BEI: Dua Kali Trading Halt

29 January 2026

BEI: Dua Kali Trading Halt


 

hal
otoritas keuangan

Pasar modal Indonesia (BEI) baru saja diguncang oleh dua kali trading halt yang terjadi dalam dua hari berturut-turut pada akhir Januari 2026. Pertama terjadi pada hari Rabu, 28 Januari 2026 pukul 13.43 WIB setelah IHSG anjlok 8%. Kemudian kejadian kedua, terulang, pada hari Kamis, 29 Januari 2026 pukul 09.27 WIB, hanya dalam waktu sekitar 30 menit sejak perdagangan dibuka.

Penyebabnya adalah terjadinya sentimen-negatif yang dipicu oleh keputusan MSCI (Morgan Stanley Capital International) yang membekukan kenaikan bobot dan penambahan saham Indonesia dalam indeks mereka. Hal ini menimbulkan kekhawatiran pasar terhadap transparansi free float di Bursa Indonesia. Sesuai ketentuan/aturan dari  BEI (Bursa Efek Indonesia) trading-halt selama 30 menit diaktifkan jika IHSG terkoreksi lebih dari 8%. Jika anjlok berlanjut hingga lebih dari 15%, perdagangan dihentikan 30 menit lagi, dan jika mencapai 20%, perdagangan bisa dihentikan hingga akhir sesi atau lebih atas perintah OJK. Sebagai respons dari gejolak ini, salah-satunya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memutuskan untuk berkantor di BEI mulai 30 Januari 2026 guna mempercepat koordinasi dan menjaga kestabilan pasar. 

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa:
(Kamis, 29 Januari 2025) 
Yang bisa saya pastikan adalah fondasi ekonomi kita nggak bermasalah, akan semakin cepat ke depan. Ini mungkin orang shock akan possibility apa kita pasarnya dianggap pasar apa gitu, frontier level. Tapi saya nggak akan turun ke sana, karena fondasi kita bagus. Nanti kekurangan-kekurangan yang dibsebutkan MSCI akan diperbaiki oleh Pak Mahendra (OJK). (IHSG) to the moon, jangan takut. Fondasi kita bagus. Kan saya Menteri Keuangannya. Optimis (IHSG sampai level) 10.000, nggak usah takut

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar:
(Kamis, 29 Januari 2025)
Kami melihat bahwa lembaga itu (baca: MSCI) tetap ingin memasukkan saham-saham emiten dari Indonesia dalam indeks global yang menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia sangat potensial dan investable bagi investor internasional

Dalam keterangan resminya, MSCI:
(Rabu, 28 Januari 2026)
Meskipun telah ada perbaikan minor terhadap data float PT Bursa Efek Indonesia, investor menyoroti bahwa masalah fundamental terkait dengan kemampuan investasi masih berlanjut karena kurangnya transparansi dalam struktur kepemilikan saham dan kekhawatiran tentang kemungkinan perilaku perdagangan terkoordinasi yang merusak pembentukan harga yang tepat

sumber berita: infobanknewskumparantemposindonewsvideo - IDX CHANNEL
 
Updated 1 Februari 2026
Kompak Mundur

Dalam kurun waktu satu hari empat pejabat penting di industri keuangan dan pasar modal RI (BEI dan OJK) kompak mundur dari jabatannya pada Jumat, 30 Januari 2026.

sumber: cnbc
 
Pejabat Baru

Penunjukan Pejabat Pengganti Anggota Dewan Komisioner (ADK) yang ditetapkan dalam Rapat Dewan Komisioner OJK di Jakarta hari ini. OJK menetapkan pada 31 Januari 2026 yaitu Friderica Widyasari Dewi dan Hasan Fawzi.

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, disebut sudah ditunjuk menjadi Pejabat Sementara Direktur Utama BEI menggantikan Iman Rachman yang mundur pada Jumat kemarin (30 Januari 2026).

sumber: cnbckumparan
 

0 comments :

Post a Comment