10 January 2022

Forecasting Pertumbuhan Ekonomi Indonesia


 

ind
Pertumbuhan Ekonomi 2021

 Dua Ahli Ekonom Alumni Universitas Indonesia.
Keduanya punya level pengalaman kerja sebanding, sbg Menteri Keuangan RI.

Keduanya bicara ttg Pertumbuhan Ekonomi Indonesia tahun 2021 dimana angkanya mencapai 3,69 persen (Estimasi BPS 7 Pebruari 2022)

Chatib Basri:
Ekonom adalah seseorang yang punya kemampuan untuk membuat prediksi tentang masa depan. Kemudian, dengan cara meyakinkan dia akan menjelaskan mengapa prediksinya salah.
Itu sebabnya saya mengatakan bila ekonom membuat prediksi pertumbuhan ekonomi di kala pandemi, dia hanya ingin menunjukkan punya rasa humor yang baik, karena sangat mungkin salah.

Sri Mulyani:
Kita tidak hanya berusaha melakukan pemulihan dari produk domestik bruto (PDB), tapi kita lihat kualitas pertumbuhannya.
Sejauh ini arah dari kualitas pertumbuhan Indonesia sudah cukup baik yang berarti setiap satu persen pertumbuhan mampu mengurangi kemiskinan, pengangguran, dan lainnya.
Kita akan terus membuat jalur agar kita terus mencapai pertumbuhan yang lebih baik.

Perbedaan (menyolok) diantara keduanya adalah yg satu bicara sebagai "Mantan Menteri Keuangan" sementara lainnya "Masih Menteri Keuangan".

Sumber berita
Suara
UI

 

 

04 January 2022

Sukar Paham Dunia Digital


 

dig
Paham Dunia Digital

 Harus ada regulasi (setingkat) UU untuk mengatur Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Ini pendapat seorang Menteri dan Ketua PPUU DPD RI (yg sedang menyusun RUU Pemerintahan Digital).

Pemerintah, yg terikat pada azas Birokratis, sehingga *sukar-paham* saat melihat gejala harga tiket pesawat di agen-online lebih-murah dari pada beli tiket online di maskapai. Masih jauh untuk bisa paham secara teknis, misalnya melihat perbedaan Dunia Maya saat ini yg bisa menggunakan saluran internet untuk melakukan pembicaraan lewat telpon, dgn yg terjadi dahulu yaitu perlu sambungan telpon untuk masuk/access internet.

Hasil SP-2020 BPS mencatat bahwa 23,47-Juta Orang "berdomisili" tidak sesuai Kartu-Keluarga(KK) dan 1,35-Juta Orang "berpindah"dalam 3-bulan. Bilamana aturan (birokrasi) penggantian Kartu-Keluarga(KK) diterapkan maka bisa dihitung "total-biaya" bila harga cetak satu form/standar KK Rp5-Ribu/set. Terminologi *Standarisasi* dalam lingkungan Birokrat lebih berkonotasi phisik. Sementara dunia-digital sudah menerapkan "Paperless", tanpa kertas/phisik, cukup "gambar" di layar HP. Bahkan pada sistim pembayaran uang-digital cukup memakai "Scan-QR", tanpa perlu lagi tanda-tangan (spt transaksi kartu-kridit).
Perbedaan yg paling prinsip "Form/Standard" di dunia digital dilakukan oleh "Mesin" dan bersifat automatic "updated". Sementara di lingkungan birokrasi "Form/Standard" masih ada campur tangan manusia baik untuk approval ataupun mengganti data.

Birokrasi juga yg memberikan makna "anti" perbedaan data dalam konsep *one-data* systems.
Sementara di dunia (mobile) digital justru focus pada "kecepatan", "volume" dan "variasi" agar bisa menangkap setiap perubahan-data. Melahirkan data yg besar atau disebut Big-Data. Dahulu sebuah satelit yg punya satu kamera bisa memotret satu-objek di bumi, saat ini teknologi mobile digital memotret satu gedung dari ratusan kamera-HP (pengunjung gedung tsb) setiap-jam, setiap-jam,menit atau setiap-jam,detik.

Selama masa pandemi, Belajar-Online tidak-disukai banyak pihak. Belajar-Online adalah bentuk "gagalnya" design sekolah-konvensional (PTM) diterapkan pada dunia digital. Namun pengalaman kegiatan belajar-online selama pandemi memberikan gambaran bagaimana murid SD, SMP & SMA tidak "terlatih" belajar secara mandiri dan rumah-kita "tidak-kondusif" sebagai tempat belajar anak.

