Menteri PPPA : Kereta Khusus Wanita

30 April 2026

Menteri PPPA : Kereta Khusus Wanita


 

ppp
usul gerbong pindah

Tragedi tabrakan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi pada Senin malam, 27 April 2026, di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat. Kecelakaan tragis ini mengakibatkan kerusakan parah pada gerbong penumpang dan menelan banyak korban jiwa. Berdasarkan data terbaru per 29 April 2026, tercatat 15 orang meninggal dunia dan sekitar 91 orang luka-luka. Seluruh korban jiwa yang terkonfirmasi adalah perempuan. Lokomotif KA Argo Bromo Anggrek menghantam bagian belakang KRL hingga masuk ke dalam gerbong penumpang wanita yang menyebabkan kerusakan struktur yang sangat fatal. 

Setelah peristiwa tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi mengusulkan pemindahan gerbong wanita. layanan Kereta Khusus Wanita (KKW) yang tersedia di setiap kereta pertama dan terakhir rangkaian Commuter Line. Keberadaan gerbong khusus wanita ini bertujuan memberikan rasa aman dari pelecehan seksual di transportasi publik, sebagai respons atas banyaknya laporan pelecehan di KRL dan angkutan umum lainnya.

Sejumlah pihak menilai usulan gerbong wanita dipindah menuju ke tengah cenderung bias gender dan memicu kritik. Beberapa tokoh publik bahkan kini menyampaikan sindiran di media sosial. Komika Patra Gumala menyindir dengan mengatakan bahwa laki-laki akan tetap aman-aman saja meski ditabrak kereta api. Psikolog forensik sekaligus pengguna Commuter Line, Reza Indragiri Amriel, menyampaikan dalam situasi kecelakaan berat, seperti tabrakan antarkereta, risiko yang dihadapi penumpang tidak ditentukan oleh jenis kelamin. Pengamat transportasi Deddy Herlambang menilai usulan pemindahan gerbong khusus wanita pada KRL Commuter Line tidak menyentuh akar persoalan keselamatan perkeretaapian. Deddy menegaskan bahwa fokus utama otoritas terkait seharusnya tetap pada jaminan keselamatan bagi seluruh penumpang tanpa memandang gender. 

Pada akun Instagram-nya, @arifah.fauzi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya terkait pemindahan gerbong khusus wanita ke tengah. Pernyataannya itu sempat menuai polemik di berbagai kalangan. 
 
Menteri PPPA (published 30 April 2026):
Terkait pernyataan saya pascainsiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur, saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat.Untuk itu, saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti atau tidak nyaman atas pernyataan tersebut. Tidak ada maksud dari saya untuk mengabaikan keselamatan penumpang lainnya



sumber: 

0 comments :

Post a Comment