus lalu.

Sebagai gantinya, Beijing memamerkan diplomasi uluran tangan. Guo menyebutkan 50 ton bantuan gelombang pertama telah diterbangkan ke Kathmandu, lengkap dengan kiriman tim ahli penyelamat terowongan. China juga membuka akses data satelit, citra hidrologi, serta sistem peringatan dini danau penghalang di hulu untuk menyokong Nepal.

Banjir bah di pengujung Agustus ini memang ganjil. Lembah Himalaya diterjang gelombang es, lumpur, dan batu tanpa didahului hujan ekstrem. Di sinilah para ilmuwan bekerja dengan penuh kehati-hatian. Alih-alih langsung menunjuk hidung perubahan iklim sebagai kambing hitam instant, para peneliti mulai membedah anomali ini bak detektif forensik.

Mata satelit mulanya menangkap keanehan: bagian bawah gletser di ketinggian 5.200 meter di atas permukaan laut mendadak amblas, merosot sejauh satu kilometer ke dasar lembah. Penelusuran lebih jeli dilakukan oleh para ahli di Institut Geofisika dan Vulkanologi Italia (INGV). Dengan cermat, mereka memeriksa ulang grafik gelombang yang semula dikira gempa tektonik biasa. Hasilnya mengejutkan: getaran itu rupanya sinyal seismik dari gesekan masif runtuhan dinding es hulu.

Para ilmuwan menyimpulkan material es dan batu itu sempat menyumbat aliran Sungai Lhende Khola secara senyap. Ketika bendungan alami ini tak lagi kuat menahan volume air bawah tanah yang menghangat akibat pemanasan global, jutaan kubik material jebol seketika. Bagi para peneliti, tragedi Nepal adalah cetak biru baru yang menuntut kehati-hatian tinggi dalam memetakan bahaya laten pemanasan global—ia tak lagi datang lewat hujan, melainkan runtuhnya fondasi bumi yang paling dingin.

Di Jakarta, Kementerian Luar Negeri RI bergerak cepat memetakan posisi warga negara Indonesia (WNI). Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, memastikan seluruh WNI di Nepal dalam kondisi aman. Per Senin, 31 Agustus lalu, tercatat ada 45 WNI menetap (residen) dan enam turis domestik yang terdeteksi di wilayah Pokhara. "Seluruhnya dalam keadaan baik," kata Heni.

Namun, situasi di lapangan masih mencekam. Hingga akhir Agustus, badai pencarian masih terus berlangsung dengan angka-angka yang mengerikan:
  • 2.426 orang dilaporkan masih hilang ditelan lumpur dan puing.
  • 4.451 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
  • 101 orang luka-luka masih terbaring di rumah sakit setempat.

Hal mana juga menimpa para pelancong dunia. Ratusan turis asing dari 32 negara dilaporkan hilang kontak di jalur pendakian sekitar perbatasan, sementara baru 184 turis yang berhasil dievakuasi dari jebakan maut Himalaya.

sumber bacaan: cnn-indonesiadetikokezone

20 January 2026

Pencabutan Izin Perusahaan Karena Banjir Sumatera 2025


 

per
satgas

Presiden Prabowo cabut izin perusahaan yang diduga melanggar aturan imbas bencana ekologi yang menerjang Sumatera pada akhir 2025. Dari hasil investigasi yang dilakukan Satgas Penertiban Kawasan Hutan, pelanggaran yang dilakukan 28 perusahaan berakibat pada bencana ekologi yang menimpa Sumatera akhir tahun 2025. Oleh sebab itu, Presiden Prabowo mencabut izin 28 perusahaan tersebut.

28 perusahaan itu terdiri dari 22 Perusahaan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) Hutan Alam dan Hutan Tanaman Seluas 1.010.592 hektare. Selain itu, ada juga 6 perusahaan yang bergerak di bidang tambang, perkebunan, dan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (PBPHHK).

