Danantara Mulai Bekerja, Menggabungkan 7 BUMN logistik
![]() |
| 7 bumn digabungkan |
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) akan memangkas jumlah entitas BUMN. Pemerintah menargetkan perampingan ekosistem BUMN, dari total 1.077 perusahaan (termasuk induk, anak, hingga cucu usaha) menjadi hanya sekitar 200–300 entitas BPI Danantara menyebut pemangkasan BUMN menjadi 250 entitas dapat mengefisiensi anggaran negara Rp50 triliun. Ini disampaikan oleh Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO), Danantara Dony Oskaria.
Per 30 Juni 2026, Danantara resmi mengonsolidasikan 7 BUMN logistik ke dalam PT Multi Terminal Indonesia sebagai entitas yang bertahan (surviving entity). Langkah ini diproyeksikan mampu menghemat anggaran negara hingga Rp50 triliun melalui eliminasi kerugian anak usaha dan efisiensi biaya operasional.
Konsolidasi tahap awal ini menyatukan lini logistik dari berbagai klaster BUMN, dengan porsi kepemilikan saham mayoritas (74,47%) dipegang oleh Pelindo Group. Beberapa entitas yang bergabung meliputi:
Per 30 Juni 2026, Danantara resmi mengonsolidasikan 7 BUMN logistik ke dalam PT Multi Terminal Indonesia sebagai entitas yang bertahan (surviving entity). Langkah ini diproyeksikan mampu menghemat anggaran negara hingga Rp50 triliun melalui eliminasi kerugian anak usaha dan efisiensi biaya operasional.
Konsolidasi tahap awal ini menyatukan lini logistik dari berbagai klaster BUMN, dengan porsi kepemilikan saham mayoritas (74,47%) dipegang oleh Pelindo Group. Beberapa entitas yang bergabung meliputi:
PT Multi Terminal Indonesia (Entitas bertahan), Pos Logistics (grup PT Pos Indonesia), Pelni Logistics, PT Prima Indonesia Logistik, Pelindo Sinergi Logistik / Solusi Logistik, PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), PT Varia Usaha Dharma Segara / Krakatau Integrated Logistics.
Chief Operating Officer (COO) Danantara/Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria menyatakan merger BUMN Karya yang semula ditargetkan Juni 2026 belum bisa terlaksana. Selanjutnya, target merger BUMN karya mundur ke kuartal IV 2026. Merger BUMN Karya ini tidak bisa terlaksana pada Juni karena masih banyak proses restrukturisasi yang harus dituntaskan. Sebagai informasi, BUMN karya merger adalah PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT PP (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), PT Nindya Karya (Persero).
sumber bacaan: bisnis-video, kompas, detik
Chief Operating Officer (COO) Danantara/Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria menyatakan merger BUMN Karya yang semula ditargetkan Juni 2026 belum bisa terlaksana. Selanjutnya, target merger BUMN karya mundur ke kuartal IV 2026. Merger BUMN Karya ini tidak bisa terlaksana pada Juni karena masih banyak proses restrukturisasi yang harus dituntaskan. Sebagai informasi, BUMN karya merger adalah PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT PP (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), PT Nindya Karya (Persero).
sumber bacaan: bisnis-video, kompas, detik

0 comments :
Post a Comment