Pungutan Kapal di Selat Hormuz

26 March 2026

Pungutan Kapal di Selat Hormuz


 

kap
pungutan legal

Pada 24 Maret, Bloomberg melaporkan bahwa Iran mulai mengenakan biaya hingga 2 juta dolar AS (sekitar Rp33,8 miliar) kepada kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz.

Anggota Parlemen Iran, Mohammadreza Rezaei Kouchi (26 Maret 2026):
Kami ingin menyusun undang-undang yang menetapkan kedaulatan, dominasi, dan kontrol atas Selat Hormuz sebagai dasar hukum untuk mengenakan pungutan

Ia menambahkan rancangan awal telah disiapkan, meski belum menjadi proposal resmi. Menurut Kouchi, pungutan tersebut diperlukan untuk menjamin keselamatan kapal yang melintasi jalur pelayaran antara Teluk Persia dan Teluk Oman tersebut. Rancangan itu akan dibahas lebih lanjut sebelum diajukan dalam sidang terbuka parlemen.

Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow:
Saya meminta apakah kapal-kapal Thailand yang perlu melewati selat dapat dibantu untuk memastikan pelayaran yang aman. Mereka menjawab bahwa mereka akan mengurusnya dan meminta kami menyampaikan daftar kapal yang akan melintas

Sihasak mengatakan kapal tanker milik Bangchak Corporation itu melintasi Selat Hormuz pada Senin (23/03) menyusul pembicaraan antara dirinya dengan Duta Besar Iran untuk Thailand, Nasereddin Heydari.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi:
Banyak pemilik kapal, atau negara pemilik kapal-kapal tersebut, telah menghubungi kami dan meminta agar kami memastikan keselamatan pelayaran mereka melalui selat. Untuk sejumlah negara yang kami anggap bersahabat, atau dalam kasus tertentu yang kami nilai perlu, angkatan bersenjata kami telah memberikan pengawalan secara aman. Seperti yang Anda lihat dalam pemberitaan: China, Rusia, Pakistan, Irak, dan India. Dua kapal India melintas beberapa malam lalu, begitu pula dari negara lain, bahkan Bangladesh, saya kira. Negara-negara ini berbicara dan berkoordinasi dengan kami, dan hal ini akan terus berlanjut di masa depan, bahkan setelah perang berakhir

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim (26 Maret 2026):
Saat ini kami sedang dalam proses melepaskan kapal tanker minyak Malaysia dan para pekerja yang terlibat agar mereka dapat melanjutkan perjalanan pulang. 

Ia mengucapkan terima kasih kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian karena mengizinkan kapal-kapal Malaysia melintas.


sumber berita: antaradetiktribunnews

0 comments :

Post a Comment