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, hal ini diputuskan dalam Rapat Terbatas, yang dipimpin Presiden melalui virtual bersama kementerian/lembaga dan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (PKH), pada hari Senin 19 Januari 2026.

sumber: cnbckompastv
 
 
update 22 Januari 2026

Respon Greenpeace

Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Sekar Banjaran Aji:
Pemerintah memang sudah seharusnya mengevaluasi izin-izin industri ekstraktif, apalagi setelah banjir Sumatera yang merugikan lebih dari 100 ribu orang yang kini mengungsi, merenggut 1.200 jiwa, dan merusak lebih dari 175 ribu rumah warga. Banjir besar dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025, makin menyingkap betapa parahnya dampak krisis iklim dan kerusakan ekologi. Kendati begitu, keputusan tersebut masih menyisakan sejumlah pertanyaan. Pertama, penting bagi pemerintah mengedepankan transparansi dalam proses penertiban kawasan hutan. Jadi bagaimana investigasi dilakukan dan indikator pencabutan harus dijelaskan dalam surat keputusan yang bisa diakses publik. Tanpa kejelasan tersebut, penegakan ini sulit dimonitor oleh publik. Kedua, bagaimana pemerintah menjalankan pemulihan dan rehabilitasi lingkungan hidup setelah kehancuran ekologi yang terjadi. Ketiga, bagaimana pemerintah memastikan pemenuhan hak atas tanah untuk Masyarakat Adat, karena ada perusahaan yang kehadirannya juga telah menggusur dan merampas ruang hidup Masyarakat Adat

sumber berita: greenpeace

29 December 2025

Jadwal Bencana di Akhir Tahun


 

ben
sumatera 2025

Menurut WorldRiskIndex 2024, Indonesia menempati peringkat kedua sebagai negara dengan tingkat risiko bencana tertinggi setelah Filipina. Dalam 1 dekade terakhir, Indonesia mencatat tren peningkatan jumlah kejadian bencana alam yang cukup signifikan, berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

The WorldRiskIndex 2024 adalah angka Indeks Risiko Dunia 2024 dari risiko bencana 193 negara di seluruh. Angka Indeks ini mencakup semua negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa dan mencakup lebih dari 99% populasi dunia. Pada tahun 2024, titik rawan risiko (tetap) berada di Amerika dan Asia, dengan delapan dari sepuluh negara memiliki skor risiko tertinggi. Namun, dalam jangka panjang, titik rawan ini akan bergeser ke negara-negara dengan paparan sensitif iklim dengan kerentanan tinggi. Sepuluh negara dengan risiko tertinggi hanya sedikit berubah: Meksiko dan Kolombia bertukar posisi, dengan Kolombia sekarang memiliki risiko bencana tertinggi di Amerika. Cina keluar dari kelompok tersebut dan Pakistan naik ke peringkat ke-10. 

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 22 Desember 2025 pukul 09.30 WIB, total korban meninggal dunia di Sumatra Barat dan Sumatra Utara mencapai 618 jiwa. Selain itu, 154 orang dinyatakan hilang, sekitar 2.700 orang luka-luka, dan 34 kabupaten/kota terdampak. sebanyak 41.176 rumah rusak. Kemudian sebanyak 566 fasilitas umum, 224 rumah ibadah, 66 fasilitas kesehatan, 276 fasilitas pendidikan, 29 gedung perkantoran, serta 109 jembatan mengalami kerusakan.

ben
data bnpb 2025


Durasi akhir-tahun tidak saja berisikan agenda liburan, akhir tahun juga (seperti) menjadi momentum untuk mewaspadai bencana hidrometeorologi yang terjadwal. Mayoritas bencana di Indonesia didominasi hidrometeorologi. Informasi dari Geoportal Data Bencana Indonesia di laman Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan, sejak 1 Januari 2025 hingga 17 Desember 2025 sudah terjadi 3.116 bencana di Indonesia.  


sumber: goodstatsreliefwebbnpbmetrotvkompas

17 December 2025

Tenaga Kesehatan Ke Bencana Sumatera


 

ten
nakes

Data Tenaga Kesehatan (BPS 2023): 
Perawat: Sumatera Utara: 25.787, Aceh: 21.435, Sumatera Barat: 12.236
Tenaga Kesehatan Masyarakat: Aceh: 3.890, Sumatera Utara: 3.167, Sumatera Barat: 1.430 

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa sebanyak 600 dokter umum, dokter spesialis, dan perawat akan diberangkatkan ke rumah sakit serta puskesmas di wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Para tenaga medis akan dikirim secara bergilir atau rolling setiap dua pekan.

