Don Ritto, Uang dan Emas di Sentul
![]() |
| rumah di sentul |
Beberapa hari setelah ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait PT Asabri, advokat Don Ritto diserahkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung), Jumat 17 Juli 2026. Bersama Don, penyidik Polda Metro Jaya juga menyerahkan barang bukti kepada Kejagung yang akan melanjutkan penanganan perkara tersebut. Barang bukti yang diserahkan terdiri atas uang ratusan miliar rupiah, emas, hingga berbagai dokumen. Polisi memastikan seluruh uang dan emas yang disita merupakan barang asli.
Setibanya di Kejagung, Don langsung menjadi sorotan puluhan kamera wartawan. Ia turun dari pintu belakang mobil tahanan dengan dibantu penyidik, lalu berjalan sambil menundukkan kepala dan menutupi bagian kepalanya.
Kuasa hukum Don Ritto, Handika Honggowongso, mengklaim uang tunai dan emas yang ditemukan dalam brankas sebuah rumah di kawasan Sentul bukan milik mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Ia menyebut rumah itu digunakan sebagai kantor cadangan operasional yayasan.
Handika Honggowongso:
sumber berita: kompas, detik
Setibanya di Kejagung, Don langsung menjadi sorotan puluhan kamera wartawan. Ia turun dari pintu belakang mobil tahanan dengan dibantu penyidik, lalu berjalan sambil menundukkan kepala dan menutupi bagian kepalanya.
Kuasa hukum Don Ritto, Handika Honggowongso, mengklaim uang tunai dan emas yang ditemukan dalam brankas sebuah rumah di kawasan Sentul bukan milik mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Ia menyebut rumah itu digunakan sebagai kantor cadangan operasional yayasan.
Handika Honggowongso:
Begini, ya. Bisa juga kami jelaskan. Rumah di Sentul, itu tahun 2023, itu dimohon oleh klien kami kepada si pemilik. Untuk apa? Untuk digunakan sebagai backup operasional kantor yayasan. Yayasan apa? Yayasan yang bergerak di bidang dakwah dan pendidikan Islam. Sudah ratusan, mungkin sekitar 700 santri dari Indonesia timur, terutama kawasan Papua dan Maluku, yang saat ini menjalani program pesantren di daerah Banten. Tahun 2024, Pak Idon meminta izin membangun brankas. Fungsinya buat apa? Untuk menaruh barang-barang berharga karena di situ nanti banyak aktivitas operasional yayasan. Nah, sekarang dikaitkan dengan temuan penggeledahan, ada 74 kilogram emas, SGD 12 juta, dan USD 4 juta something. Pada saatnya akan kami buka ke publik seluas-luasnya. Yang pasti, itu tidak berkaitan dengan Pak Febrie. Kedua, yang pasti itu ada pihak yang secara legal menyerahkan. Yang ketiga, yang pasti itu akan digunakan dalam rangka kepentingan tadi
sumber berita: kompas, detik

0 comments :
Post a Comment