29 March 2020

Lomba Cepat Mathematics


mat3
ayoooooooo.. 

Lomba Cepat (ke-empat)
MATEMATIKA

10 Mei 2020
Secara Online di Rumah
Tingkat (tidak boleh lebih tinggi)  SD Kelas-5

Pendaftaran Online Ditutup, Jumat 8 Mei 2020
Latihan Belajar Online, Selasa - Sabtu 5-9 Mei 2020

Lomba Cepat Matematika, Minggu 10 Mei 2020



organize by ruang-kosong
KLIK DI SINI UNTUK PENDAFTARAN

17 March 2020

Status Negara Maju


maj
Indonesia Negara Maju

Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah mencoret Indonesia dari daftar negara berkembang. Sekaligus membuat Indonesia masuk dalam daftar negara maju pada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Akibatnya, Indonesia 
berpotensi kehilangan sejumlah fasilitas perdagangan internasional
 
yang selama ini diberikan hanya kepada negara-negara berkembang. Dalam perdagangan dengan AS.
Misalnya: batas maksimal pembebasan bea masuk turun dari 2 persen menjadi hanya 1 persen.

29 February 2020

Selamat Datang COVID-19


covid
Virus Corona
Penyebaran coronavirus disease (Covid-19) sudah mencapai lebih 50 negara di seluruh dunia. Sejumlah negara telah menyatakan keadaan darurat. Bahkan Arab Saudi menghentikan sementara kegiatan ibadah umrah dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Kendati demikian, pemerintah masih menyatakan belum ada kasus wabah yang bermula dari Kota Wuhan, Tiongkok tersebut. Meskipun diketahui ada sekitar 136 orang yang dinyatakan suspect terinfeksi virus corona dan menjalani pemeriksaan intensif hingga Rabu (26/2). Hasilnya, semua pasien dinyatakan negatif

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan masyarakat Indonesia harus terus berdoa dan menjaga imunitas tubuh untuk menghindari penyebaran virus corona. “Kalau imunitas tubuh baik, tidak mungkin. Namanya virus itu cari orang yang imunitas tubuhnya lemah,” katanya.

05 February 2020

Katanya Facebook


fb7
Jempol Facebook
Hati manusia tidak sedalam samudra lagi, sudah bisa ditebak dari aktifitas dunia-maya.

Menggunakan sampel lebih dari 86.000 sukarelawan di Facebook yang menyelesaikan tes kepribadian 100-item dan memberikan akses ke Suka mereka, para peneliti membangun model yang memprediksi ciri-ciri kepribadian berdasarkan Suka — misalnya, orang-orang yang suka, misalnya, artis Salvador Dali atau TED Talks cenderung berpikiran terbuka, sedangkan mereka yang menyukai kepribadian TV realitas AS, Snooki, sangat ramah. Para ilmuwan kemudian menguji model tersebut terhadap 17.600 peserta tambahan yang dinilai oleh satu teman atau anggota keluarga, dan lebih dari 14.400 subjek dievaluasi

Sumber : Facebook

24 January 2020

Big Data Analisys


BD1
Mobile Data Analisys


Revolusi digital sedang berjalan lancar. Bagaimana itu akan mengubah dunia keseharian kita? Dewasa ini 70% dari semua transaksi keuangan dilakukan oleh algoritma. Konten berita, sebagian, dihasilkan secara otomatis. Ini semua memiliki konsekuensi ekonomi yang radikal: dalam 10 hingga 20 tahun mendatang sekitar setengah dari pekerjaan hari ini akan terancam oleh algoritma. 40% dari 500 perusahaan teratas saat ini (kemungkinan) akan lenyap dalam satu dekade.

Algoritme sangat tahu apa yang kita lakukan, apa yang kita pikirkan dan bagaimana kita rasakan — bahkan mungkin lebih baik daripada teman dan keluarga kita atau bahkan diri kita sendiri. Medson (msalnya Facebook atau Twitter) menjadi teman setia kegiatan keseharian, menjadi tempat curhat kita yang setia. Teknologi Online yang mobile memungkinkan kita memiliki merangkum juta-an data users.

(Diperkirakan) Sekitar tahun 2016, setiap menit dihasilkan Ratusan-Ribu data yg berisikan informasi yang mengungkapkan bagaimana kita berpikir dan merasakan (seperti pada Google-Searche & Posting Facebook). Total data yang dibuat di tahun 2016 diduga sama dengan jumlah data sejarah manusia hingga 2015. Banyak pihak sudah melihat bahwa "Big Data Analisys" bisa berubah bentuk menjadi "Big Money" (Bisnis Uang Besar).


Sumber : Teknologi Online

15 January 2020

TikTok vs Facebook


 

tik
Bos Facebook

TikTok dan Facebook adalah dua raksasa media sosial dengan pendekatan yang sangat berbeda. TikTok mengandalkan kreativitas, konten pendek, dan keterlibatan pengguna, sementara Facebook lebih berfokus pada jaringan sosial yang luas dan konten yang beragam.  Dalam dunia media sosial, persaingan untuk merebut perhatian pengguna semakin sengit. Dua raksasa yang terus bersaing adalah TikTok dan Facebook. Keduanya memiliki pendekatan yang berbeda dalam menarik pengguna, tetapi dalam beberapa tahun terakhir, TikTok muncul sebagai ancaman serius bagi dominasi Facebook. Dengan format konten yang segar dan pendekatan inovatif, TikTok berhasil meraih hati generasi muda, bahkan menggeser popularitas Facebook di kalangan tertentu.  

