TPS Liar Kampung Dukuh Terbakar hingga Tewaskan Petugas, Pemprov DKI Ambil Alih Lahan
![]() |
| Kondisi lokasi bekas kebakaran TPS Kramat Jati |
Seorang kepala regu pemadam kebakaran (damkar) Sektor Cipayung, Andriyono, gugur saat bertugas memadamkan kebakaran hebat di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar Kampung Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur. Menanggapi tragedi tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan untuk mengambil alih total lahan rawa proyek waduk yang mangkrak tersebut guna dikembalikan fungsinya sebagai kawasan pengendali banjir.
Aktivitas penimbunan sampah ilegal secara masif oleh pihak swasta di Jalan Penggilingan Baru 1 (RT 13/RW 03) tersebut memicu tumpukan setinggi lima meter yang rawan terbakar. Guna mengantisipasi insiden serupa, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta kini dikerahkan untuk melakukan pengangkutan sampah secara bertahap dengan pengawasan ketat, sekaligus menjatuhkan sanksi hukum bagi oknum pembuang sampah liar.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) DKI Jakarta, Marulina Dewi, menegaskan langkah taktis pascakebakaran tersebut pada Senin (3/8/2026). "Sejalan dengan penanganan pascakebakaran, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta akan melakukan pengangkutan sampah secara bertahap," ujarnya.
Berdasarkan data di lapangan, lokasi kebakaran sebenarnya merupakan area rawa yang diproyeksikan sebagai proyek perluasan Waduk Dukuh sejak 2024. Namun, pengerjaan fisik waduk tersebut mandek di tengah jalan sehingga areanya beralih fungsi menjadi penampungan sampah ilegal.
Ardi, seorang warga yang tinggal di seberang lokasi kejadian mengungkapkan bahwa sengketa dan banjir menahun memperparah penumpukan material di lokasi tersebut. “Itu bukan TPS sebenarnya, cuma rawa doang awalnya. Terus ingin dijadikan waduk. Memang sudah sempat dikeruk, cuma tidak dilanjutkan lagi hingga memicu banjir,” tutur Ardi, Selasa (4/8/2026). Menurutnya, arus banjir dari saluran air permukiman ikut menghanyutkan sampah domestik ke dalam rawa yang mangkrak itu.
Sementara itu, Penjabat (Pj.) Gubernur DKI Jakarta memastikan bahwa pemulihan aset daerah ini menjadi prioritas utama pascainsiden yang merenggut nyawa petugas damkar. Pemerintah mengidentifikasi adanya pembiaran komersialisasi lahan oleh pihak ketiga sebagai akar masalah utama.
"Problem utamanya memang betul ada penimbunan yang dilakukan oleh swasta. Dan itu terjadi sudah beberapa kali. Akhirnya karena tumpukannya sudah cukup tinggi, terjadi kebakaran yang menyebabkan petugas damkar ada yang meninggal dunia," tegas Pj. Gubernur di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (4/8/2026). Pemprov DKI memastikan seluruh aktivitas ilegal di area tersebut dihentikan permanen demi keselamatan warga sekitar.
sumber bacaan: detik, kumparan, detik-tps

0 comments :
Post a Comment