Dwelling Time di Pelabuhan Tanjung Priok
![]() |
| operasional di lapangan |
Menteri Keuangan meninjau langsung Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) Graha Segara di KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Jakarta, pada 6 Juni 2026. Kunjungan ini dilakukan guna memastikan kelancaran arus logistik nasional dan mengoptimalkan pelayanan kepabeanan di tengah melonjaknya volume impor saat ini. Langkah percepatan diambil menyusul laporan mengenai penumpukan dokumen dan kontainer yang belum terselesaikan di pelabuhan tersebut.
Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewa:
Ada dugaan, sebagian importir diduga memilih membiarkan barang berada di kawasan pelabuhan karena biaya penyimpanan dinilai lebih murah dibandingkan menyewa gudang di luar pelabuhan (dwelling time).
Bea Cukai Tanjung Priok terus menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan kepabeanan selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu atau layanan 24/7 guna menjamin kelancaran arus barang serta mencegah terjadinya penumpukan peti kemas di kawasan pelabuhan. Dalam implementasinya di lapangan, perwujudan layanan 24/7 ini salah satunya dijalankan melalui optimalisasi waktu pemeriksaan fisik barang impor (jalur merah) yang dilaksanakan hingga malam hari. Langkah operasional ini menjadi strategi krusial untuk merespons dinamika volume importasi serta mempercepat penyelesaian dokumen maupun barang impor yang masih dalam tahap pemeriksaan.
sumber: kemenkeu, msn, jpnn
Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewa:
Saya mendapatkan informasi beberapa hari yang lalu bahwa terjadi penumpukan di Tanjung Priok. Jumlah surat atau dokumen yang harus diproses sempat mencapai sekitar 3.000 kontainer. Kondisi ini menyebabkan dwelling time meningkat dan mulai menimbulkan gangguan terhadap pasokan bahan baku bagi pelaku usaha. Kami akan melihat berapa lama dwelling time yang wajar. Jika sudah melewati batas yang tidak wajar, baru akan ada langkah penegakan, termasuk kemungkinan pengenaan denda yang lebih besar
Ada dugaan, sebagian importir diduga memilih membiarkan barang berada di kawasan pelabuhan karena biaya penyimpanan dinilai lebih murah dibandingkan menyewa gudang di luar pelabuhan (dwelling time).
Bea Cukai Tanjung Priok terus menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan kepabeanan selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu atau layanan 24/7 guna menjamin kelancaran arus barang serta mencegah terjadinya penumpukan peti kemas di kawasan pelabuhan. Dalam implementasinya di lapangan, perwujudan layanan 24/7 ini salah satunya dijalankan melalui optimalisasi waktu pemeriksaan fisik barang impor (jalur merah) yang dilaksanakan hingga malam hari. Langkah operasional ini menjadi strategi krusial untuk merespons dinamika volume importasi serta mempercepat penyelesaian dokumen maupun barang impor yang masih dalam tahap pemeriksaan.
sumber: kemenkeu, msn, jpnn

0 comments :
Post a Comment