TikTok Sedang Naik Daun
TikTok, platform video pendek yang diluncurkan oleh ByteDance, kini menjadi salah satu aplikasi paling populer di dunia. Berdasarkan laporan dari Hipwee, TikTok bahkan telah mengalahkan Facebook dan Instagram dalam hal jumlah unduhan aplikasi. Popularitas TikTok tidak lepas dari konten-konten pendek yang kreatif, algoritma canggih yang mampu merekomendasikan video sesuai minat pengguna, serta kemudahan dalam membuat video yang menarik.  

Salah satu daya tarik utama TikTok adalah kemampuannya menciptakan tren global. Berbagai tantangan (challenge), tarian, hingga konten edukasi viral di platform ini, membuat pengguna terus kembali untuk konsumsi konten baru. Dengan fokus pada video pendek yang menghibur, TikTok berhasil menarik perhatian generasi muda, yang kini menjadi segmen pengguna internet terbesar.  

Namun, yang membuat TikTok lebih unggul bukan hanya format kontennya, tetapi juga cara platform ini mendorong keterlibatan pengguna. TikTok memberikan ruang bagi siapa saja—bukan hanya selebritas atau influencer besar—untuk menjadi kreator konten yang populer. Hal ini membuat pengguna merasa lebih terlibat dan memiliki kesempatan untuk dikenal.  

Facebook Si Raksasa
Sementara itu, Facebook, yang pernah menjadi pemimpin tak terbantahkan di dunia media sosial, kini menghadapi tantangan besar. Menurut laporan dari BlackXperienc*, kesuksesan TikTok telah menjadi ancaman nyata bagi dominasi Facebook. Meskipun Facebook masih memiliki basis pengguna yang sangat besar, terutama di kalangan orang dewasa dan generasi lebih tua, platform ini mulai kehilangan daya tarik di kalangan generasi muda.  

Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, format konten Facebook dianggap kurang menarik dibandingkan TikTok. Facebook lebih berfokus pada teks, gambar, dan video panjang, yang dianggap kurang relevan bagi generasi muda yang menyukai konten cepat dan visual. Kedua, TikTok memiliki algoritma yang lebih "pintar" dalam merekomendasikan konten, sehingga pengalaman pengguna terasa lebih personal.  

Mark Zuckerberg, CEO Facebook, bahkan mengakui ancaman ini. Dalam laporan dari Kompas Tekno, Zuckerberg membandingkan WhatsApp dengan TikTok dan mengakui bahwa TikTok memiliki pendekatan yang unik dalam menargetkan pengguna muda. Untuk melawan dominasi TikTok, Facebook telah meluncurkan fitur serupa bernama Reels di Instagram. Namun, apakah langkah ini cukup untuk mengalahkan TikTok?  

TikTok vs Facebook Lalu Siapa yang Unggul  
Persaingan antara TikTok dan Facebook bukan hanya soal jumlah pengguna, tetapi juga soal relevansi dan inovasi. TikTok terus berinovasi dengan menambahkan fitur baru, seperti TikTok Shop yang mengintegrasikan e-commerce ke dalam platform. Hal ini membuat TikTok tidak hanya menjadi platform hiburan, tetapi juga alat bisnis yang kuat.  

Di sisi lain, Facebook masih memiliki keunggulan dalam hal basis pengguna yang besar dan ekosistem yang luas, termasuk WhatsApp dan Instagram. Namun, tantangan terbesar bagi Facebook adalah bagaimana menarik kembali perhatian generasi muda yang kini lebih memilih TikTok.  

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, TikTok telah membuktikan bahwa pendekatannya berhasil, terutama di kalangan generasi muda. Sementara itu, Facebook harus terus beradaptasi untuk tetap relevan di tengah persaingan yang semakin ketat.  

Dengan inovasi yang terus dilakukan oleh TikTok dan upaya Facebook untuk melawan dominasi ini, persaingan antara keduanya akan terus menjadi salah satu cerita terbesar di dunia media sosial. Siapa yang akan keluar sebagai pemenang? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal yang pasti: pengguna akan terus diuntungkan dengan inovasi dari kedua platform ini.
 
sumber bacaan: kompashipweeblack

12 December 2019

Risiko Finansial


p1
Pensiun

Kegalalan portofolio
Berapa lama usia harapan hidup Anda dan berapa banyak uang yang telah dipersiapkan untuk menunjang biaya hidup selama itu? Apakah investasi Anda sudah cukup? Berapa lama Anda hidup dan mempersiapkan tabungan untuk hidup 20-30 tahun.

Tanggung jawab finansial yang tidak terduga
Kenyataannya, sulit untuk memprediski berapa yang harus disiapkan untuk hal-hal yang tak terduga. Belum lagi kemunginan jika pasangan lebih dahulu menghadap Tuhan. Memiliki stratregi finansial yang fleksibel dapat membantu Anda beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi saat pensiun.

Risiko kesehatan
Di tengah inflasi, selain mengkhawatirkan harga-harga kebutuhan hidup yang terus naik, mungkin Anda juga mengkhwatirkan semain mahalnya biaya kesehatan.


Sumber: Liputan6