Nakes ini ada yang berasal dari kampus-kampus pendidikan kedokteran seperti Universitas Gadjah Mada dan Universitas Indonesia. Kemudian, dokter yang dimiliki oleh organisasi kemasyarakatan seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama serta berbagai organisasi profesi lainnya. Mereka yang dikirim terdiri dari berbagai tingkatan. Mulai dari dokter magang, dokter umum, hingga dokter spesialis. Ratusan relawan kesehatan tersebut secara sukarela mendaftarkan diri melalui rekrutmen relawan yang dibuka Kementerian Kesehatan sejak beberapa hari yang lalu. Para relawan itu akan dirotasi setiap dua minggu sekali. Cara ini dilakukan guna menjaga kesehatan para relawan.

sumber: bpsppnitempo

16 December 2025

Bencana Sumatera: Kerugian Rp51 T namun Klaim Asuransi Rp567 M


 

ban
banjir sumatera desember 2025

AAUI (Asosiasi Asuransi Umum Indonesia) menyoroti masih tingginya protection gap di Indonesia. Pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 51 triliun untuk rehabilitasi dan pemulihan akibat bencana ini, sementara estimasi klaim asuransi, yang tercatat hingga saat ini,  "hanya" di kisaran Rp560 miliar(angka sementara).

Ketua AAUI Budi Herawan:
Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian besar risiko bencana masih belum terlindungi oleh asuransi, sehingga menjadi tantangan bersama untuk meningkatkan literasi, inklusi, dan penetrasi asuransi bencana di masa mendatang

Angka kesenjangan/gap yang mencolok tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar risiko bencana di Indonesia masih belum terlindungi oleh asuransi. Akibatnya, beban pembiayaan pasca bencana masih dominan ditanggung oleh negara dan masyarakat secara langsung.

Polis asuransi harta benda standar yang berlaku saat ini, pada dasarnya menjamin risiko banjir dan angin topan, sepanjang terdapat perluasan jaminan Klausula 43 A. Dalam keadaan darurat bencana idealnya pembayaran klaim dapat terjadi secara cepat. Salah satunya melaksanakan proses survei kerugian yang tidak memakan waktu lama, sehingga sangat cocok untuk keperluan tanggap darurat pascabencana. Pada umumnya, "jadwal" kedatangan banjir di Indonesia sudah bisa terlihat pada prediksi cuaca sebelumnya. Banjir seperti terjadwal dengan baik. 

sumber: cnbcinfobanknewsantara

14 December 2025

Padang Banjir (Lagi)


ban
banjir lagi di padang

Curah hujan tinggi membuat Sungai Batang Kuranji meluap dan membanjiri kawasan permukiman warga di Batu Busuak, Kota Padang, Sumatera Barat, kembali diterjang banjir. Ketinggian banjir mencapai satu hingga dua meter. Warga yang sempat pulang untuk memantau kondisi rumah terpaksa kembali menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman.

Ketua MPR Ahmad Muzani menyempatkan diri berada di lokasi banjir bandang di Kecamatan Nanggalo, Padang, Sumatera Barat. Di lokasi ini, belasan rumah hanyut terbawa banjir. Diketahui per tanggal 13 Desember 2025, korban tewas bencana Sumatera telah mencapai 1.006 orang. Sementara itu 217 orang masih dinyatakan hilang.

