iklim

Showing posts with label iklim. Show all posts
Showing posts with label iklim. Show all posts

03 August 2026

Karhutla AS & Eropa Makin Gawat: 60 Ribu Warga Spokane Ngungsi, Dua Helikopter Damkar Yunani Tabrakan


 

HUt
kebakaran hutan di as

Krisis iklim beneran bikin bumi makin panas. Pekan ini, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hebat serentak menerjang dua benua sekaligus, yakni Amerika Serikat dan Eropa. Di AS, sekitar 60 ribu warga Kota Spokane terpaksa angkat kaki dari rumah mereka akibat kepungan api, sementara di Yunani, misi pemadaman berujung tragedi setelah dua helikopter pemadam tabrakan di udara.


Spokane Jadi Kota Asap, Status Darurat Total
Kota terbesar kedua di Negara Bagian Washington, Spokane, lagi dalam kondisi bahaya banget. Tiga titik api besar—yang disebut Spokane Area Fire—terus meluas dan udah menghanguskan sekitar 2.180 hektare lahan. Gak cuma itu, sekitar 600 rumah dan 800 bangunan lainnya (sebagian tempat usaha warga) terancam.

Senin (3/8/2026) pagi waktu setempat, langit kota langsung berubah gelap ketutup kabut asap tebal. Pihak berwenang setempat bilang kalau api bener-bener masih out of control alias belum bisa dikendalikan sama sekali karena angin kencang. Saking parahnya, Gubernur Washington, Bob Ferguson, sampai harus telepon Presiden Donald Trump buat minta bantuan darurat dari FEMA (Badan Manajemen Darurat Federal) dan langsung menetapkan status darurat buat seluruh wilayahnya.

Tragedi Helikopter di Yunani
Geser ke Eropa, kondisi di sana gak kalah mencekam. Meskipun kebakaran di Prancis dan Spanyol mulai agak reda, Yunani malah kedatangan titik api baru di sekitar Teluk Korintus.

Kabar duka datang dari wilayah Psatha (sebelah barat Athena) pada Minggu (2/8). Dua helikopter yang lagi berjuang mati-matian madamin api malah gak sengaja tabrakan di udara gara-gara baling-balingnya senggolan. Dari video yang beredar di TV, salah satu helikopter langsung meledak dan jatuh terbakar. Dua kru helikopter dilaporkan tewas di tempat, sementara dua lainnya untungnya masih bisa diselamatkan.

sumber bacaan: detikkompastvdetik-helikopter

28 July 2026

Ratas Cuaca Ekstrem di Istana Negara: Antisipasi El Niño Kuat dan Modifikasi Cuaca Rumah Gambut


 

pre
penjelasan bmkg

Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Rapat Terbatas (Ratas) di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 28 Juli 2026. Rapat ini digelar sebagai respons cepat pemerintah di tengah tingginya frekuensi bencana hidrometeorologi sepanjang semester pertama 2026. Fokus utama pertemuan berpusat pada strategi mitigasi menghadapi cuaca ekstrem, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta potensi kekeringan panjang akibat dinamika perubahan iklim global.

Ratas tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan dan Infrastruktur Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, serta Kepala BRIN Arif Satria.

Anomali El Niño yang Datang Lebih Cepat
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkapkan bahwa rapat difokuskan untuk menyusun langkah taktis antisipatif mengingat musim kering tahun ini diperkirakan berlangsung lebih awal dan lebih lama. Berdasarkan prediksi BMKG, fenomena El Niño mengalami percepatan.

"Siklus El Niño itu biasanya terjadi empat tahunan—mulai dari 2015, 2019, hingga 2023. Mestinya siklus berikutnya jatuh pada 2027, tetapi prediksi BMKG menunjukkan El Niño justru melanda tahun ini (2026). Artinya, kekeringan datang lebih cepat dan berakhir lebih lambat. Kami sangat berterima kasih atas inisiatif Bapak Presiden yang bergerak cepat mengundang seluruh stakeholder untuk mengantisipasi hal ini," ujar Raja Juli.

Kendati demikian, Raja Juli optimis karena manajemen pengendalian karhutla nasional dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren perbaikan yang signifikan. Merujuk data Kementerian Kehutanan, luas lahan terbakar berhasil ditekan dari 2,6 juta hektare pada 2015 menjadi 1,6 juta hektare pada 2019, dan turun lagi ke angka 1,16 juta hektare pada 2023. Tren positif ini berlanjut pada tahun 2025 dengan luasan karhutla yang menyusut ke 359.619 hektare. Adapun hingga Juni 2026, indikasi luas karhutla tercatat berada di angka 107.465 hektare. Pemerintah kini memperketat pengawasan di enam provinsi rawan lahan gambut (Riau, Jambi, Sumsel, Kalbar, Kalteng, Kalsel) serta wilayah rentan baru seperti NTB dan NTT.

