01 September 2022

Lembaga Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan Bisa Tekor, Apa Iya?


 

tkr
Kenapa Tekor?

Direktur Perencanaan Strategis dan Teknologi Informasi BPJS Jamsostek Pramudya Iriawan Buntoro :

Saat ini populasi penduduk Indonesia yang berusia 65 tahun ke atas baru mencapai 6 persen. (Diperkiraakan) pada 2040 diproyeksikan akan meningkat menjadi 11 persen dan Indonesia akan masuk ke periode aging population. Pada 2060 Indonesia diproyeksikan memasuki periode aged population dengan jumlah populasi yang berusia 65 tahun ke atas (dapat) mencapai 16 persen


Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan :

1. Total Asset program jaminan pensiun telah mencapai Rp119,29 triliun per Juni 2022. 

2. Penerimaan Iuran pada semester I/2022 ini mencapai Rp11,91 triliun.

3. Pembayaran Manfaat senilai Rp389,84 miliar

4. Adapun, rasio klaimnya berada di level 3,11 persen

5. Ketahanan Dana hingga 2069.


Bilamana di-tahun 2069 (dgn populasi orang 65-tahun keatas lebih dari 16%) terjadi Tekor (bangkrut) maka itu artinya selama 47-tahun kedepan tim BPJS-TK "hanya tidur" (do nothing).

Bilamana di-tahun 2040 (sebelum tahun 2069), BPJS Ketenagakerjaan minta suntikan dana dari Pemerintah maka itu artinya terjadi "mal-praktek" di managemen.

Bilamana ada yg mengkambing-hitamkan UU/Peraturan yg ada sekarang maka itu hanya sekedar usaha "Marketing" dalam persaingan usaha keuangan.


sumber berita

BisnisCom

31 August 2022

Ranking Perguruan Tinggi Indonesia


 

pER
Perguruan Tinggi

Pendidikan tinggi di Indonesia terus berkembang, dengan ribuan perguruan tinggi tersebar di seluruh penjuru negeri. Dari universitas yang sudah berdiri sejak zaman kolonial hingga kampus-kampus yang baru muncul dengan inovasi modern, perguruan tinggi di Indonesia berkontribusi besar dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas. Namun, di tengah banyaknya pilihan, bagaimana cara menentukan perguruan tinggi terbaik? Apa saja kampus tertua yang menjadi saksi sejarah pendidikan Indonesia? Dan bagaimana sebenarnya sebaran perguruan tinggi di Indonesia?  
 

Ranking Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia
Menurut laporan UniRank 2022 yang dikutip oleh Kompas, terdapat 35 universitas terbaik di Indonesia yang diakui secara internasional. UniRank adalah lembaga pemeringkat global yang menilai perguruan tinggi berdasarkan popularitas dan kehadiran mereka di dunia digital.  

Beberapa universitas yang masuk dalam daftar teratas adalah Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Ketiga kampus ini dikenal tidak hanya karena kualitas akademiknya, tetapi juga fasilitas, riset, dan reputasi internasionalnya.  

Namun, tidak hanya kampus besar yang mendapat perhatian. Universitas-universitas di luar Pulau Jawa seperti Universitas Hasanuddin di Makassar dan Universitas Andalas di Padang juga menunjukkan performa luar biasa, mencerminkan potensi pendidikan tinggi yang tersebar di berbagai daerah.  

Jejak Sejarah Pendidikan Indonesia
Tidak banyak yang tahu bahwa beberapa perguruan tinggi di Indonesia memiliki sejarah panjang yang bahkan dimulai sebelum kemerdekaan. Berdasarkan laporan Detik, ada lima perguruan tinggi tertua di Indonesia yang menjadi saksi perjalanan sejarah pendidikan bangsa.  

1. Universitas Indonesia (UI) – Berdiri pada 1849, UI awalnya dikenal sebagai sekolah kedokteran yang didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda. Kini, UI menjadi salah satu kampus terbaik dan paling prestisius di Indonesia.  
2. Institut Teknologi Bandung (ITB) – Didirikan pada 1920, ITB awalnya bernama Technische Hoogeschool te Bandung. Kampus ini menjadi tempat Presiden Soekarno menempuh pendidikan tekniknya.  
3. Universitas Gadjah Mada (UGM) – Berdiri pada 1949, UGM adalah universitas pertama yang didirikan setelah Indonesia merdeka dan dikenal sebagai kampus perjuangan.  
4. Universitas Airlangga (Unair) – Berdiri pada 1954, kampus ini awalnya merupakan cabang dari UI sebelum akhirnya menjadi universitas mandiri di Surabaya.  
5. Universitas Padjadjaran (Unpad) – Berdiri pada 1957, Unpad menjadi salah satu pusat pendidikan tinggi di Jawa Barat.  

