Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026
![]() |
| dibuka oleh presiden |
Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 adalah forum dialog strategis nasional yang diselenggarakan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, peneliti, dan pelaku industri. Acara ini berlangsung pada 26–28 Juni 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, dan dibuka secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Acara diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dihadiri lebih dari 2.600 peserta, termasuk 219 rektor, dekan, guru besar, dosen, serta ratusan peneliti dan mitra industri. Ini merupakan forum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan para dan masyarakat dalam merumuskan kontribusi pendidikan tinggi terhadap agenda pembangunan nasional.
Sarasehan yang diselenggarakan bersama Majelis Rektor Perguruan Tinggi Indonesia (MRPTNI) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ini dihadiri lebih dari 2.600 peserta, terdiri dari pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Swasta (PTS), Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), kementerian dan lembaga, akademisi, peneliti, serta mitra industri. Selama tiga hari pelaksanaan, forum membahas berbagai isu strategis pembangunan, meliputi pertanian, energi, ekonomi dan keuangan, ketahanan pangan, kelautan dan perikanan, hingga hilirisasi dan industri sebagai dasar penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis ilmu pengetahuan.
Presiden Prabowo:
Mendiktisaintek, Brian Yuliarto:
Ketua MRPTNI, Eduart Wolok:
sumber berita: metrotv - video, kemdiktisaintek
Acara diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dihadiri lebih dari 2.600 peserta, termasuk 219 rektor, dekan, guru besar, dosen, serta ratusan peneliti dan mitra industri. Ini merupakan forum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan para dan masyarakat dalam merumuskan kontribusi pendidikan tinggi terhadap agenda pembangunan nasional.
Sarasehan yang diselenggarakan bersama Majelis Rektor Perguruan Tinggi Indonesia (MRPTNI) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ini dihadiri lebih dari 2.600 peserta, terdiri dari pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Swasta (PTS), Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), kementerian dan lembaga, akademisi, peneliti, serta mitra industri. Selama tiga hari pelaksanaan, forum membahas berbagai isu strategis pembangunan, meliputi pertanian, energi, ekonomi dan keuangan, ketahanan pangan, kelautan dan perikanan, hingga hilirisasi dan industri sebagai dasar penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis ilmu pengetahuan.
Presiden Prabowo:
Jadi, kalau negara mau bangkit, negara mau maju, memang harus dimanfaatkan atau digerakan potensi dan kemampuan dari kampus-kampus
Mendiktisaintek, Brian Yuliarto:
Di bawah arahan Bapak Presiden, pemerintah terus bergerak cepat dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional. Dalam semangat tersebut, Kemdiktisaintek bersama seluruh perguruan tinggi memperkuat peran kampus sebagai mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi
Ketua MRPTNI, Eduart Wolok:
Sarasehan yang diselenggarakan hari ini menjadi ajang pertukaran informasi sehingga pemangku kepentingan pendidikan tinggi dapat memperoleh informasi langsung dari Presiden maupun para menteri Kabinet Merah Putih mengenai arah pembangunan Indonesia ke depan. Dengan demikian, insan pendidikan tinggi dapat bersama-sama merumuskan strategi yang tepat untuk mendukung pencapaian agenda pembangunan nasional
sumber berita: metrotv - video, kemdiktisaintek

0 comments :
Post a Comment