Pendekatan Preventif dan Operasi Modifikasi Cuaca
Seusai rapat, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengonfirmasi bahwa anomali suhu di Samudra Pasifik telah menempatkan Indonesia pada status El Niño kategori kuat dengan peluang mencapai 98 persen. Mengantisipasi krisis air dan karhutla, pemerintah langsung mengaktifkan paradigma penanganan preventif.

"Sejak musibah besar 2015, kita tidak lagi sekadar menunggu titik api muncul lalu melakukan water bombing. Begitu tinggi muka air tanah di lahan gambut terdeteksi menurun, kita langsung menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)," jelas Faisal. Langkah penyemaian awan masif ini ditargetkan untuk mengisi pasokan air di sekitar 240 waduk dan danau strategis di seluruh Indonesia. Hal ini krusial demi menjaga stabilitas Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), irigasi sektor pertanian, serta pemenuhan air bersih harian masyarakat. BRIN juga diinstruksikan menyuplai kesiapan teknologi pendukung ketahanan air regional.

Sementara itu, Menko Infrastruktur AHY menekankan pentingnya integrasi data di lapangan agar dampak ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) dan kelumpuhan ekonomi akibat penutupan bandara atau sekolah seperti tahun-tahun sebelumnya tidak terulang.

Kesiapan Evakuasi Terpadu
Dari sisi penanganan kedaruratan, Kepala Basarnas Mohammad Syafii menegaskan kesiapan institusinya dalam menghadapi dampak iklim ekstrem, termasuk potensi banjir bandang mendadak akibat cuaca yang fluktuatif. Syafii memastikan Basarnas akan mengoptimalkan fungsinya sebagai SAR Mission Coordinator. Operasi penyelamatan dan pertolongan nantinya digerakkan secara terpadu lintas kementerian/lembaga, dengan sokongan penuh sarana prasarana taktis dari unsur TNI dan Polri.

sumber bacaan: rmolmetrotvkabar24-elninokabar24-bmkgkompas

27 July 2026

Eropa Lagi Ga Baik-Baik Aja: Rekor Kebakaran Terparah Sepanjang Sejarah Bikin Spanyol Darurat Nasional


 

Ero
ilustrasi karhutla

Lebih dari 250.000 orang telah dievakuasi akibat kebakaran hutan dahsyat berskala besar yang melanda wilayah Spanyol dan Prancis. Bencana "inferno" ini dipicu oleh gelombang panas ekstrem, kekeringan berkepanjangan, serta embusan angin kencang yang membuat kobaran api menyebar dengan cepat dan tidak terkendali.

1. Situasi di Prancis
Wilayah Terdampak Utama: Kebakaran hebat berpusat di wilayah barat daya, khususnya di departemen Gironde dan Landes, serta kawasan wisata populer Semenanjung Cap Ferret. Api kini dilaporkan bergerak mendekati kota metropolitan Bordeaux, yang dikenal sebagai daerah penghasil anggur utama. Titik kebakaran lain juga melanda wilayah selatan di dekat Cotignac (Departemen Var).

Jumlah Evakuasi: Sekitar 197.000 warga dan wisatawan telah diungsikan dari wilayah Gironde dan Landes saja. Jalur evakuasi bahkan harus dilakukan menggunakan kapal lewat jalur laut karena akses darat terputus oleh kobaran api.

Respons Pemerintah: Perdana Menteri Prancis menyatakan bahwa intensitas kebakaran ini telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pemerintah mengerahkan armada militer, menutup Bandara Bordeaux, membatasi perjalanan kereta, serta mengoperasikan pesawat angkut militer A400M untuk menjatuhkan cairan penahan api (fire retardant).

2. Situasi di Spanyol
Wilayah Terdampak Utama: Api berkobar hebat di sekitar ibu kota Madrid (Sierra Oeste dan Chapinería), provinsi Avila, serta wilayah Aragon dan Valencia di timur laut. Beberapa titik api besar di dekat Madrid dilaporkan menyatu sehingga menciptakan dinding api raksasa.

