18 May 2019

Sri Widowati Mundur dari Facebook Indonesia


 

sri
Sri Widowati

Kepergian Sri Widowati dari jabatannya sebagai Country Director Facebook Indonesia pada tahun 2019 menjadi sorotan besar di dunia teknologi dan bisnis digital. Selama tiga tahun menjabat, Sri Widowati—atau yang akrab disapa Wido—berhasil membawa perubahan signifikan pada operasi Facebook di Indonesia, termasuk pembukaan kantor resmi Facebook di Jakarta. Namun, apa arti kepergiannya bagi Facebook dan ekosistem media sosial di Indonesia?  

Kepemimpinan Sri Widowati
Di bawah kepemimpinan Wido, Facebook berusaha semakin dekat dengan masyarakat Indonesia. Salah satu pencapaian besar yang terjadi selama masa jabatannya adalah pembukaan kantor resmi Facebook di Indonesia. Langkah ini disambut baik oleh banyak pihak karena menandai komitmen Facebook untuk lebih serius menangani pasar Indonesia, yang merupakan salah satu pengguna terbesar platform ini di dunia. Kehadiran kantor fisik Facebook di Indonesia memberikan dampak signifikan, terutama dalam hal kolaborasi dengan pelaku bisnis lokal dan pemerintah. Kantor ini menjadi pusat kegiatan, mulai dari mendukung pelaku UMKM untuk memanfaatkan platform Facebook dan Instagram sebagai alat pemasaran, hingga bekerja sama dengan pemerintah dalam menangani isu-isu penting seperti penyebaran hoaks dan konten negatif. Namun, di balik semua pencapaian ini, tantangan tetap ada. Facebook di era Wido juga menghadapi kritik, terutama terkait masalah penyebaran berita palsu, ujaran kebencian, dan pelanggaran privasi data. Meski berbagai inisiatif telah diluncurkan, seperti program literasi digital dan peningkatan moderasi konten, tugas ini masih jauh dari kata selesai.  

Apa Alasan Mundur?  
Keputusan Wido untuk mundur setelah tiga tahun menjabat memunculkan berbagai spekulasi. Dalam pernyataan resminya, ia menyebut bahwa kepergiannya adalah langkah pribadi untuk mengejar peluang baru di luar Facebook. Namun, banyak pihak bertanya-tanya apakah ada faktor lain yang memengaruhi keputusan ini, mengingat tantangan yang dihadapi Facebook di Indonesia masih cukup besar. Bagi Facebook, kepergian Wido tentu menjadi tantangan baru. Sebagai seorang pemimpin perempuan yang dikenal inovatif dan berorientasi pada hasil, Wido telah meninggalkan jejak yang sulit dilupakan. Penggantinya harus mampu melanjutkan inisiatif yang telah berjalan dan, lebih penting lagi, mengatasi masalah-masalah besar yang masih mengintai platform ini di Indonesia.  

Dampak Kepergian Wido
Mundurnya Sri Widowati dari jabatannya tentu meninggalkan pertanyaan besar: bagaimana masa depan Facebook di Indonesia setelah kepergian seorang pemimpin yang telah membawa banyak perubahan?  Dalam konteks bisnis, Facebook tetap memiliki posisi kuat di Indonesia. Dengan lebih dari 100 juta pengguna aktif, Facebook menjadi platform penting bagi pelaku bisnis, pemerintah, dan masyarakat umum. Namun, tantangan seperti regulasi pemerintah, persaingan dengan platform lain seperti TikTok, serta isu keamanan data pengguna tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh kepemimpinan baru.  Selain itu, pembukaan kantor di Jakarta yang terjadi di era Wido telah menciptakan ekspektasi tinggi dari masyarakat dan pelaku bisnis. Facebook diharapkan tidak hanya menjadi perusahaan teknologi global, tetapi juga lebih memahami kebutuhan lokal. Kepergian Wido menandai akhir dari sebuah era, tetapi juga menjadi momen penting bagi Facebook untuk membuktikan komitmennya terhadap pasar Indonesia.  


Pembukaan kantor Facebook di Jakarta menjadi simbol komitmen perusahaan terhadap Indonesia, tetapi kepergiannya juga menjadi pengingat bahwa tantangan besar masih ada di depan mata. Dengan pasar yang begitu besar dan dinamis, Indonesia tetap menjadi salah satu prioritas utama bagi Facebook. Namun, untuk menjaga relevansi, Facebook harus terus berinovasi, memperkuat regulasi internal, dan menjalin hubungan yang lebih erat dengan pengguna lokal. Kepergian Wido bukanlah akhir dari perjalanan Facebook di Indonesia, melainkan awal dari babak baru yang penuh tantangan dan peluang.
 
berita: kumparaninetantara

10 April 2019

Best Business Jobs







Updated on 19 Februari 2019:
The best business jobs include

    Statistician ( STATISTIKA )
    Actuary ( AKTUARIA )
    Mathematician.
    Cost estimator.
    Business operations manager.
    Market research analyst.
    Accountant.
    Financial advisor.
    Financial manager.
    Operations research analyst.

