Dukungan S&P Pada Kurs Rupiah
kurs rupiah
Yusuf Rendy Manilet, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, menilai bahwa keputusan lembaga pemeringat S&P Global Ratings mempertahankan peringkat Indonesia di level BBB dengan prospek stabil menjadi kabar positif bagi pasar keuangan nasional.
Yusuf Rendy Manilet:
Yusuf sendiri tertarik terhadap pandangan S&P terkait kebijakan hilirisasi. Mereka disebut mengakui hilirisasi berpotensi meningkatkan nilai tambah, ekspor, dan penerimaan negara. Pada saat yang sama, mereka mengingatkan perubahan kebijakan yang terlalu cepat atau implementasi yang tak konsisten dapat mengurangi kepercayaan investor, menekan nilai tukar rupiah, dan meningkatkan volatilitas pasar keuangan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sdewa:
Purbaya pun menekankan, S&P selama ini dalam memberikan peringkat utang suatu negara memanfaatkan standar yang sangat tinggi. Selain itu, lembaga pemeringkat internasional ini juga tidak terpengaruh oleh unsur-unsur politis.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah ditutup menguat didorong sentimen positif dari keputusan lembaga pemeringkat S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia.
Lukman Leong:
Rupiah ditutup menguat terhadap dolar AS didukung oleh sentimen positif dari laporan S&P yang mempertahankan rating kredit Indonesia. Penguatan masih terbatas mengingat eskalasi di Timur Tengah masih mendukung dolar AS dan melambungkan harga minyak dunia hingga US$80 per barel
sumber bacaan: viva, cnbc-indonesia, cnn-indonesia
Yusuf Rendy Manilet:
Artinya, Indonesia masih berada dalam kategori layak investasi sehingga kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi tetap terjaga. Inti persoalannya adalah rasio penerimaan negara terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) yang masih rendah. Selama ruang fiskal bertumpu pada basis penerimaan yang terbatas, setiap pelemahan harga komoditas akan langsung meningkatkan tekanan terhadap APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara)
Yusuf sendiri tertarik terhadap pandangan S&P terkait kebijakan hilirisasi. Mereka disebut mengakui hilirisasi berpotensi meningkatkan nilai tambah, ekspor, dan penerimaan negara. Pada saat yang sama, mereka mengingatkan perubahan kebijakan yang terlalu cepat atau implementasi yang tak konsisten dapat mengurangi kepercayaan investor, menekan nilai tukar rupiah, dan meningkatkan volatilitas pasar keuangan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sdewa:
Ini update dari S&P merupakan konfirmasi bahwa kita berjalan di arah yang benar, dengan kebijakan yang baik, dan hati-hati. Berbeda dengan yang ditunjukkan oleh para pengamat itu karena kita menjalankan fiskal secara brutal dan lain-lain. Jadi asesmen S&P meruntuhkan tuduhan bahwa saya menjalankan fiskal atau Presiden menjalankan pekerjaan fiskal dengan ngaco
Purbaya pun menekankan, S&P selama ini dalam memberikan peringkat utang suatu negara memanfaatkan standar yang sangat tinggi. Selain itu, lembaga pemeringkat internasional ini juga tidak terpengaruh oleh unsur-unsur politis.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah ditutup menguat didorong sentimen positif dari keputusan lembaga pemeringkat S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia.
Lukman Leong:
Rupiah ditutup menguat terhadap dolar AS didukung oleh sentimen positif dari laporan S&P yang mempertahankan rating kredit Indonesia. Penguatan masih terbatas mengingat eskalasi di Timur Tengah masih mendukung dolar AS dan melambungkan harga minyak dunia hingga US$80 per barel
sumber bacaan: viva, cnbc-indonesia, cnn-indonesia

0 comments :
Post a Comment