Jumlah Evakuasi & Dampak: Sekitar 70.000 hingga 88.000 warga telah dievakuasi. Kebakaran di Valencia dilaporkan telah menelan korban jiwa. Selain itu, kompleks Komunikasi Antariksa Jarak Jauh NASA di Madrid juga terpaksa dikosongkan demi keselamatan.

Status Darurat: Pemerintah Spanyol resmi menetapkan status Darurat Nasional karena banyaknya titik api yang muncul bersamaan sehingga melampaui kapasitas petugas pemadam lokal.

Mobilisasi Bantuan Internasional
Mengingat situasi yang kian kritis di Eropa Selatan, mekanisme perlindungan sipil Uni Eropa telah diaktifkan. Spanyol dan Prancis mendapatkan dukungan pemadaman udara berupa pesawat pengebom air dari negara tetangga seperti Italia, Yunani, Belanda, dan Portugal.

Otoritas setempat mengimbau masyarakat untuk membatalkan semua agenda perjalanan ke area terdampak. Warga di kota-kota besar yang diselimuti kabut asap (seperti Madrid) diminta mengenakan masker dan menghindari aktivitas luar ruangan.
 

24 July 2026

Bukan Kemarau Biasa, Ini Alasan Mengapa El Nino 2026 Disebut 'Super' oleh Pakar BRIN


 

bri
super el nino

Pakar Klimatologi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin, memperingatkan potensi fenomena Super El Nino pada tahun 2026. Melalui unggahan di akun media sosial X pribadinya, ia menyebut karakter El Nino kali ini diprediksi akan jauh lebih "mengganas".

Kondisi El Nino 2026 ini diperkirakan berbeda dengan fenomena serupa pada tahun 2023. Nilai intensitas El Nino tahun ini diproyeksikan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan titik puncak yang terjadi pada tahun 2023 lalu. Erma mengungkapkan bahwa lembaga pemantau cuaca ekstrem di Eropa, Severe Weather Europe, juga telah mengonfirmasi indikasi kuat kehadiran Super El Nino tersebut.

Erma dan para ilmuwan dunia menaruh perhatian besar pada perilaku El Nino 2026 yang tumbuh sangat cepat atau masuk kategori rapid developing. Sejak Februari 2026 hingga saat ini, kenaikan suhu permukaan laut ekuator terjadi konsisten dalam skala mingguan sebesar 0,2°C. "Tak ada fluktuasi sama sekali, berbeda dengan tahun 2023 yang sempat turun bahkan stagnan. Pertumbuhan yang agresif ini menunjukkan 'keganasan' El Nino 2026," ujar Erma.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemanasan di permukaan laut saat ini belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan suhu di bawah permukaan (sub-surface) Samudra Pasifik. Suhu di bawah permukaan laut tersebut terdeteksi 2 hingga 3 kali lipat lebih panas, bahkan suhu tertingginya dilaporkan dapat mencapai 9°C

Dampak Berdasarkan Kluster Wilayah Indonesia:

  • Pulau Kalimantan: Dinilai oleh BRIN sebagai wilayah paling responsif terhadap ancaman kekeringan ekstrem. Area ini menghadapi risiko paparan asap pekat akibat potensi besar Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan gambut.
  • Pulau Jawa: Sebagai lumbung padi nasional, Jawa terancam mengalami gagal panen massal akibat keringnya irigasi pertanian. Kerusakan berupa lahan retak-retak sudah mulai terdeteksi di wilayah satelit penopang pangan seperti Bogor (mencapai 30 hektar).
  • Nusa Tenggara Barat (NTB) & Nusa Tenggara Timur (NTT): Menghadapi ancaman krisis air bersih tingkat ekstrem karena minimnya cadangan air tanah dan curah hujan yang menyusut drastis.
  • Sumatra Bagian Selatan, Bali, Sulawesi, & Papua Bagian Selatan: Mengalami perluasan wilayah zona musim kemarau yang lebih panjang dan kering dibanding rata-rata klimatologisnya


sumber bacaan: detikEYulihastin-Xtempotempo-bmkg/brinbmkg

04 July 2026

Bencana Kebakaran TPA Jatiwaringin: Bukti Bobroknya Manajemen Sampah?


