Armada Udara Global Termasuk Jepang Bersatu Padamkan Karhutla Kalimantan
![]() |
| karhutla di kalimantan |
Menghadapi krisis kebakaran hutan yang kian meluas di Kalimantan, dunia internasional resmi bahu-membahu turun tangan membantu Indonesia lewat pengerahan armada udara besar-besaran. Langkah ini dipimpin oleh misi kemanusiaan masif Pemerintah Jepang yang mengirimkan 600 personel militer dan kapal amfibi JS Kunisaki, bersanding dengan puluhan helikopter pemadam (water bombing) dari tujuh negara global lainnya.
Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Luar Negeri Jepang, keputusan krusial yang diambil pada Jumat (28/8/2026) ini didasari atas perspektif kemanusiaan dan hubungan persahabatan yang erat antara kedua negara. Misi bantuan bencana internasional ini juga menjadi tindak lanjut konkret dari kesepakatan kerja sama pertahanan bilateral yang diteken pada Mei 2026 lalu.
Di bawah instruksi langsung Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, tiga unit helikopter angkut berat tipe CH-47 Chinook milik Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) dikerahkan menggunakan kapal angkut JS Kunisaki. Pengiriman armada taktis ini menandai sejarah baru, di mana untuk pertama kalinya Pasukan Bela Diri Jepang melakukan operasi pemadaman kebakaran hutan di luar negeri.
Kehadiran armada udara Jepang tersebut memperkuat ekosistem penanggulangan karhutla internasional yang difasilitasi oleh Pemerintah Indonesia. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mencatat telah memproses 35 izin khusus penggunaan pesawat udara registrasi asing.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, mengonfirmasi bahwa fasilitasi ruang udara ini melibatkan 11 pemegang Air Operator Certificate (AOC) yang menaungi total 36 unit helikopter.
"Negara asalnya dari Australia, Rusia, Amerika Serikat, Ukraina, Selandia Baru, Laos, Vietnam, dan Kanada," ujar Lukman saat dikonfirmasi di Jakarta.
Guna menjamin efektivitas di lapangan, Kemenhub memberikan fleksibilitas tinggi di mana seluruh armada asing ini diizinkan melakukan reposisi atau berpindah lokasi bencana secara cepat dalam waktu 1x24 jam koordinasi. Seluruh bantuan operasional dan percepatan perizinan ini dipastikan tetap berjalan di bawah pengawasan ketat keselamatan penerbangan serta koordinasi taktis bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
sumber bacaan: kompas, times-indonesia, ahquote
Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Luar Negeri Jepang, keputusan krusial yang diambil pada Jumat (28/8/2026) ini didasari atas perspektif kemanusiaan dan hubungan persahabatan yang erat antara kedua negara. Misi bantuan bencana internasional ini juga menjadi tindak lanjut konkret dari kesepakatan kerja sama pertahanan bilateral yang diteken pada Mei 2026 lalu.
Di bawah instruksi langsung Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, tiga unit helikopter angkut berat tipe CH-47 Chinook milik Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) dikerahkan menggunakan kapal angkut JS Kunisaki. Pengiriman armada taktis ini menandai sejarah baru, di mana untuk pertama kalinya Pasukan Bela Diri Jepang melakukan operasi pemadaman kebakaran hutan di luar negeri.
Kehadiran armada udara Jepang tersebut memperkuat ekosistem penanggulangan karhutla internasional yang difasilitasi oleh Pemerintah Indonesia. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mencatat telah memproses 35 izin khusus penggunaan pesawat udara registrasi asing.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, mengonfirmasi bahwa fasilitasi ruang udara ini melibatkan 11 pemegang Air Operator Certificate (AOC) yang menaungi total 36 unit helikopter.
"Negara asalnya dari Australia, Rusia, Amerika Serikat, Ukraina, Selandia Baru, Laos, Vietnam, dan Kanada," ujar Lukman saat dikonfirmasi di Jakarta.
Guna menjamin efektivitas di lapangan, Kemenhub memberikan fleksibilitas tinggi di mana seluruh armada asing ini diizinkan melakukan reposisi atau berpindah lokasi bencana secara cepat dalam waktu 1x24 jam koordinasi. Seluruh bantuan operasional dan percepatan perizinan ini dipastikan tetap berjalan di bawah pengawasan ketat keselamatan penerbangan serta koordinasi taktis bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
sumber bacaan: kompas, times-indonesia, ahquote

0 comments :
Post a Comment