Home
»
sekolah
»
Pulau Muna Sultra, Seni Cadas Tertua di Dunia
May 29, 2026
TAMAtop
 |
| lukisan tangan di gua cadas |
Kepulauan Indonesia merupakan salah satu wilayah yang menyimpan seni cadas tertua yang diketahui di dunia. Terbaru, penelitian dari tim kolaborasi internasional Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Griffith University dan Southern Cross University (Australia), mengungkap penemuan seni cadas berupa cap tangan manusia berusia 67.800 tahun di Leang Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara. Penemuan lukisan gua di Leang Metanduno dirilis dalam jurnal ilmiah internasional Nature, dengan judul Rock art from at least 67,800 years ago in Sulawesi.
Arkeologi internasional Georges Sauvet, dalam paper ilmiah-nya yang berjudul 'Uranium-thorium dating: the race towards the earliest rock art', memberikan kritik. Artikel ini diterbitkan di Aplomb Publication, AOJ of Historarchaeology & Anthropological Exploration Volume 2 Issue 1 - 2026, pada 20 Mei lalu. Dia mengkritisi metodologi pengukuran usia lukisan gua itu. Menurut Sauvet, metodologi tersebut bias, rawan kekeliruan, dan perlu diuji dengan pengujian bersilang dengan metodologi lainnya.
Guinness World Record sendiri belum lama ini menobatkan lukisan cap tangan di gua Lian Metanduno, Sulawesi itu sebagai yang tertua di dunia. Sementara Situs Gunung Padang di Cianjur, yang diperkirakan berumur sekitar 14 ribu tahun yang lalu, atau dalam penanggalan di titik berbeda di 2.000 tahun yang lalu, atau Situs Candi Borobudur yang dibangun di abad ke-7.
Dr. Adhi Agus Oktaviana, peneliti gambar cadas dan pakar arkeometri dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia yang terlibat langsung dalam penelitian gua prasejarah terkuno, memberikan tanggapan yang lugas dan optimistis.
Terus misalnya gini ada pertanyaan, coba di dating ke lab di selain yang di Southern Cross University. Ya silakan aja kita terbuka gitu. Jadi kalau ada peneliti lain mau ngambil sampel pertanahan misalnya di Leang Karampuang, itu bisa diambil. Apalagi yang di Metanduno ini nih, itu sebagian ada yang tertimpa koraloid. Kalau mau diambil sampelnya bisa juga di situ
Akurasi tinggi dari angka 67.800 tahun pada cap tangan Sulawesi didapatkan berkat penggunaan metode mutakhir bernama laser-ablasi uranium-series (LA-U-series).
sumber: republika, kompas
0 comments :
Post a Comment