 

keb
TPA terbakar

Kebakaran besar melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, sejak Selasa, 30 Juni 2026. Api yang membakar gunungan sampah diperparah oleh gas metana, dengan area terdampak meluas hingga 15 hektare, memicu kabut asap pekat, dan menyebabkan lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Wakil Menteri Lingkungan Hidup (LH), Diaz Faisal Malik Hendropriyono:
(4 Juli 2026)
Kita sudah mencoba beberapa hal, jadi ada yang water bombing dan OMC (Operasi Modifikasi Cuaca) nanti akan dilakukan. Tetapi OMC ini kan nunggu awan. Nah, awannya ini belum ada


Selain pemadaman darat, petugas mengerahkan helikopter water bombing BNPB dan menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mempercepat proses pendinginan di area seluas 15 hektare tersebut.  Kualitas udara di sekitar lokasi dan permukiman terdekat seperti Perumahan Pondok Permata Rajeg berada di tingkat sangat buruk. Warga diimbau menggunakan masker, dan beberapa terpaksa mengungsi ke kantor desa terdekat saat malam hari akibat asap pekat.

sumber berita: kompasdetikdetik-video

30 June 2026

Fenomena Heat Dome Mematikan yang Lumpuhkan Eropa, Alarm Buat Indonesia?


 

PAN
heat dome dan gelombang panas

Fenomena cuaca ekstrem Kubah Panas (Heat Dome) yang membawa udara panas dari Afrika Utara kini bergerak agresif mengancam puluhan juta warga di kawasan timur benua biru tersebut. Berdasarkan analisis AFP, diperkirakan hampir 200 juta orang dipaksa bertahan di bawah panggangan suhu di atas 35°C. Lonjakan angka kematian serta kolapsnya fasilitas kesehatan di Eropa Barat kini menjadi bayang-bayang mengerikan bagi negara-negara Eropa Timur yang mulai mengeluarkan status siaga tertinggi.

Para ilmuwan menggarisbawahi bahwa fenomena heat dome yang berulang dan semakin ganas ini merupakan bukti tak terbantahkan dari pemanasan global (global warming) akibat aktivitas manusia yang terus membakar bahan bakar fosil. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa lebih dari 1.300 kematian terkait gelombang panas ekstrem di Eropa sejak 21 Juni.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus:
(dilansir AFP, 29 Juni 2026)
Stres akibat suhu panas sering disebut sebagai 'pembunuh senyap' dan bangunan rumah, tempat kerja, serta sekolah-sekolah di Eropa tidak dirancang untuk menghadapi suhu seperti ini


Setidaknya 191 juta orang di berbagai negara Eropa diperkirakan akan merasakan suhu udara minimum 35 derajat Celsius pada Minggu (28 Juni 2026), dengan suhu panas yang sangat ekstrem diprediksi menyelimuti Jerman, Republik Ceko, Hungaria, dan Polandia.

Di Indonesia, kondisi cuaca panas juga mulai dirasakan di sejumlah wilayah menjelang puncak musim kemarau. Merujuk siaran pers BMKG, suhu panas yang terjadi di Indonesia tidak dapat langsung disebut sebagai gelombang panas. BMKG menegaskan Indonesia berada di wilayah tropis dengan karakteristik suhu yang relatif stabil sepanjang tahun sehingga berbeda dengan negara-negara subtropis atau empat musim. gelombang panas umumnya terjadi di wilayah Lintang menengah hingga tinggi yang mengalami pergantian musim. Fenomena tersebut ditandai oleh kenaikan suhu yang jauh melampaui rata-rata klimatologis selama beberapa hari berturut-turut. Karakteristik seperti ini tidak ditemukan di Indonesia. Secara teknis atmosfer, Indonesia aman dari fenomena heat dome dan gelombang panas (heatwave) seperti di Eropa karena posisi geografisnya di wilayah tropis.

sumber: jernihdetik-whodetik-bmkgtribunnews-video

28 June 2026

Titik Panas di Kalimantan Timur


 

tit
sebaran titik panas di indonesia

Data hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Minggu (28 Juni 2026) pukul 11.30 WIB. Terdeteksi 824 titik panas, 27 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 779 titik skala sedang, dan 18 titik skala rendah. Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Kalimantan Timur sebanyak 104 titik. Nusa Tenggara Timur menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 72 titik. Papua Selatan berada di posisi ketiga sebanyak 64 titik panas. Sebanyak 64 titik panas terdeteksi di Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan menyusul dengan 45 titik panas, serta Kalimantan Tengah dan Jawa Timur masing-masing memiliki 42 dan 38 titik panas terdeteksi.

Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pada sebelumnya yaitu 8 Juni 2026, hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Senin (8 Juni 2026) pukul 11.11 WIB. Dari 424 titik panas terdeteksi, 6 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 402 titik skala sedang, dan 16 titik skala rendah. Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Kalimantan Timur sebanyak 53 titik. Sumatera Selatan menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 53 titik. Nusa Tenggara Barat berada di posisi ketiga sebanyak 42 titik panas.

Dilaporkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca untuk Provinsi Kalimantan Timur pada Selasa (23 Juni 2026) hingga Rabu (24 Juni 2026) : cuaca di Kalimantan Timur pada Selasa didominasi kondisi berawan, udara kabur, kabut/asap, dan cerah berawan di sejumlah wilayah. Kabut/asap berpotensi terjadi di Kabupaten Kutai Barat dan Kutai Timur. Sementara itu, Kabupaten Paser, Penajam Paser Utara, dan Kota Balikpapan diprakirakan mengalami udara kabur.

sumber berita: katadata-28junikatadata-8junikompas

07 March 2026

Indonesia Lebih Dingin


 

ind
puasa di arab saudi

BMKG memprediksi sejumlah daerah di Indonesia memasuki musim kemarau mulai April 2026, yang diawali di wilayah Nusa Tenggara dan bertahap dialami di wilayah lain. BMKG juga memprediksi puncak musim kemarau terjadi pada Juli 2026 untuk beberapa wilayah di Indonesia

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani:
Awal musim kemarau, sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi masuk musim kemarau pada periode April, yaitu ada 114 zona musim atau sekitar 16,3 persen dari seluruh zona musim yang ada di Indonesia, sebanyak 699


Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), saat ini, mencatat hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. BMKG juga memprediksi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat dan angin kencang berpotensi melanda beberapa wilayah Indonesia. Peningkatan intensitas hujan tersebut dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kombinasi dinamika atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah.

Semantara itu di Arab Saudi, Ramadan tahun ini menghadirkan suasana berbeda. Bulan suci yang jatuh pada pertengahan Februari hingga pertengahan Maret bertepatan dengan musim dingin, membawa suhu lebih sejuk dan durasi puasa yang lebih pendek dibandingkan saat Ramadan berlangsung di puncak musim panas. Kondisi ini membuat ibadah puasa menjadi lebih nyaman.

sumber: kompas-jatimkompas-jabardetik-puasa

16 November 2025

Indonesia ditengah Diplomasi Iklim


 

dip
diplomasi iklim


Pada saat Indonesia menjadi tuan rumah COP-13 di Bali pada 2007. Dari forum itulah lahir gagasan besar yang kemudian dikenal sebagai REDD+, mekanisme global yang memberikan insentif bagi negara pemilik hutan untuk mengurangi deforestasi. Bagi Indonesia, REDD+ bukan sekadar terobosan diplomasi, melainkan juga pengakuan atas peran hutan tropis sebagai penyerap karbon dunia.  Dalam forum internasional, satu hal menjadi jelas bahwa keputusan tidak pernah berhenti pada aspek teknis. Semua selalu bermuara pada kemauan politik. Tanpa dorongan politik, perhitungan ilmiah hanya akan menjadi angka di atas kertas. Kehadiran Indonesia lebih dari sekadar formalitas. Dengan hutan tropis yang luas, Indonesia memegang peran strategis dalam negosiasi global.

Menteri Lingkungan Hidup /Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq:
Kedua nama ini mungkin terdengar asing, tapi isinya adalah kabar baik untuk kita semua. Dokumen ini adalah rencana besar Indonesia untuk melawan perubahan iklim dan melindungi rakyat dari dampaknya

Perwakilan PBB, Simon E. Stiell:
Penyerahan kedua dokumen ini di COP30 menegaskan Indonesia tidak lagi hanya berjanji. Kita sudah punya rencana detail (NAP) dan target yang jelas (SNDC) untuk melindungi rakyat dan bumi

PBB memuji langkah Indonesia ini, menyerahkan dua dokumen yaitu NAP dan SNDC. NAP adalah singkatan dari National Adaptation Plan atau Rencana Adaptasi Nasional. NAP merupakan buku panduan siaga bencana iklim Indonesia. Isinya adalah strategi jangka panjang untuk membuat semua lebih tahan banting terhadap cuaca ekstrem. SNDC adalah singkatan dari Second Nationally Determined Contribution atau kontribusi yang ditentukan secara nasional versi kedua.

sumber: kompassindonews

15 September 2025

Jumlah Bencana 2025 di Indonesia


 

bnp
bencana alam


BNPB mencatat, dalam rentang waktu 1 Januari 2025 - 15 September 2025, bencana alam berdampak 349 Meninggal, hilang 37, luka-luka 551 dan menungsi/menderita sebanyak 4.863.358.

