Penutupan Akses Medsos di Rusia
![]() |
| whatsapp ditutup |
Rusia memutus akses terhadap layanan pesan WhatsApp dengan alasan dugaan pelanggaran hukum, serta mengimbau masyarakat beralih ke platform alternatif yang didukung negara.Kebijakan ini dinilai banyak pihak sebagai bagian dari pengekangan kebebasan berbicara di tengah konflik di Ukraina. Hal ini dilakukan karena WhatsApp enggan mematuhi aturan dan ketentuan hukum Rusia.
Total tiga platform media sosial milik Meta — WhatsApp, Facebook, dan Instagram — kini tidak lagi dapat diakses di Rusia setelah pihak berwenang menghapus catatan domain layanan tersebut dari Sistem Nama Domain Nasional yang dioperasikan oleh Roskomnadzor. Menurut laporan internasional, tindakan ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah Rusia untuk mengendalikan ekosistem digital negara dan mengalihkan pengguna ke aplikasi pesan MAX yang dikembangkan untuk penduduk setempat. Selanjutnya, 3 sosmed tersebut hanya dapat diakses pengguna melalui jaringan pribadi virtual (VPN).
Selain ketiga platform Meta, layanan YouTube juga dilaporkan terpengaruh setelah domainnya juga dihapus dari sistem DNS, sehingga mencegah akses normal oleh pengguna di seluruh negeri.
sumber berita: kompas, sindonews, detik - video
Total tiga platform media sosial milik Meta — WhatsApp, Facebook, dan Instagram — kini tidak lagi dapat diakses di Rusia setelah pihak berwenang menghapus catatan domain layanan tersebut dari Sistem Nama Domain Nasional yang dioperasikan oleh Roskomnadzor. Menurut laporan internasional, tindakan ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah Rusia untuk mengendalikan ekosistem digital negara dan mengalihkan pengguna ke aplikasi pesan MAX yang dikembangkan untuk penduduk setempat. Selanjutnya, 3 sosmed tersebut hanya dapat diakses pengguna melalui jaringan pribadi virtual (VPN).
Selain ketiga platform Meta, layanan YouTube juga dilaporkan terpengaruh setelah domainnya juga dihapus dari sistem DNS, sehingga mencegah akses normal oleh pengguna di seluruh negeri.
sumber berita: kompas, sindonews, detik - video

0 comments :
Post a Comment