Grab Mau Ke mana?
![]() |
| hengkang? |
Rumor terkait rencana bisnis Grab terus berlangsung, dimana yang terbaru adalah ancang-ancang perusahaan mempertimbangkan hengkang dari Indonesia seperti tersiar melalui media sosial.
CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi :
(dalam keterangan tertulis, 3 Juni 2026)
Indonesia merupakan ekosistem penting bagi Grab. Grab menegaskan bahwa rumor mengenai rencana keluar dari Indonesia adalah tidak benar
Neneng mengatakan, Grab menghormati arahan dan kebijakan pemerintah Indonesia, serta berkomitmen berjalan selaras dengan agenda nasional dalam memperkuat ekonomi digital kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan. Menurut Neneng, Grab telah menjadi bagian dari keseharian jutaan masyarakat Indonesia selama satu dekade. Ia memperkirakan pangsa pasar Grab Indonesia mencapai 50 persen dari industri ride-hailing dan pengantaran online. Dia memastikan, Grab akan terus berkolaborasi dengan pemerintah, mitra, dan seluruh pemangku kepentingan.
Sebelumnya, ramai di media sosial soal kabar bahwa perusahaan asal Singapura itu disebut sedang mempertimbangkan untuk mengurangi operasional bahkan keluar dari pasar ride-hailing Indonesia. Informasi ini diungkap dalam akun Instagram @ecommurz. Rumor tersebut muncul setelah perusahaan disebut tengah mengevaluasi dampak finansial dari rencana komisi layanan sebesar 8% untuk layanan roda dua.
sumber: bloombergtechnoz, tempo, cnbc-indonesia
CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi :
(dalam keterangan tertulis, 3 Juni 2026)
Indonesia merupakan ekosistem penting bagi Grab. Grab menegaskan bahwa rumor mengenai rencana keluar dari Indonesia adalah tidak benar
Neneng mengatakan, Grab menghormati arahan dan kebijakan pemerintah Indonesia, serta berkomitmen berjalan selaras dengan agenda nasional dalam memperkuat ekonomi digital kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan. Menurut Neneng, Grab telah menjadi bagian dari keseharian jutaan masyarakat Indonesia selama satu dekade. Ia memperkirakan pangsa pasar Grab Indonesia mencapai 50 persen dari industri ride-hailing dan pengantaran online. Dia memastikan, Grab akan terus berkolaborasi dengan pemerintah, mitra, dan seluruh pemangku kepentingan.
Sebelumnya, ramai di media sosial soal kabar bahwa perusahaan asal Singapura itu disebut sedang mempertimbangkan untuk mengurangi operasional bahkan keluar dari pasar ride-hailing Indonesia. Informasi ini diungkap dalam akun Instagram @ecommurz. Rumor tersebut muncul setelah perusahaan disebut tengah mengevaluasi dampak finansial dari rencana komisi layanan sebesar 8% untuk layanan roda dua.
sumber: bloombergtechnoz, tempo, cnbc-indonesia

0 comments :
Post a Comment