Luapan Sungai Batang Kuranji merendam permukiman warga, memaksa penduduk yang sebelumnya sempat kembali ke rumah masing-masing untuk kembali dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Berdasarkan informasi yang dihimpun, hujan deras yang berlangsung selama beberapa jam menyebabkan debit Sungai Batang Kuranji meningkat drastis hingga meluap pada Minggu sore, 14 Desember 2025.


sumber berita: kompastv-videodetik-videowartakota

 

10 December 2025

Kayu Gelondongan di Banjir Sumatera


 

kay
label kayu log

Ditengah peristiwa bencana banjir sumut-aceh-sumbar, Polda Lampung menemukan kayu gelondongan dengan stiker Kemenhu, di Pesisir Barat, Lampung. Dalam pemeriksaan tersebut, ditemukan nomor dan barcode pada kayu-kayu gelondongan yang terdampar.

Direktur Iuran dan Penatausahaan Hasil Hutan di Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) Kemenhut Ade Mukadi:
Kayu yang ditemukan di Lampung bukan kayu hanyut akibat banjir di Sumatera. Kayu berasal dari kecelakaan kapal tugboat kayu dari PBPH (HPH) PT Minas Pagai Lumber di Mentawai. Mesin tugboat mati dan terkena badai sejak 6 November 2025 sehingga ada banyak kayu yang jatuh dari tagboat tersebut


Penampakan ribuan kayu gelondongan Berlabel Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan logo SVLK Indonesia terdampar di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Diduga kuat kayu itu berjumlah 4.800 batang dari berbagai jenis terdampar karena kapal tongkang milik PT Bintang Ronmas Jakarta kandas pada 6 November 2025 lalu. Foto dan video itu berseliweran di media sosial. Lokasinya kayu terdampar itu berada di Pantai Tanjung Setia, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. 

Banjir Sumatera membawa material lumpur dan gelondong. Kayu tebangan dari deforestasi di hulu daerah aliran sungai atau DAS. Ribuan gelondong berbagai ukuran menumpuk di Pantai Air Tawar, Kota Padang, selepas banjir bandang. Gelondong-gelondong itu terhanyut banjir dari hulu DAS Aia Dingin yang mengalami perubahan tutupan hutan karena penebangan. Tumpukan gelondong juga ada di DAS Meureudu di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, dan DAS Garoga di Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

sumber berita: kompasdisway

08 December 2025

Terkini dari Bencana Banjir Sumatera


 

sum
bencana banjir sumatera

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data korban meninggal bencana di Sumatera. Data terbaru saat ini tercatat ada 940 orang meninggal dunia. Ada 276 orang saat ini dilaporkan masih hilang. Sementara lima ribu orang mengalami luka-luka di tiga provinsi.
(Berdasarkan data di situs dashboard penanganan bencana darurat banjir dan longsor di Aceh-Sumut-Sumbar, tanggal 7 Desember2025 pukul 17.00 WIB).

Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sampai 8 Desember 2025 pukul 10.00 WIB, bencana di tiga provinsi Pulau Sumatra ini telah merusak sekitar 1,2 ribu unit fasilitas umum. Bencana juga merusak 199 unit fasilitas kesehatan, 534 unit fasilitas pendidikan, 420 unit rumah ibadah, 234 unit gedung/kantor, dan 435 unit jembatan.

Sejumlah negara menyampaikan ucapan belasungkawa atas peristiwa banjir bandang dan longsor yang menewaskan setidaknya 916 orang di tiga provinsi di Sumatra. Para pemimpin negara itu di antaranya Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, Presiden Rusia Vladimir Putin, Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Raja Charles III, dan Duta Besar Uni Emirat Arab Abdulla Salem Al Dhaheri. Negara-negara lain yang juga mengucapkan duka mendalam adalah Oman, Qatar, Kazakhstan, Vietnam, Kuwait, Armenia, hingga Amerika Serikat. Presiden Prabowo Subianto percaya bahwa pemerintahannya sanggup menangani bencana banjir Sumatra tanpa bantuan pihak luar.

sumber berita: detikkatadatabbc

15 September 2025

Jumlah Bencana 2025 di Indonesia


 

bnp
bencana alam


BNPB mencatat, dalam rentang waktu 1 Januari 2025 - 15 September 2025, bencana alam berdampak 349 Meninggal, hilang 37, luka-luka 551 dan menungsi/menderita sebanyak 4.863.358.

