Rupiah Jeblok ke Rp18.000, Gimana Nasib Nasib Tahu-Tempe Kita?

06 July 2026

Rupiah Jeblok ke Rp18.000, Gimana Nasib Nasib Tahu-Tempe Kita?


 

rup
rupiah sentuh Rp18.000

Analis Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai pasar merespons negatif setelah Fitch Ratings dalam laporan terbarunya memberikan pandangan mendalam mengenai rapuhnya kondisi ekonomi makro Indonesia. Berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah masih terdepresiasi 32 poin atau 0,18 persen ke posisi Rp 17.995 per dollar AS kurang dari dua jam sebelum penutupan perdagangan Senin 6 Juli 2026. Hari ini nilai tukar Rupiah (IDR) mengalami tekanan hebat dan sempat menembus level psikologis baru di Rp18.000 per Dolar AS (USD) seperti terjadi pada Juni hingga awal Juli 2026. Pergerakan ini menandai salah satu rekor performa mata uang terburuk di Asia sepanjang semester pertama tahun ini.

Setelahnya, tekanan memburuk hingga ke level Rp 18.171 per dolar AS pada 8 Juni 2026, sebelum akhirnya turun tipis menjadi Rp 18.141 per dolar AS pada 9 Juni 2026, dan berlanjut ke level Rp 17.971 per dolar AS. Hingga akhir Juni 2026, rupiah betah bertengger di level atas Rp 17.800 per dolar AS, tepatnya Rp 17.899 pada 30 Juni 2026, sebelum akhirnya memburuk ke level Rp 17.961 per dolar AS pada 1 Juli 2026.

Rupiah terbenam di zona merah bersama mata uang Benua Kuning lainnya. Yen Jepang, yuan China, rupee India, won Korea Selatan, dolar Taiwan, baht Thailand, ringgit Malaysia, dolar Singapura, dan peso Filipina melemah masing-masing 0,55%, 0,15%, 0,35%, 0,29%, 0,53%, 0,54%, 0,4%, 0,22%, dan 0,13%. 

Goldman Sachs:
Latar belakang di mana suku bunga akan higher for longer, risiko resesi yang rendah, kecemasan terhadap kebijakan fiskal AS, dan kenaikan suku bunga acuan di Jepang akan memberi tekanan terhadap mata uang Asia

Pasar mengantisipasi kebijakan bank sentral AS Federal Reserve yang sepertinya akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu lama (higher for longer). Berdasarkan dot plot terbaru The Fed, suku bunga acuan sepertinya akan naik setidaknya sekali tahun ini.

sumber berita: kompasbloombergtechnozcnbc-indonesia

0 comments :

Post a Comment