Tenaga Kerja Robot
![]() |
| amazon pakai robot |
Perlombaan global pengembangan robot humanoid kian memanas, seiring dengan langkah Elon Musk menempatkan teknologi tersebut sebagai kunci masa depan Tesla. Namun, alih-alih Amerika Serikat, China dinilai lebih berpeluang lebih dulu merealisasikan produksi massal robot humanoid dalam waktu dekat. Sejumlah perusahaan China diperkirakan mulai meningkatkan produksi robot humanoid pada 2026, sejalan dengan strategi Beijing yang menjadikan robotika sebagai prioritas nasional.
Robot humanoid, yang dirancang menyerupai dan bergerak seperti manusia, dipandang sebagai aplikasi nyata kecerdasan buatan (AI) yang dapat digunakan di pabrik, sektor jasa, hingga rumah tangga. Beijing melihat teknologi ini sebagai solusi atas tantangan demografi, di tengah penurunan angka kelahiran dan penuaan populasi yang menekan pasokan tenaga kerja.
Dokumen internal yang diperoleh The New York Times menunjukkan bahwa tim robotika Amazon sedang menargetkan otomatisasi terhadap 75 persen operasi perusahaan. Rencana ini diperkirakan akan menghilangkan kebutuhan sekitar 160.000 posisi kerja di Amerika Serikat pada 2027, dengan potensi penghematan sekitar 30 sen untuk setiap produk yang diproses dan dikirim ke pelanggan. Total efisiensi dari upaya otomatisasi ini diproyeksikan mencapai 12,6 miliar dolar AS selama periode 2025–2027.
Juru bicara Amazon, Kelly Nantel, menegaskan bahwa dokumen yang bocor tersebut hanya mencerminkan pandangan dari satu tim internal dan tidak mewakili keseluruhan strategi perekrutan perusahaan. Amazon juga membantah bahwa para eksekutifnya dilarang menggunakan istilah tertentu saat membahas robotika, serta menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan dalam kegiatan sosial masyarakat tidak berkaitan dengan proyek otomatisasi ini.
sumber berita: idnfinancial, antara,
Robot humanoid, yang dirancang menyerupai dan bergerak seperti manusia, dipandang sebagai aplikasi nyata kecerdasan buatan (AI) yang dapat digunakan di pabrik, sektor jasa, hingga rumah tangga. Beijing melihat teknologi ini sebagai solusi atas tantangan demografi, di tengah penurunan angka kelahiran dan penuaan populasi yang menekan pasokan tenaga kerja.
Dokumen internal yang diperoleh The New York Times menunjukkan bahwa tim robotika Amazon sedang menargetkan otomatisasi terhadap 75 persen operasi perusahaan. Rencana ini diperkirakan akan menghilangkan kebutuhan sekitar 160.000 posisi kerja di Amerika Serikat pada 2027, dengan potensi penghematan sekitar 30 sen untuk setiap produk yang diproses dan dikirim ke pelanggan. Total efisiensi dari upaya otomatisasi ini diproyeksikan mencapai 12,6 miliar dolar AS selama periode 2025–2027.
Juru bicara Amazon, Kelly Nantel, menegaskan bahwa dokumen yang bocor tersebut hanya mencerminkan pandangan dari satu tim internal dan tidak mewakili keseluruhan strategi perekrutan perusahaan. Amazon juga membantah bahwa para eksekutifnya dilarang menggunakan istilah tertentu saat membahas robotika, serta menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan dalam kegiatan sosial masyarakat tidak berkaitan dengan proyek otomatisasi ini.
sumber berita: idnfinancial, antara,

0 comments :
Post a Comment