Data per 8 Juli 2025 pukul 10:07 WIB menunjukkan, banjir menjadi bencana yang paling sering terjadi di Indonesia. Diikuti cuaca ekstrem, longsor, kebakaran pemukiman, serta kebakaran hutan dan lahan. Dari 1 Januari-8 Juli 2025 tercatat ada 3,85 ribu kejadian bencana di Indonesia.

Berikut jumlah kejadian bencana di Indonesia berdasarkan kategori bencana sejak 1 Januari-8 Juli 2025:

    Banjir: 1.490 kejadian
    Cuaca ekstrem: 1.080 kejadian
    Longsor: 731 kejadian
    Kebakaran pemukiman: 263 kejadian
    Kebakaran hutan dan lahan: 205 kejadian
    Gempa bumi: 30 kejadian
    Gelombang pasang/abrasi: 24 kejadian
    Erupsi gunung api: 10 kejadian
    Kekeringan: 6 kejadian
    Epidemi-wabah penyakit: 3 kejadian
    Gagal teknologi: 3 kejadian
    Konflik sosial: 3 kejadian
    Lainnya: 1 kejadian


sumber berita: bnpbkatadata

08 July 2025

Kualitas Tidur Pada Saat Banjir


 

ban
tak tidur

Gubernur Pramono Anung yang mengaku tidak bisa tidur karena banjir di Jakarta. Kali ini banjir yang melanda ibu kota bukan hanya sekadar masalah cuaca, tetapi lebih dalam mencerminkan tantangan besar dalam pengelolaan perkotaan. Banjir bisa mempengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat kota, bahkan untuk warga Jakarta yang sudah terbiasa dengan jadwal banjir.
 
Dampak Banjir Terhadap Kualitas Tidur
Banjir yang melanda Jakarta tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga mempengaruhi kesehatan mental dan fisik masyarakat. Pramono Anung mengungkapkan bahwa ia tidak bisa tidur karena khawatir dengan kondisi kota yang terendam air. Tidur yang berkualitas sangat penting untuk kesehatan, dan ketika bencana seperti banjir terjadi, banyak orang mengalami stres dan kecemasan yang mengganggu pola tidur mereka.

Tidur yang terganggu dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari penurunan daya tahan tubuh hingga gangguan mental. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk bekerja sama dalam mengatasi masalah banjir agar kualitas hidup, termasuk tidur, dapat terjaga.

Infrastruktur dan Banjir Jakarta
Dalam menghadapi banjir, tinjauan terhadap kebijakan dan infrastruktur yang ada sangatlah penting. Hal mana menunjukkan adanya tantangan dalam pengambilan keputusan yang cepat dan tepat dalam situasi darurat.

Pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase dan infrastruktur yang ada. Apakah sistem ini sudah memadai untuk menampung curah hujan yang tinggi? Apakah ada langkah-langkah mitigasi yang dapat diambil untuk mencegah banjir di masa depan? Tinjauan yang mendalam akan membantu dalam merumuskan solusi yang lebih efektif.

Akibat Banjir tehadap Lingkungan
Banjir yang merendam Jakarta tidak hanya berdampak pada infrastruktur, tetapi juga pada kehidupan sehari-hari masyarakat. Banyak warga yang terpaksa mengungsi dan kehilangan harta benda mereka. Dalam situasi seperti ini, solidaritas antarwarga menjadi sangat penting. Masyarakat seringkali saling membantu, berbagi makanan, dan memberikan tempat tinggal sementara bagi mereka yang terdampak.

Namun, rasa kebersamaan ini juga harus diimbangi dengan tindakan nyata dari pemerintah. Bantuan yang cepat dan tepat sasaran sangat dibutuhkan untuk meringankan beban masyarakat. Selain itu, edukasi tentang cara menghadapi banjir dan langkah-langkah evakuasi juga perlu ditingkatkan agar masyarakat lebih siap menghadapi bencana di masa depan.
 

