Longsor Cisarua: Alih Fungsi Lahan

27 January 2026

Longsor Cisarua: Alih Fungsi Lahan


 

cis
tim sar


Banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Cisarua Bandung Barat bukan semata akibat faktor alam namun ada dugaan bahwa alih fungsi lahan serta tata ruang yang bermasalah sebagai penyebab utama meningkatnya risiko bencana di kawasan tersebut.

Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Barat (LPBI PWNU Jabar), Dadang Sudardja:
Saya menggarisbawahi soal kerusakan lingkungan di kawasan Bandung Utara, Bandung Barat, dan Bandung Raya, yang terbesar karena memang alih fungsi lahan

Desa Pasirlangu di kaki Gunung Burangrang yang semestinya berfungsi sebagai kawasan penyangga ekologis bagi wilayah di bawahnya. Namun, kawasan tersebut justru dimanfaatkan fungsi lain. Demikian pula terjadi pada di wilayah yang seharusnya berstatus kawasan lindung.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi:
Longsor itu bisa saja terjadi secara alami di atas. Tapi ketika longsoran itu turun ke bawah, seharusnya ada pohon-pohon penahan. Masalahnya, di sini sudah tidak ada lagi yang menahan. Tidak ada lagi bebatuan yang kokoh, tidak ada kayu-kayu besar, tidak ada akar-akar yang kuat. Akibatnya, ketika longsor turun, tidak ada lagi yang menahan sampai ke permukiman. Di sini longsor sebenarnya tidak akan jadi masalah kalau tidak ada permukiman. Masalahnya karena sudah ada kampung di jalur longsoran. 


Gubernur Jawa Barat mengingatkan pentingnya penataan ruang yang disiplin, perlindungan kawasan resapan air, serta penghentian alih fungsi lahan yang mengabaikan aspek keselamatan lingkungan dan warga.

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Golkar, Dadang M. Naser:
Ini menjadi bahan renungan dan evaluasi kita semua. Regulasi harus diperkuat dan pengelolaan lingkungan harus dibenahi. Panja ini sedang menyusun jadwal kerja untuk mengevaluasi alih fungsi lahan secara nasional, termasuk pola tanam dan pertanian yang ramah bencana. Kebijakan (relokasi) ini sangat baik dan perlu kita dukung agar warga tidak kembali tinggal di zona rawan


Beliau (Dadang M. Naser), saat berada di lokasi bencana di Kampung Pasir Kuning dan Kampung Pasir Kuda, menilai longsor di Cisarua tidak lepas dari kondisi lingkungan di kawasan hulu Gunung Burangrang. 

sumber: nupikiran-rakyatkompas

0 comments :

Post a Comment