Epstein Files
![]() |
| adakah orang kita? |
Pada awal tahun 2024, istilah Epstein Files mulai membuat heboh karena berubah status dari sekadar bisik-bisik dan teori konspirasi, menjadi dokumen hukum resmi yang dapat diakses publik. Jeffrey Epstein, seorang miliarder Amerika Serikat dengan koneksi luas, menjadi simbol dari salah satu skandal paling gelap yang melibatkan kekuasaan, uang, dan eksploitasi seksual di kalangan elite global.
Secara teknis, yang disebut sebagai Epstein Files bukanlah satu dokumen tunggal. Istilah ini merujuk pada kumpulan dokumen pengadilan dari gugatan pencemaran nama baik yang diajukan oleh Virginia Giuffre pada 2015 terhadap Ghislaine Maxwell, rekan dekat Epstein yang kemudian divonis bersalah atas perdagangan seks anak. Gugatan tersebut berakhir secara perdata pada 2017. Namun, dokumen pendukungnya, termasuk transkrip deposisi, email internal, laporan polisi, dan pernyataan di bawah sumpah, selama bertahun-tahun disegel oleh pengadilan dengan alasan melindungi privasi pihak-pihak yang disebutkan, termasuk mereka yang tidak pernah didakwa secara pidana. Perubahan terjadi ketika Hakim Distrik AS Loretta Preska memutuskan bahwa kepentingan publik atas transparansi lebih besar dibandingkan potensi dampak reputasional. Atas dasar itu, pengadilan memerintahkan pembukaan bertahap dokumen-dokumen tersebut ke publik.
Dokumen-dokumen ini kerap dipersepsikan sebagai peta sosial yang menunjukkan siapa saja yang pernah berada di sekitar Epstein: siapa yang sekadar hadir dalam acara sosial, siapa yang memiliki hubungan lebih dekat, dan siapa yang oleh para korban diduga mengetahui, atau menutup mata terhadap kejahatan yang terjadi, termasuk di pulau pribadinya, Little St. James.
Epstein Files merujuk pada ribuan dokumen pengadilan dan arsip penyelidikan yang merekam kejahatan Jeffrey Epstein serta jejaring sosial dan politik di sekelilingnya. Sejak kematian Epstein di sel tahanan federal pada Agustus 2019, Epstein Files menghebohkan Amerika Serikat karena membuka kembali persoalan kejahatan seksual dan perlakuan istimewa terhadap elite berpengaruh.
Kementerian Kehakiman Amerika Serikat merilis jutaan dokumen terbaru terkait Jeffrey Epstein, pada 30 Januari lalu. Jeffrey adalah terpidana kekerasan seksual terhadap perempuan di bawah umur. Dia bunuh diri pada 2019. Rilis terbaru, 30 Januari 2026, mencakup tiga juta halaman dengan 180.000 foto dan 2.000 video. Nama figur publik seperti Donald Trump, Elon Musk, mantan pangeran Kerajaan Bersatu Andrew Mountbatten-Windsor disebut berulang kali dalam berbagai berkas ini. Pencarian dengan kata kunci Indonesia di katalog dokumen Epstein menemukan 902 berkas, yang memuat sejumlah figur publik seperti pejabat dan pengusaha Indonesia. Sejauh ini belum ada temuan bahwa orang-orang Indonesia yang namanya ada di katalog itu memiliki hubungan langsung dengan Epstein.
Dosen ilmu pidana di Universitas Gadjah Mada, Muhammad Fatahillah Akbar:
Di Inggris, rilis berkas Epstein terbaru memojokkan mantan Duta Besar Inggris untuk AS, Peter Mandelson. Mandelson telah mengundurkan diri dari Partai Buruh karena tidak ingin "menyebabkan rasa malu berkepanjangan". Keputusan yang diambil Mandelson adalah imbas dari hubungannya dengan Jeffrey Epstein.
sumber berita: metrotv, kompas, bbc
Secara teknis, yang disebut sebagai Epstein Files bukanlah satu dokumen tunggal. Istilah ini merujuk pada kumpulan dokumen pengadilan dari gugatan pencemaran nama baik yang diajukan oleh Virginia Giuffre pada 2015 terhadap Ghislaine Maxwell, rekan dekat Epstein yang kemudian divonis bersalah atas perdagangan seks anak. Gugatan tersebut berakhir secara perdata pada 2017. Namun, dokumen pendukungnya, termasuk transkrip deposisi, email internal, laporan polisi, dan pernyataan di bawah sumpah, selama bertahun-tahun disegel oleh pengadilan dengan alasan melindungi privasi pihak-pihak yang disebutkan, termasuk mereka yang tidak pernah didakwa secara pidana. Perubahan terjadi ketika Hakim Distrik AS Loretta Preska memutuskan bahwa kepentingan publik atas transparansi lebih besar dibandingkan potensi dampak reputasional. Atas dasar itu, pengadilan memerintahkan pembukaan bertahap dokumen-dokumen tersebut ke publik.
Dokumen-dokumen ini kerap dipersepsikan sebagai peta sosial yang menunjukkan siapa saja yang pernah berada di sekitar Epstein: siapa yang sekadar hadir dalam acara sosial, siapa yang memiliki hubungan lebih dekat, dan siapa yang oleh para korban diduga mengetahui, atau menutup mata terhadap kejahatan yang terjadi, termasuk di pulau pribadinya, Little St. James.
Epstein Files merujuk pada ribuan dokumen pengadilan dan arsip penyelidikan yang merekam kejahatan Jeffrey Epstein serta jejaring sosial dan politik di sekelilingnya. Sejak kematian Epstein di sel tahanan federal pada Agustus 2019, Epstein Files menghebohkan Amerika Serikat karena membuka kembali persoalan kejahatan seksual dan perlakuan istimewa terhadap elite berpengaruh.
Kementerian Kehakiman Amerika Serikat merilis jutaan dokumen terbaru terkait Jeffrey Epstein, pada 30 Januari lalu. Jeffrey adalah terpidana kekerasan seksual terhadap perempuan di bawah umur. Dia bunuh diri pada 2019. Rilis terbaru, 30 Januari 2026, mencakup tiga juta halaman dengan 180.000 foto dan 2.000 video. Nama figur publik seperti Donald Trump, Elon Musk, mantan pangeran Kerajaan Bersatu Andrew Mountbatten-Windsor disebut berulang kali dalam berbagai berkas ini. Pencarian dengan kata kunci Indonesia di katalog dokumen Epstein menemukan 902 berkas, yang memuat sejumlah figur publik seperti pejabat dan pengusaha Indonesia. Sejauh ini belum ada temuan bahwa orang-orang Indonesia yang namanya ada di katalog itu memiliki hubungan langsung dengan Epstein.
Dosen ilmu pidana di Universitas Gadjah Mada, Muhammad Fatahillah Akbar:
Kalau misalkan tidak ada disebut dan tidak ada kaitan dengan suatu perbuatan yang melawan hukum, secara umum ya tidak ada permasalahan. Jadi itu hanya sebagai informasi yang terbuka saja untuk publik menurut undang-undang di AS
Di Inggris, rilis berkas Epstein terbaru memojokkan mantan Duta Besar Inggris untuk AS, Peter Mandelson. Mandelson telah mengundurkan diri dari Partai Buruh karena tidak ingin "menyebabkan rasa malu berkepanjangan". Keputusan yang diambil Mandelson adalah imbas dari hubungannya dengan Jeffrey Epstein.
sumber berita: metrotv, kompas, bbc

0 comments :
Post a Comment