05 April 2019

Mengukur Masa Depan ala Aktuaria


dep
Aktuaria

Pada saat ini Teknik Forecasting (secara keilmuan Statistika) banyak digunakan Aktuaria saat melakukan tugas kesehariannya.  Laporan Aktuaris sebagian besar adalah hasil hitung Forecasting kepada data keuangan (Finance). Forecasting, seperti diketahui adalah teknik(Statistika) dalam pra-kiraan atas data/peristiwa yang BELUM TERJADI. Sehingga berbeda dengan Teknik Estimasi yang lebih focus pada data/keadaan yang telah ada. Karena Forecasting adalah meramal (peristiwa) yang belum terjadi maka peran pola atau model sangatlah penting. Penentuan pola/model oleh seorang Aktuaris adalah bagian penting yang sering dilakukan (tanpa sadar) dengan istilah “biasanya begini …”.

Dalam meghitung Imbalan Pascakerja (IPK) atau Pensiun di masa depan (yang belum terjadi), Aktuaris sebaiknya punya core competence yang kuat dalam hal melihat kedepan tentang probability dan mortality serta berbagai angka rate yang digunakan dalam perhitungannya.

Fenomena mendapatkan data yang bias menjadi ancamannya. Kebiasaan untuk memakai “biasanya memakai cara ini…” akan menjadi jerat yang berbahaya. Karena pada kenyataannya hanya memberikan hasil dari “arriving at about the same figure in differentways”. Kaidah keilmuan Statistika mengatakan bahwa bilamana tidak ada perbedaan dalam data maka rumus2 (forecasting) statistika menjadi tidak banyak berguna. Data yang “berbeda” tidk sama dengan data yang bias. Oleh sebab itu Aktuaris sebaiknya sadar bahwa pertarungan dikepalanya tentang “PERCEPTION vs REALITY” menjadi agenda utama yang mempengaruhi projected result dari pekerjaannya.

21 March 2019

Kebutuhan Keuangan di Masa Pensiun





Data survei pada tahun 2010 yang dilakukan melalui wawancara online kepada 500 responden di seluruh Indonesia (oleh Citigroup Asia Pasific) menyebutkan bahwa : Orang Indonesia Tidak Disiplin Menabung. Bahkan untuk kepentingan di usia lanjut di saat Pensiun. Survei yang melibatkan masyarakat (menengah atas) yang sadar teknologi ini menunjukkan data :
  1. (hanya) 34 persen orang yang yakin berapa dana pensiun yang dibutuhkannya 
  2. (hanya) 31 persen tidak mengetahui  kebutuhan dana pensiun (diantaranya 13 persen telah memiliki rencana pensiun dan 22 persen belum memulai rencana apa pun)
Di rentang waktu Oktober sampai November 2015, dilakukan survei di 12 negara, termasuk Indonesia (oleh HSBC) yaitu : satu diantara tiga orang Indonesia belum menyiapkan jaminan kesejahteraan masa depan di saat pensiun.

17 March 2019

Forecasting


Forecasting (sesuatu yang BELUM terjadi) dapat dilakukan dengan memperhatikan data yang dipunyai saat ini. Forecasting (dalam hal lain dapat disebut Peramalan) dapat dijadikan pedoman saat suatu Perusahaan menyusun suatu rencana di masa depan.


Bagaimana Forecasting dalam bidang Aktuaria ?


Dengan menggabungkan bidang-bidang Bisnis (perekonomian pada umumnya), Finance serta Statistika maka Aktuaria dapat melakukan Forecasting (misalnya 5-tahun kedepan) akan Forecasting Dana Cadangan atau Dana Pensiun, misalnya. Dengan prinsip Statistika maka bisnis (khususnya yang terkait dengan kewajiban aktuaria) akan dapat me-manage Risk yang apada akhirnya akan me-minimize cost.


Menggunakan teori Probabilita ( death, sickness, injury, disability bahkan peluang lama bekerja seorang pegawai). Dapat dihitung kemungkinan cost yang dihadapi oleh sebuah perusahaan. Aktuaria juga dapat memberikan gambaran bagaimana sebuah Perusahaan mengatur bidang keuangannya, termasuk bidang keuangan untuk Aktuaria.