Sejarah panjang kampus-kampus ini menunjukkan bahwa pendidikan tinggi di Indonesia telah menjadi bagian penting dalam membangun bangsa, meskipun awalnya hanya terbatas pada kelompok tertentu.  

Sebaran Perguruan Tinggi di Indonesia 
Menurut Data Indonesia, per 2021, terdapat 3.975 perguruan tinggi di Indonesia. Namun, sebarannya masih terpusat di Pulau Jawa. Jawa memiliki jumlah perguruan tinggi terbanyak dibandingkan wilayah lain, terutama karena infrastruktur dan akses yang lebih baik.  

Sebaliknya, wilayah Indonesia timur seperti Papua dan Maluku memiliki jumlah perguruan tinggi yang jauh lebih sedikit. Hal ini menciptakan tantangan besar dalam pemerataan akses pendidikan tinggi. Banyak pelajar dari daerah terpencil harus merantau ke kota-kota besar untuk melanjutkan pendidikan, yang sering kali memerlukan biaya besar.  

Ketimpangan ini menunjukkan perlunya intervensi pemerintah untuk mendorong pembangunan perguruan tinggi di daerah-daerah tertinggal. Salah satu langkah yang bisa diambil adalah dengan memberikan insentif bagi perguruan tinggi untuk membuka cabang atau program studi di wilayah yang kurang berkembang.  

Pendidikan tinggi di Indonesia terus berkembang, dengan universitas terbaik seperti UI, ITB, dan UGM memimpin di panggung nasional dan internasional. Kampus-kampus tertua seperti UI dan ITB juga menjadi bukti sejarah panjang pendidikan tinggi di Indonesia. Namun, sebaran perguruan tinggi yang tidak merata masih menjadi tantangan besar.  

Untuk menciptakan sistem pendidikan tinggi yang lebih inklusif, diperlukan upaya bersama dari pemerintah, perguruan tinggi, dan sektor swasta untuk memastikan bahwa setiap pelajar di Indonesia, tanpa memandang lokasi geografis, memiliki akses ke pendidikan berkualitas. Dengan demikian, perguruan tinggi Indonesia tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas tetapi juga mendukung pembangunan bangsa secara menyeluruh.
 
berita: kompasdetikdataindonesia

30 August 2022

Rencana Pemerintah : Bikin Lembaga Dana Pensiun


 

dan
Dana Pensiun

Pemerintah bakal membentuk lembaga dana pensiun yang khusus mengelola pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS)

Saat ini PNS dikenai potongan sebesar 3,25 persen per bulan khusus untuk program jaminan hari tua (JHT) yang dikelola oleh PT Taspen.


Kemungkinan, kira2, rencananya sbb:

1. Potongan iuran dari PNS (Program JHT) ini akan diakumulasikan dan dikelola terpisah (di PT Taspen).

2. Bilamana Pemerintah "sudah" membentuk Lembaga Resmi maka total (akumulasi) dana pada point-1 akan dipindahkan (dari PT Taspen ke Lembaga Pensiun) sbg dana pensiun.


Keadaan saat ini:

1. Lembaga Resmi Dana Pensiun belum berdiri.

2. Hanya PNS yg "membayar" Program JHT, Pemerintah belum "turut-serta" membayar.

3. Setiap tahun Pemerintah mengandalkan APBN untuk membayar Pensiun PNS.


sumber berita

KOMPAS

27 July 2022

Ahli Waris Satpam terima BPJS-TK


 

tk1
BPJS-TK

Ahli waris mendapatkan haknya dari program Jaminan Kematian BPJamsostek sebesar Rp42 juta dan beasiswa Rp24 juta berdasarkan PP Nomor 82 Tahun 2019. Almarhum merupakan Satpam tenaga kerja Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) dari Perwakilan BPKP Provinsi Riau yang meninggal dunia

Berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2021 Tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) bahwa seluruh pekerja penerima upah, bukan penerima upah, Pekerja Migran Indonesia, serta pegawai pemerintah non aparatur sipil negara dan penyelenggara pemilu harus didaftarkan menjadi peserta BPJAMSOSTEK.


sumber berita

RiauPos

21 July 2022

Pembangunan Desa Indonesia


 

pem
Pembangunan Desa

Desa selalu menjadi bagian penting dalam pembangunan Indonesia. Dengan sekitar 74.961 desa di seluruh negeri, wilayah pedesaan memiliki potensi besar sebagai tulang punggung ekonomi sekaligus ujung tombak pembangunan berkelanjutan. Namun, realitas menunjukkan bahwa mayoritas penduduk miskin di Indonesia masih berada di desa. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), sebagian besar masyarakat miskin tinggal di wilayah pedesaan, di mana akses terhadap layanan dasar seperti energi, pendidikan, dan infrastruktur masih sangat terbatas.  Di tengah tantangan tersebut, pembangunan desa yang berfokus pada pengentasan kemiskinan dan penyediaan energi yang berkelanjutan menjadi hal yang sangat penting. Dengan pendekatan yang tepat, desa tidak hanya bisa keluar dari kemiskinan, tetapi juga menjadi pusat inovasi energi bersih yang mendukung pembangunan nasional.  