07 July 2025

Jakarta Banjir, 6 Juli 2025


 

ban
banjir malam hari

Kepala BPBD Jakarta, Isnawa Adji (Minggu 6 Juli 2025):
BPBD mencatat saat ini genangan terjadi di 85 RT.
Lalu Jalan Kemang Raya, Kelurahan Bangka, Jakarta Selatan, ketinggian: 40 cm, penyebab: curah hujan tinggi dan Jalan Cipinang indah (SMK Penabur ), Kelurahan Pondok Bambu, Jakarta Timur, ketinggian 15 cm

Sekitar 49 RT kawasan Jakarta Selatan dan Jakarta Timur yang terdampak banjir. Kemudian pukul 22.00 WIB, daerah banjir juga meliputi Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Banjir paling tinggi terjadi di wilayah Kelurahan Cawang. Ada 7 RT yang terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 270 cm. Selain itu di wilayah Kelurahan Bidara Cina juga terjadi banjir besar. Ketinggian air di sana mencapai 210 cm. Sebanyak 14 RT terendam banjir. Paling banyak RT yang terendam banjir berada di Jakarta Timur.

Di wilayah Jakarta Barat ada tiga ruas jalan yang tergenang meliputi Jalan Adi karya, Kedoya Selatan, Gang H Musanif, Kelurahan Kedaung Kali Angke, dan Jalan Daan Mogot, Kelurahan Cengkareng Timur.

Tercatat ketinggian air mencapai 60cm hingga 3meter.
 


update  Senin, 7 Juli 2025
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat hingga pukul 06.00 WIB sebanyak 109 rukun tetangga (RT) di Jakarta Barat, Timur, Pusat, dan Selatan masih terendam banjir karena meluapnya sungai dan juga hujan intensitas tinggi.

Berdasarkan data BPBD DKI Jakarta, per pukul 19.00 WIB Senin (7 Juli 2025), sebanyak enam RT masih kebanjiran. Satu RT di Pondok Labu kebanjiran sampai 1,2 meter.
 
sumber: antaradetik
 
updated 9 Jul 2025
Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Jakarta menyatakan sejumlah titik di Jakarta masih banjir pada Rabu pagi, 9 Juli 2025. Berdasarkan data pemantauan BPBD Jakarta per pukul 04.00, tercatat ada sembilan rukun tetangga (RT) dan dua ruas jalan di Jakarta yang tergenang air. BPBD juga mencatat dua ruas jalan di Jakarta yang masih tergenang. Yakni di Jalan Bojong Indah Raya, Kelurahan Rawa Buaya, Jakarta Barat dengan ketinggian air 15 sentimeter. Banjir juga terjadi di Jalan Pulo Indah Raya, Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat dengan ketinggian genangan mencapai 10 sentimeter. 
 
sumber: tempo
 
Updated 10 Juli 2025
Banjir dahsyat melanda Texas, Amerika Serikat (AS) pekan lalu. Hingga kini, tercatat sebanyak 161 orang termasuk 27 anak perempuan yang sedang mengikuti perkemahan musim panas di tepi sungai yang meluap dilaporkan hilang.
Gubernur Texas, Greg Abbott (9 Juli 2025):
Hanya di daerah Kerr Country saja, ada 161 orang yang diketahui hilang. Kemungkinan besar akan ada lebih banyak lagi yang ditambahkan ke dalam daftar tersebut.

Sejak memasuki musim panas, beberapa provinsi di daratan Tiongkok, termasuk Guangdong, Hubei, Guizhou, dan Henan, dilanda banjir besar secara beruntun. Selasa (1 Juli 2025), Kabupaten Xianfeng di Provinsi Hubei kembali diterjang hujan deras yang menyebabkan seluruh kota tergenang dalam semalam. Pemandangan di lokasi bencana sangat memprihatinkan. Sementara itu, Kabupaten Xixia di Kota Nanyang, Provinsi Henan, juga mengalami hujan ekstrem. Dua orang dikabarkan tewas, dan enam lainnya hilang. Jumlah korban sebenarnya masih belum diketahui. Di tempat lain, Kabupaten Rongjiang dan Leishan di Guizhou juga mengalami serangkaian banjir dan tanah longsor. Banjir bandang menerobos masuk ke dalam bangunan, banyak rumah terseret air, dan jenazah mengapung di jalanan—pemandangan sangat memilukan.

