MSCI Beri Rapor Merah Transparansi Saham Indonesia
![]() |
| kurs seminggu terakhir |
Pasar saham Indonesia dan nilai tukar Rupiah belum sepenuhnya sehat meski hasil review MSCI (Morgan Stanley Capital International)positif karena sentimen domestik dan global saling bertentangan. Faktor utamanya adalah krisis kepercayaan investor global terhadap transparansi bursa dan arus keluar modal asing (capital outflow) akibat penguatan Dolar AS yang ekstrem. Dalam "Laporan Tahunan Global Market Accessibility Review Juni 2026", MSCI menurunkan peringkat penilaian aliran informasi atau Information Flow Indonesia dari positif menjadi negatif. Meski demikian, para analis mengatakan status Indonesia sebagai Emerging Market relatif aman dan jauh dari risiko turun ke Frontier Market.
Meskipun MSCI mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Market, mereka menurunkan nilai arus informasi pasar modal (Indikator Information Flow) dari positif menjadi negatif. Investor global menyoroti masalah transparansi struktur kepemilikan dan praktik perdagangan yang terkoordinasi. Hal ini membuat asing menahan atau mengurangi portofolio mereka. Sepertinya MSCI memberi sanksi terselubung pada aspek Aspek Transparansi.
Nilai tukar rupiah di pasar spot harian sore hingga pukul 16.46 WIB diperdagangkan Rp 17.796,7 per dolar AS pada Jumat, 19 Juni 2026. Nilai tukar ini melemah 0,52% dibanding penutupan hari sebelumnya yang diperdagangkan Rp 17.705 per dolar AS. Diperkirakan untuk pergerakan nilai tukar harian, rupiah akan berada pada kisaran Rp. 17.705 - Rp. 17,87 ribu per dolar AS. Rupiah tertekan lagi karena derasnya arus dana keluar dan tingginya permintaan valas, yang membebani kinerja emiten dan memicu kekhawatiran inflasi.
sumber: kompas, republika, katadata
Meskipun MSCI mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Market, mereka menurunkan nilai arus informasi pasar modal (Indikator Information Flow) dari positif menjadi negatif. Investor global menyoroti masalah transparansi struktur kepemilikan dan praktik perdagangan yang terkoordinasi. Hal ini membuat asing menahan atau mengurangi portofolio mereka. Sepertinya MSCI memberi sanksi terselubung pada aspek Aspek Transparansi.
Nilai tukar rupiah di pasar spot harian sore hingga pukul 16.46 WIB diperdagangkan Rp 17.796,7 per dolar AS pada Jumat, 19 Juni 2026. Nilai tukar ini melemah 0,52% dibanding penutupan hari sebelumnya yang diperdagangkan Rp 17.705 per dolar AS. Diperkirakan untuk pergerakan nilai tukar harian, rupiah akan berada pada kisaran Rp. 17.705 - Rp. 17,87 ribu per dolar AS. Rupiah tertekan lagi karena derasnya arus dana keluar dan tingginya permintaan valas, yang membebani kinerja emiten dan memicu kekhawatiran inflasi.
sumber: kompas, republika, katadata

0 comments :
Post a Comment