Kemiskinan di Desa  
Kemiskinan di desa bukanlah hal yang baru. Banyak desa di Indonesia masih bergantung pada sektor agraris tradisional sebagai sumber penghidupan utama. Sayangnya, sektor ini sering kali tidak cukup stabil untuk mengangkat masyarakat keluar dari kemiskinan, terutama karena tantangan seperti perubahan iklim, harga komoditas yang fluktuatif, dan minimnya akses ke pasar.  Selain itu, keterbatasan infrastruktur juga menjadi salah satu faktor utama yang memperparah kemiskinan di desa. Laporan dari CNN Indonesia menunjukkan bahwa banyak desa yang masih belum memiliki akses penuh ke listrik, jalan yang memadai, hingga layanan kesehatan dan pendidikan. Dalam kondisi seperti ini, masyarakat desa terjebak dalam siklus kemiskinan yang sulit untuk diputus.  

Pembangunan Desa yang Berkelanjutan  
Salah satu langkah penting dalam pembangunan desa adalah meningkatkan akses energi. Energi tidak hanya menjadi kebutuhan dasar, tetapi juga sebagai penggerak utama pembangunan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.  Menurut laporan dari PLN, hingga tahun 2022, sebanyak 83.240 desa telah menikmati akses listrik. Capaian ini tentu patut diapresiasi, karena listrik membuka peluang besar bagi masyarakat desa untuk meningkatkan produktivitas, seperti menjalankan usaha kecil, menggunakan teknologi modern, dan memanfaatkan alat-alat pendidikan berbasis digital.  Namun, akses listrik saja tidak cukup. Desa juga harus mulai beralih ke energi bersih agar pembangunan berkelanjutan dapat tercapai. Artikel dari The Conversation menyoroti potensi desa sebagai ujung tombak energi bersih di Indonesia. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal seperti tenaga surya, biomassa, dan mikrohidro, desa dapat mengembangkan pembangkit listrik skala kecil yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga lebih terjangkau bagi masyarakat lokal.  

Membangun Desa
1. Peningkatan Infrastruktur Dasar  
Pemerintah perlu terus berinvestasi dalam infrastruktur desa, seperti jalan, jembatan, dan akses internet. Infrastruktur yang baik akan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa, seperti akses ke pasar yang lebih luas dan pengembangan wisata desa.  

2. Pengembangan Energi Terbarukan di Desa  
Desa memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan energi bersih, seperti pembangkit listrik tenaga surya dan mikrohidro. Program ini tidak hanya memberikan akses energi yang stabil tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal.  

3. Diversifikasi Ekonomi Desa  
Desa tidak bisa terus bergantung pada sektor agraris saja. Diversifikasi ekonomi, seperti pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM), kerajinan tangan, dan ekowisata, dapat membantu masyarakat desa mendapatkan pendapatan tambahan. 

4. Edukasi dan Pelatihan
Pemerintah dan sektor swasta perlu menyediakan pelatihan keterampilan bagi masyarakat desa, terutama dalam memanfaatkan teknologi modern dan mengelola usaha berbasis energi bersih.  

5. Kemitraan dengan Sektor Swasta dan Komunitas Lokal
Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas lokal sangat penting untuk memastikan keberlanjutan program pembangunan desa. Peran sektor swasta, seperti dalam penyediaan teknologi energi bersih, dapat mempercepat transformasi desa menjadi lebih maju.  

Pembangunan desa di Indonesia adalah kunci untuk mengatasi kemiskinan nasional. Dengan meningkatkan akses energi bersih, memperbaiki infrastruktur, dan mendiversifikasi ekonomi lokal, desa dapat menjadi pusat pertumbuhan yang berkelanjutan. Namun, upaya ini membutuhkan sinergi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat desa itu sendiri. Jika dikelola dengan baik, desa tidak hanya akan keluar dari kemiskinan, tetapi juga menjadi model pembangunan yang ramah lingkungan dan inklusif. Dengan pendekatan ini, impian Indonesia untuk menjadi negara maju yang berkeadilan sosial dapat terwujud, dimulai dari desa-desa yang menjadi pondasinya.
 
sumber berita
pln 
cnn 

30 June 2022

Pengembangan Pariwisata Unik Indonesia


 

wis
Pariwisata Unik

Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan dengan kekayaan budaya, alam, dan tradisi yang begitu memikat. Di tengah persaingan global dalam sektor pariwisata, keunikan menjadi nilai jual yang tidak dapat diabaikan. Pengembangan pariwisata unik Indonesia adalah salah satu langkah strategis untuk meningkatkan daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Dengan pendekatan kreatif dan berbasis komunitas, destinasi wisata unik dapat menjadi solusi untuk mengenalkan Indonesia secara lebih mendalam.  