08 February 2019

DATA RISIKO ASURANSI







Berdasarkan SE OTORITAS JASA KEUANGAN (OJK)  NOMOR 28 /SEOJK.05/2015 TENTANG PELAPORAN DATA RISIKO ASURANSI, tata cara penyampaian  LAPORAN DATA RISIKO ASURANSI akan berbentuk sbb :


1. Perusahaan yang memasarkan produk pada lini usaha asuransi harta benda dan/atau lini usaha asuransi kendaraan bermotor menyampaikan laporan Data Risiko Asuransi sesuai bentuk dan susunan sebagaimana dimaksud dalam Lampiran I dan/atau Lampiran III yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Edaran OJK ini.

2. Laporan Data Risiko Asuransi sebagaimana dimaksud pada butir 1 disajikan berdasarkan tahun underwriting dan disampaikan paling lambat tanggal 30 April.

3. Laporan Data Risiko Asuransi sebagaimana dimaksud pada butir 1 dilengkapi dengan surat pengantar yang ditandatangani oleh direksi Perusahaan atau yang setara yang antara lain memuat: a. penyampaian laporan Data Risiko Asuransi pada lini usaha asuransi harta benda dan/atau lini usaha kendaraan bermotor; dan b. nama Penanggung Jawab Data berkaitan dengan laporan Data Risiko Asuransi pada lini usaha asuransi harta benda dan/atau lini usaha kendaraan bermotor disertai dengan nomor telepon dan alamat email yang bersangkutan.

4. Laporan Data Risiko Asuransi sebagaimana dimaksud pada butir 1 disampaikan kepada OJK secara online melalui sistem jaringan komunikasi data OJK.

5. Dalam hal sistem jaringan komunikasi data OJK sebagaimana dimaksud pada butir 4 belum tersedia atau terjadi gangguan teknis pada saat batas waktu penyampaian laporan Data Risiko Asuransi, Perusahaan wajib menyampaikan laporan Data Risiko Asuransi secara offline melalui surat yang ditandatangani oleh direksi atau yang setara dan aktuaris atau tenaga ahli Perusahaan dengan ketentuan sebagai berikut: a. dalam bentuk data elektronik melalui compact disc (CD) atau media penyimpanan data elektronik lainnya; dan b. asuransi b. dalam format spreadsheet.

6. Apabila terjadi gangguan teknis pada saat batas waktu penyampaian laporan Data Risiko Asuransi sebagaimana dimaksud pada butir 5, Perusahaan wajib menyampaikan laporan Data Risiko Asuransi paling lambat pada hari kerja berikutnya setelah terjadinya gangguan teknis.

7. Apabila gangguan teknis sebagaimana dimaksud pada butir dialami oleh OJK, OJK mengumumkan secara tertulis kepada Perusahaan pada hari yang sama setelah terjadinya gangguan teknis.

8. Penyampaian laporan Data Risiko Asuransi secara offline sebagaimana dimaksud pada butir 5 ditujukan kepada: Otoritas Jasa Keuangan u.p. Direktorat Statistik dan Informasi IKNB Gedung Menara Merdeka Mailing Room Lantai 12 Jl. Budi Kemuliaan I No. 2 Jakarta Pusat

9. Penyampaian laporan Data Risiko Asuransi secara offline sebagaimana dimaksud pada butir 5 dapat dilakukan dengan salah satu cara sebagai berikut: a. diserahkan langsung ke kantor OJK sebagaimana dimaksud pada butir 8; b. dikirim melalui kantor pos secara tercatat; atau c. dikirim melalui perusahaan jasa pengiriman/titipan.

10. Perusahaan dinyatakan telah menyampaikan laporan Data Risiko Asuransi dengan ketentuan sebagai berikut: a. untuk penyampaian secara online melalui sistem jaringan komunikasi data OJK, dibuktikan dengan tanda terima dari OJK; b. untuk penyampaian secara offline, dibuktikan dengan: 1) surat tanda terima dari OJK, apabila laporan diserahkan langsung ke kantor OJK sebagaimana dimaksud pada butir 8; atau 2) tanda terima pengiriman dari kantor pos atau perusahaan jasa pengiriman/titipan, apabila laporan dikirim melalui kantor pos atau perusahaan jasa pengiriman/titipan.

11. Dalam hal terdapat perubahan alamat kantor OJK untuk penyampaian laporan sebagaimana dimaksud pada butir 8, OJK akan menyampaikan pemberitahuan mengenai perubahan alamat melalui surat atau pengumuman.

25 January 2019

OJK : 1000 Aktuaris



Ketua Umum Persatuan Aktuaria Indonesia (PAI) Fauzi Arfan mengatakan kesempatan generasi muda untuk menekuni profesi ini masih sangat terbuka. Selain jumlahnya yang masih relatif sedikit di Indonesia, kebutuhannya pun semakin tumbuh, tidak hanya dari industri asuransi.

Pada tahun 2013, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencanangkan program 1.000 aktuaris dalam 5 tahun. Tahun ini, target tersebut belum bisa tercapai karena saat ini hanya terdapat 536 tenaga aktuaria di Indonesia. 

Sumber : Bisnis Com