UU untuk mengatur Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), nantinya, tampaknya kita perlukan. Dgn ber-asumsi-kan bahwa SPBE sebuah keniscayaan di masa depan maka UU SPBE kita perlukan untuk *me-mati-kan* sejumlah peraturan birokrasi yg sudah uzur. Bukan UU yg "diperlukan" agar SPBE terlaksana.

Sumber bacaan..

https://pontas.id/2022/02/02/perlu-regulasi-setingkat-uu-untuk-mengatur-sistem-pemerintahan-berbasis-elektronik/
https://www.antaranews.com/berita/2558553/perlu-regulasi-perkuat-sistem-pemerintahan-berbasis-elektronik

 

31 December 2021

Panik Minyak Goreng Langka di Masa Pandemi


 

mnk
Panik Minyak Goreng

 Seberapa kuat bank akan mampu bertahan thd sikap "Rush" customer-nya?
Sikap Rush ditakuti oleh semua bank.
Bukan karena "kalah kliring".
Persaingan Industri menjadi sebuah keniscayaan. Panic Buying (atau rush) melambangkan budaya "Kepercayaan" pasar.

Selama masa pandemi covid-19 banyak hal bisa menjadi panic buying.
Dimulai dari Masker, Hand Sanitizer, Temulawak, Susu Beruang, Vit C kadar tinggi.
Sepertinya, "Laporan Prokes Covid-19" akan identik dengan Promosi para Pedagang.

Tapi, minyak-goreng tidak berhubungan langsung dgn pandemi(?)
Kesadaran akan kesehatan oleh masyarakat, selama pandemi ini, memicu sikap berlebihan dalam merasakan kekhawatiran, kecemasan, dan ketakutan.
tubuh kita mencatat sikap berlebihan itu, kemudian (secara otomatis) membentuk "kebiasaan baru"  berperilaku, yg under-control organ otak.

Seseorang (wanita) mem-posting di Twitter:
"Alhamdulillah bund, gak sia-sia perjuanganku dapat 41 botol Tropxxxx 2 liter, dapat 6 pouch Sanxx 2 liter, dapat 1 pouch Fortxxx 2 liter, total 48 pcs"
dengan bangga dia men-share "keberhasilan" dan "rahasia" mem-bobol aturan-belanja di supermarket.

Realitanya, Si-Ibu lebih bangga dari pada ahli-sulap yang memperlihatkan rahasia trik-nya. 


sumber berita:
Suara
CovidCare

 

 

 

22 December 2021

Fasilitas Karantina Terpusat TIDAK Gratis


iso
Fasilitas Karantina

 

gratis ini hanya diperuntukkan bagi sejumlah kalangan.
Antara lain pekerja migran Indonesia (PMI), pelajar tamat studi di luar negeri dan aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai pemerintah yang kembali dari penugasan. Di luar itu, utamanya pelaku perjalanan umum dapat membayar sendiri karantina di hotel.

Mengacu pada Surat Edaran Nomor 25 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) huruf F No.4 poin g yang ditandatangani Kepala Satgas Penanganan COVID-19 Letjen TNI Suharyanto pada 14 Desember 2021.

Satgas Covid-19: PNS dan Orang Kaya Bayar Sendiri.

sumber data

 

 

 

 

 

20 December 2021

29 November 2021

Pasar Semikonduktor Dunia


 

sem
Dunia Komputer

 


Pasar Semikonduktor Seluruh Dunia diperkirakan akan meningkat 25,6 persen pada tahun 2021, terus tumbuh sebesar 8,8 persen pada tahun 2022.

WSTS mengharapkan pertumbuhan pasar semikonduktor di seluruh dunia meningkat dari 6,8 persen pada tahun 2020 menjadi 25,6 persen pada tahun 2021, yang sesuai dengan ukuran pasar sebesar US$ 553 miliar. Ini akan menjadi peningkatan terbesar, sejak peningkatan 31,8% pada 2010, sebelas tahun lalu.

sumber:

02 November 2021

Pengaruh Harga Gas terhadap Industri Indonesia


 

har
Harga Gas


Gas alam adalah salah satu komponen utama dalam operasional berbagai sektor industri, mulai dari manufaktur hingga petrokimia. Di Indonesia, harga gas telah menjadi isu strategis yang memengaruhi daya saing industri, baik di pasar domestik maupun internasional. Meski pemerintah telah mengambil langkah untuk menurunkan harga gas, tantangan terkait infrastruktur dan kebijakan tetap menjadi penghambat bagi sektor industri untuk berkembang secara optimal.  