Data per 8 Juli 2025 pukul 10:07 WIB menunjukkan, banjir menjadi bencana yang paling sering terjadi di Indonesia. Diikuti cuaca ekstrem, longsor, kebakaran pemukiman, serta kebakaran hutan dan lahan. Dari 1 Januari-8 Juli 2025 tercatat ada 3,85 ribu kejadian bencana di Indonesia.

Berikut jumlah kejadian bencana di Indonesia berdasarkan kategori bencana sejak 1 Januari-8 Juli 2025:

    Banjir: 1.490 kejadian
    Cuaca ekstrem: 1.080 kejadian
    Longsor: 731 kejadian
    Kebakaran pemukiman: 263 kejadian
    Kebakaran hutan dan lahan: 205 kejadian
    Gempa bumi: 30 kejadian
    Gelombang pasang/abrasi: 24 kejadian
    Erupsi gunung api: 10 kejadian
    Kekeringan: 6 kejadian
    Epidemi-wabah penyakit: 3 kejadian
    Gagal teknologi: 3 kejadian
    Konflik sosial: 3 kejadian
    Lainnya: 1 kejadian


sumber berita: bnpbkatadata

15 July 2025

Bediding : Pulau Jawa Dingin


 

haw
Jawa terasa Dingin

Warga Pulau Jawa, akhir-akhir ini, dibuat kaget oleh fenomena cuaca yang tidak biasa: suhu udara yang tiba-tiba turun drastis dan membuat banyak orang menggigil. Fenomena ini dikenal dengan istilah "bediding", yang secara harfiah berarti hawa dingin yang menusuk tulang. Banyak warga bertanya-tanya, ada apa sebenarnya dengan cuaca di Pulau Jawa? 
Dan bagaimana penjelasan dari BMKG mengenai fenomena ini?

Apa Itu Fenomena Bediding?
Fenomena bediding adalah kondisi cuaca di mana suhu udara turun secara signifikan dalam waktu singkat, sehingga membuat udara terasa sangat dingin, bahkan di daerah yang biasanya beriklim tropis seperti Pulau Jawa. Fenomena ini bukan hanya membuat warga merasa tidak nyaman, tapi juga menimbulkan kekhawatiran terkait kesehatan, terutama bagi anak-anak dan orang tua.

Bediding ini menyebabkan suhu di beberapa wilayah Pulau Jawa turun drastis, sehingga banyak warga yang harus mengenakan pakaian tebal dan bahkan menggunakan selimut di pagi hari. Fenomena ini juga membuat aktivitas sehari-hari menjadi terganggu karena udara yang dingin menusuk tulang.

Ada Apa dengan Cuaca di Pulau Jawa?
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan ilmiah mengenai fenomena bediding ini. BMKG menyatakan bahwa bediding terjadi akibat adanya massa udara dingin yang berasal dari wilayah Asia Timur yang bergerak ke arah Indonesia. Massa udara dingin ini membawa suhu rendah yang kemudian memengaruhi kondisi cuaca di Pulau Jawa.

Selain itu, BMKG juga menjelaskan bahwa fenomena ini dipengaruhi oleh pola angin dan tekanan udara yang sedang berubah, sehingga udara dingin tersebut bisa masuk dan bertahan lebih lama di wilayah Pulau Jawa. BMKG memprediksi bahwa fenomena bediding ini akan berlangsung hingga beberapa minggu ke depan, tergantung pada dinamika atmosfer yang terus berubah.

Dampak Bediding bagi Warga
Bagi warga, terutama yang tinggal di daerah perkotaan dan pedesaan di Pulau Jawa, bediding membawa dampak nyata. Banyak warga yang mengeluhkan rasa dingin yang ekstrem, bahkan sampai menggigil di pagi hari. Kondisi ini membuat banyak orang harus menyesuaikan aktivitas mereka, seperti mengenakan pakaian hangat, menyiapkan minuman hangat, dan menjaga kesehatan agar tidak mudah terserang flu atau penyakit lain.

Fenomena ini juga memicu kekhawatiran di kalangan orang tua dan tenaga kesehatan, karena suhu dingin yang tiba-tiba bisa memperburuk kondisi kesehatan anak-anak dan lansia. Oleh karena itu, penting bagi warga untuk selalu mengikuti informasi cuaca dari BMKG dan menjaga kesehatan selama masa bediding berlangsung.


sumber: kompasbisnisrepublika