Proyeksi Ekonomi Indonesia di mata Bank Dunia, IMF dan S&P

17 April 2026

Proyeksi Ekonomi Indonesia di mata Bank Dunia, IMF dan S&P


 

pro
hasil hitung masa depan

Pada awal tahun ini, pemerintah Indonesia menargetkan ekonomi Indonesia bisa tumbuh mencapai 5,4-5,6%

Dalam laporan East Asia and Pacific (EAP) Economic Update April 2026 yang disampaikan 9 April 2026, World Bank atau Bank Dunia merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7% pada 2026, lebih rendah dari proyeksi yang disampaikan Oktober 2025 lalu di level 4,8%.

Bank Dunia: Karena hambatan dari lonjakan hanya minyak dan sentimen risk-off dari pendapatan berbasis komoditas, serta insiatif investasi yang dipimpin pemerintah. Masalah di Indonesia: Segi pendidikan, masih banyak anak-anak Indonesia yang memiliki kemampuan membaca dan berhitung cukup rendah. Di sektor perdagangan, posisi Indonesia disebut termaginalkan dari rantai pasok manufaktur global, akibat adanya hambatan non-tarif.  Dari sektor energi, Bank Dunia menyebut posisi Indonesia cukup rentan karena hanya memiliki kecukupan pasokan sekitar 1-2 bulan. Sementara, depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang telah mencapai sekitar 4%.

Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5 persen pada tahun 2026, sedikit di bawah estimasi sebelumnya sebesar 5,1 persen dalam laporan World Economic Outlook (WEO) Januari 2026.

IMF :  Negara berkembang dan negara pengimpor komoditas menghadapi risiko lebih berat, dengan depresiasi mata uang yang memperburuk dampak kenaikan harga energi dan pangan.

S&P Global Ratings memperingatkan peningkatan tekanan fiskal Indonesia. Kondisi ini dinilai berpotensi menekan profil kredit dan peringkat ke depan. S&P masih mempertahankan outlook stabil untuk peringkat Indonesia di level BBB namun masih ada resiko penurunan peringkat.

Lembaga pemeringkat S&P Global Ratings : menyoroti rasio pembayaran bunga Indonesia yang dinilai perlu dijaga agar tidak membebani fiskal ke depan. S&P Global Ratings memperingatkan peningkatan tekanan fiskal Indonesia. 

sumber data: idnfinancialskumparantempokompas-bungakompas-fiskalvideo-Inews

0 comments :

Post a Comment