Harga Gas di Indonesia Relatif Kompetitif  
Menurut data CNBC Indonesia, harga gas di Indonesia saat ini lebih murah dibandingkan beberapa negara seperti Malaysia dan Australia. Penurunan harga gas ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk mendukung industri agar lebih kompetitif, terutama di era globalisasi. Namun, meski harga gas relatif lebih rendah, industri di Indonesia masih menghadapi kendala yang cukup kompleks.  

Salah satu masalah utama adalah distribusi gas yang belum merata. Banyak kawasan industri, terutama yang berada di luar Pulau Jawa, masih kesulitan mendapatkan pasokan gas dengan harga yang kompetitif. Infrastruktur gas yang terbatas menyebabkan biaya distribusi menjadi lebih tinggi, sehingga mengurangi keuntungan dari kebijakan penurunan harga gas tersebut. Seperti yang diungkapkan dalam artikel Kompas, kurangnya infrastruktur gas menjadi penghambat utama bagi ekspansi kawasan industri di Indonesia.  

Dampak Harga Gas terhadap Daya Saing Industri  
Harga gas yang kompetitif memiliki dampak besar pada perkembangan sektor industri. Artikel dari Sawit Indonesia menyebutkan bahwa dengan harga gas yang lebih terjangkau, sektor industri menjadi lebih ekspansif dan mampu meningkatkan produksi. Sebagai contoh, industri petrokimia, yang sangat bergantung pada gas sebagai bahan baku, dapat memanfaatkan penurunan harga gas untuk mengurangi biaya operasional dan meningkatkan daya saing produknya di pasar global.  

Namun, ketidakseimbangan harga gas di berbagai daerah membuat beberapa sektor industri tidak dapat menikmati manfaat yang sama. Industri di kawasan yang jauh dari sumber gas atau jaringan distribusi sering kali harus membayar harga yang lebih tinggi, sehingga mereka kesulitan bersaing dengan industri di kawasan yang memiliki akses lebih baik.  

Selain itu, harga gas yang tinggi di beberapa wilayah juga memengaruhi keputusan investor. Kawasan industri yang memiliki akses gas dengan harga kompetitif cenderung lebih menarik bagi investor dibandingkan kawasan yang infrastruktur gasnya belum memadai. Hal ini dapat menghambat pemerataan investasi dan pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia.  

Optimalkan Pengaruh Harga Gas
Untuk memaksimalkan manfaat dari harga gas yang lebih kompetitif, pemerintah perlu fokus pada beberapa langkah strategis: Satu, peningkatan Infrastruktur Gas: Pemerintah harus mempercepat pembangunan jaringan distribusi gas, termasuk pipa dan terminal LNG, terutama di kawasan industri di luar Pulau Jawa. Hal ini akan memastikan pasokan gas yang merata dan harga yang lebih stabil di seluruh wilayah. Dua, kebijakan Harga yang Transparan: Perlu adanya kebijakan harga gas yang lebih transparan dan adil, sehingga semua sektor industri dapat menikmati manfaat yang sama. Tiga, diversifikasi Sumber Energi: Selain gas, pemerintah juga dapat mendorong penggunaan sumber energi alternatif yang lebih murah dan ramah lingkungan untuk mendukung kebutuhan energi industri.  Empat, insentif untuk Industri: Memberikan insentif tambahan bagi industri yang menggunakan gas sebagai bahan baku atau energi utama dapat mendorong pertumbuhan sektor industri yang lebih inklusif.  

Harga Gas sebagai Faktor Kunci Daya Saing  
Harga gas memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan sektor industri di Indonesia. Meski pemerintah telah menurunkan harga gas untuk meningkatkan daya saing, tantangan seperti infrastruktur dan distribusi yang belum merata masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Dengan langkah yang tepat, harga gas yang kompetitif dapat menjadi katalisator bagi pertumbuhan industri yang lebih inklusif dan berkelanjutan, sehingga mampu memperkuat posisi Indonesia di pasar global. Upaya untuk mengoptimalkan harga gas tidak hanya soal menurunkan biaya, tetapi juga memastikan bahwa semua kawasan industri di Indonesia memiliki akses yang sama terhadap energi ini. Dengan demikian, industri Indonesia dapat tumbuh lebih merata dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi perekonomian nasional.
 
Sumber Data: cnbckompassawit