Desa Wisata: Sentuhan Keunikan Lokal
Salah satu contoh konkret pengembangan pariwisata unik di Indonesia adalah desa wisata. Desa-desa wisata, seperti yang diulas dalam artikel Kemenparekraf dan media lainnya, menawarkan pengalaman autentik yang jarang ditemukan di tempat lain. Misalnya, enam desa wisata di Kalimantan, seperti yang disebutkan oleh Kemenparekraf, memiliki daya tarik khas yang memadukan keindahan alam dengan tradisi lokal. Desa ini menonjolkan budaya Dayak sebagai identitas utama, dengan atraksi seperti rumah adat, kerajinan tangan, hingga ritual tradisional yang membuat wisatawan merasa terhubung langsung dengan kehidupan masyarakat setempat.  

Selain itu, media Detik Travel juga menyoroti "hidden gem" berupa desa wisata yang kurang dikenal tetapi memiliki pesona luar biasa. Contohnya adalah Desa Nglanggeran di Yogyakarta, yang menawarkan pengalaman mendaki gunung api purba sambil menikmati pemandangan alam yang menakjubkan. Desa seperti ini tidak hanya menawarkan keindahan visual tetapi juga memberikan pengalaman yang mendidik, terutama mengenai pelestarian lingkungan dan budaya lokal.  

Hal menarik lainnya adalah pendekatan halal tourism yang mulai berkembang di beberapa destinasi. Menurut media Merdeka, wisata halal di Indonesia tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan halal, tetapi juga memastikan kenyamanan wisatawan Muslim dalam menikmati pengalaman berwisata. Destinasi-destinasi seperti Lombok, Aceh, dan Sumedang berhasil memadukan keunikan lokal dengan konsep halal tourism, sehingga menciptakan daya tarik yang lebih inklusif tanpa mengesampingkan kearifan lokal.  

Strategi Pengembangan Melalui Kreativitas dan Kolaborasi  
Untuk mengembangkan pariwisata unik di Indonesia, kreativitas dan kolaborasi menjadi kunci utama. Pemerintah, komunitas lokal, dan pelaku usaha pariwisata perlu bersinergi dalam menciptakan pengalaman wisata yang tidak hanya menarik tetapi juga berkelanjutan. Misalnya, pelatihan dan pendampingan bagi masyarakat desa wisata dapat meningkatkan kualitas layanan dan produk lokal, sehingga desa tersebut mampu bersaing di pasar pariwisata.  

Selain itu, strategi pemasaran berbasis digital juga menjadi faktor penting. Dengan memanfaatkan media sosial dan platform digital, keunikan destinasi wisata dapat lebih mudah dikenalkan kepada audiens global. Kampanye yang menonjolkan keaslian dan cerita di balik destinasi wisata akan memberikan kesan mendalam bagi calon wisatawan.  

Menjaga Keunikan untuk Masa Depan

Pengembangan pariwisata unik Indonesia adalah langkah cerdas untuk meningkatkan daya tarik sektor pariwisata. Dengan memaksimalkan potensi lokal, seperti desa wisata dan konsep halal tourism, Indonesia tidak hanya dapat bersaing secara global tetapi juga menjaga keberlanjutan budaya dan alam. Melalui kolaborasi, kreativitas, dan strategi pemasaran yang tepat, pariwisata Indonesia memiliki peluang besar untuk terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat lokal maupun bangsa secara keseluruhan. Dengan keunikan yang dimiliki, Indonesia tidak hanya menjadi destinasi, tetapi juga pengalaman yang tak terlupakan bagi siapa saja yang berkunjung.

Link Berita:

07 June 2022

Non-ASN Pemkab Mojokerto dapat Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan


 

bpjs
kartu BPJS Ketenagakerjaan

Dua program Jaminan-Kecelakaan dan program Jaminan-Kematian pegawai non ASN sudah di-cover BPJS Ketenagakerjaan.

Sesuai pemetaan Pemkab, peserta non-ASN di Kabupaten Mojokerto sebanyak 3.771 orang dan yang menerima sebanyak 3.042 orang, sehingga, sisanya yang belum tercover sebanyak 729 orang dan perlu dialokasikan. Anggaran di tahun 2022 untuk mengcover BPJS dari 3.042 kurang lebih sebesar Rp. 197 juta dan perlu kekurangannya dapat di alokasikan pada P-APBD.


Sumber berita

JAWA-POS