Nusantara Pernah Jadi Pusat Dunia, Ini Alasan Bangsa Eropa Rela Berperang Demi Kita?
![]() |
| penjelajah eropa |
Orang-orang Benua Biru, Eropa, mulai mengenal khasiat rempah-rempah sejak mereka dilanda wabah pes alias the Black Death pada abad pertengahan. Sepertiga penduduk Eropa dilaporkan tewas akibat epidemi tersebut. Walaupun the Black Death usai pada medio abad ke-14 M, pamor komoditas tanaman yang beraroma khas itu tetap naik. Bahkan, kaum bangsawan Eropa rela membayar dengan harga fantastis untuk mendapatkannya. Pada periode akhir abad ke-15 hingga abad ke-17 M, bangsa-bangsa Eropa mulai mengarungi Samudra Hindia dan, belakangan, Samudra Atlantik, untuk menemukan negeri produsen komoditas yang amat berharga kala itu: rempah-rempah. Masanya para Penjelajahan (Age of Discovery).
Konon dari bangsa Arab-lah orang-orang Eropa mengetahui khasiat rempah-rempah. Ini khususnya terjadi berkat kontak budaya yang muncul selama periode Perang Salib--sejak abad ke-11. Namun, situasi berubah sejak Kesultanan Turki Utsmaniyah melakukan ekspansi. Pada 1453, daulah Islam ini membatasi akses maritim di rute-rute utama Laut Tengah. Banyak pelabuhan di pesisir Mediterania yang dikuasai Utsmaniyah dan kemudian tertutup bagi bangsa Eropa, utamanya Spanyol dan Portugis.
Apa latar belakang bangsa Eropa melakukan penjelajahan samudera? Salah satu penyebab utamanya adalah jatuhnya Konstatinopel pada 1453, dari Kekaisaran Bizantium atau Romawi Timur ke Kesultanan Turki Usmani di bawah pimpinan Sultan Mehmed II. Perang Salib merupakan perang yang melibatkan masyarakat dari Eropa melawan Turki Seljuk dan orang Arab. Perang ini berlangsung selama 200 tahun dan terbagi menjadi 7 periode. Perang juga berdampak pada habisnya kekayaan bangsa Eropa karena dialokasikan untuk peperangan.
Terputusnya jalur perdagangan karena Konstantinopel jatuh ke tangan Turki Usmani membuat Bangsa Eropa tergerak untuk mencari jalur perdagangan rempah sendiri. Namun, Portugis, Spanyol, juga Belanda tidak datang ke Indonesia hanya untuk memenuhi kebutuhan warganya akan rempah semata. Mereka juga berniat untuk memonopoli perdagangan rempah. Mulanya, Belanda datang dengan misi perdagangan. Namun, setelah berada di Pulau Jawa, Belanda merasa banyak diuntungkan dan akhirnya dibentuklah kongsi dagang Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC) pada 1602. Bangsa Eropa terus memperebutkan wilayah Jawa dengan niat menjajah dan menguasai segala sumber dayanya. Termasuk bangsa Inggris dan Prancis yang juga ikut datang ke Pulau Jawa.
sumber berita: republika, tirto, detik
Konon dari bangsa Arab-lah orang-orang Eropa mengetahui khasiat rempah-rempah. Ini khususnya terjadi berkat kontak budaya yang muncul selama periode Perang Salib--sejak abad ke-11. Namun, situasi berubah sejak Kesultanan Turki Utsmaniyah melakukan ekspansi. Pada 1453, daulah Islam ini membatasi akses maritim di rute-rute utama Laut Tengah. Banyak pelabuhan di pesisir Mediterania yang dikuasai Utsmaniyah dan kemudian tertutup bagi bangsa Eropa, utamanya Spanyol dan Portugis.
Apa latar belakang bangsa Eropa melakukan penjelajahan samudera? Salah satu penyebab utamanya adalah jatuhnya Konstatinopel pada 1453, dari Kekaisaran Bizantium atau Romawi Timur ke Kesultanan Turki Usmani di bawah pimpinan Sultan Mehmed II. Perang Salib merupakan perang yang melibatkan masyarakat dari Eropa melawan Turki Seljuk dan orang Arab. Perang ini berlangsung selama 200 tahun dan terbagi menjadi 7 periode. Perang juga berdampak pada habisnya kekayaan bangsa Eropa karena dialokasikan untuk peperangan.
Terputusnya jalur perdagangan karena Konstantinopel jatuh ke tangan Turki Usmani membuat Bangsa Eropa tergerak untuk mencari jalur perdagangan rempah sendiri. Namun, Portugis, Spanyol, juga Belanda tidak datang ke Indonesia hanya untuk memenuhi kebutuhan warganya akan rempah semata. Mereka juga berniat untuk memonopoli perdagangan rempah. Mulanya, Belanda datang dengan misi perdagangan. Namun, setelah berada di Pulau Jawa, Belanda merasa banyak diuntungkan dan akhirnya dibentuklah kongsi dagang Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC) pada 1602. Bangsa Eropa terus memperebutkan wilayah Jawa dengan niat menjajah dan menguasai segala sumber dayanya. Termasuk bangsa Inggris dan Prancis yang juga ikut datang ke Pulau Jawa.
sumber berita: republika, tirto, detik

0 comments :
Post a Comment