sumber: detiketindonesia
 
 
Update 18 Jul 2025
Banjir Pakistan
Hujan deras dan banjir bandang telah merenggut nyawa sedikitnya 111 orang dan menyebabkan 212 lainnya terluka di seluruh Pakistan dari 26 Juni hingga 14 Juli, demikian disampaikan oleh Otoritas Penanggulangan Bencana Nasional (National Disaster Management Authority/NDMA) Pakistan pada Senin (14 Juli 2025).

sumber: 
antara
 

29 January 2025

Banjir Samarinda Awal 2025


 

ban
Kota Samarinda

Curah hujan yang melanda Kota Samarinda telah menyebabkan banjir yang meluas, memengaruhi ribuan warga. Pemerintah Kota Samarinda (Pemkot Samarinda) telah mengambil langkah-langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang potensi bencana hidrologi yang mungkin timbul karena cuaca ekstrem.

Cuaca Ekstrem dan Dampaknya
Cuaca ekstrem yang dialami oleh Kota Samarinda disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi. Intensitas hujan ini telah menyebabkan banjir di berbagai wilayah, termasuk di beberapa kabupaten lainnya di Kalimantan Timur. 96 Rukun Tetangga (RT) di kecamatan Samarinda Utara, Sungai Pinang, Samarinda Ulu, Palaran, Sungai Kunjang, dan Loa Janan Ilir terdampak banjir. Sebanyak 2.463 bangunan terendam, memengaruhi 2.798 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 9.406 jiwa. Hujan deras ini juga menyebabkan kerusakan pada Daerah Aliran Sungai (DAS), yang pada gilirannya memicu banjir di beberapa kawasan.

Penyebab Banjir di Samarinda
Penyebab utama banjir di Samarinda adalah kombinasi antara curah hujan yang tinggi dan kondisi saluran drainase yang tersumbat. Ketika curah hujan melebihi kapasitas saluran drainase, maka air mulai menggenang dan menyebabkan banjir. Situasi ini ditambah lagi dengan faktor-faktor geografis seperti letak kota yang rendah dan dekat dengan laut, yang membuatnya rentan terhadap banjir.

Respons Pemkot Samarinda
Untuk menghadapi banjir yang meluas ini, Pemkot Samarinda telah mengambil langkah-langkah preventif yang efektif. Pertama, mereka menghibahkan warga untuk meningkatkan kesadaran tentang potensi bencana hidrologi yang mungkin timbul karena cuaca ekstrem. Informasi ini disampaikan melalui media sosial dan kampanye awarness untuk mempersiapkan masyarakat atas kemungkinan banjir yang lebih parah.

Selain itu, Pemkot Samarinda juga telah melakukan evakuasi warga yang tinggal di zona rawan banjir. Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan warga dan menghindarkan mereka dari risiko yang lebih besar. Fasilitas pengungsian sementara juga disiapkan untuk menerima warga yang harus meninggalkan rumah mereka karena banjir.

Kesadaran masyarakat tentang potensi bencana hidrologi sangatlah penting dalam menghadapi cuaca ekstrem. Oleh karena itu, Pemkot Samarinda juga mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan siap menghadapi situasi darurat apa pun yang mungkin timbul. Masyarakat diminta untuk selalu memantau informasi cuaca dan mengikuti instruksi petugas penyelamat untuk memastikan keselamatan diri dan keluarganya.

Curah hujan ekstrem yang melanda Kota Samarinda telah menyebabkan banjir yang meluas, memengaruhi ribuan warga. Respons Pemkot Samarinda dalam menghadapi situasi ini telah menunjukkan komitmen mereka untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan mengambil langkah-langkah preventif yang efektif. Sayangnya, pihak Pemkot tidak memberikan langkah2 preventif yang efektif 'sebelum' musim hujan tiba. Fasilitas kota yang sedang gencar dilakukan, sebelum musim hujan, tidak mampu melindungi aset kota samarinda.
 
sumber berita:
rri