AS Gempur Iran, Mengapa Rupiah dan IHSG Justru Kebal dan Menguat Tajam?

17 July 2026

AS Gempur Iran, Mengapa Rupiah dan IHSG Justru Kebal dan Menguat Tajam?


 

kur
menguat

Hari Kamis (16 Juli 2026), IHSG ditutup menguat 1,1% dibanding hari sebelumnya ke level 6.108. Sepanjang hari, IHSG bergerak di zona hijau dengan level terendah di 6.024 dan level tertinggi sekaligus penutupan di 6.108. Volume perdagangan mencapai 30,6 miliar saham dengan nilai transaksi Rp13,41 triliun dari 2,31 juta kali frekuensi. Sebanyak 372 saham menguat, 238 saham melemah, dan 185 saham stagnan.

Penguatan ini membuat IHSG berjalan selaras dengan mayoritas bursa utama Asia yang parkir di zona hijau. Bursa Hang Seng (Hong Kong) memimpin penguatan sebesar 1,33%, diikuti Ho Chi Minh (Vietnam) 1,24%, KLCI (Malaysia) 0,49%, PSEI (Filipina) 0,36%, dan SETI (Thailand) 0,31%.

Katalis utama penopang IHSG datang dari pasar spot valas. Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah menguat dalam tiga hari beruntun, terapresiasi Rp82 (0,45%) ke posisi Rp17.986 per dolar AS. Penguatan ini dipicu oleh menyusutnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan The Fed.

Di sisi lain, laju rupiah juga disokong oleh sentimen domestik setelah S&P Global Ratings menegaskan kembali peringkat layak investasi Indonesia dengan prospek stabil. Sentimen positif ini mampu meredam gejolak pasar global akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah, menyusul serangan udara AS terhadap Iran yang sempat menahan penurunan harga minyak dunia.

Keperkasaan rupiah terjadi serempak dengan mata uang Asia lainnya. Won Korea memimpin penguatan sebesar 0,47%, diikuti ringgit Malaysia 0,13%, peso Filipina 0,09%, baht Thailand 0,09%, serta yen Jepang dan dolar Singapura yang masing-masing menguat tipis 0,01%.

sumber bacaan: bloombergtechnozkontan

0 comments :

Post a Comment