Optimis Rupiah Dari S&P Global Ratings
![]() |
| kurs rupiah optimis |
Lembaga pemeringkat global, S&P Global Ratings, memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bisa kembali ke level Rp 17.700/US$. Lembaga peringkat tersebut memproyeksikan nilai tukar rupiah akan menguat terus pada tahun berikutnya. Dalam laporannya berjudul Indonesia Ratings Affirmed At 'BBB/A-2'; Outlook Stable, lembaga tersebut memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada level Rp 17.700/US$ pada 2026. Kemudian, pada tahun selanjutnya, S&P Global Ratings memproyeksikan rupiah pada level Rp 17.500/US$. S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek. Prospek (outlook) Indonesia juga tetap berada pada level stabil.
Sementara berdasarkan data Bloomberg hingga penutupan perdagangan hari ini, Senin (13/7), rupiah ditutup melemah 0,24% di level Rp 18.109/US$.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin (13/7/2026) dengan keberhasilan menguat di zona optimistis dengan melesat 1,92% di posisi 6.037 setelah laporan S&P Global Ratings yang tetap mempertahankan sovereign credit rating Indonesia di level BBB dengan outlook stabil. Dengan pencapaian positif ini, IHSG mencatat kenaikan tertinggi nomor satu di Bursa Asia, berdasarkan data Bloomberg, Senin (13/7/2026). IHSG pun berhasil ditutup di level tertinggi 6.037. Adapun level terendah sempat tersentuh sesaat pada level 5.898 yang terjadi pada perdagangan intraday pagi hari tadi.
sumber bacaan: detik, bloombergtechnoz
Sementara berdasarkan data Bloomberg hingga penutupan perdagangan hari ini, Senin (13/7), rupiah ditutup melemah 0,24% di level Rp 18.109/US$.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin (13/7/2026) dengan keberhasilan menguat di zona optimistis dengan melesat 1,92% di posisi 6.037 setelah laporan S&P Global Ratings yang tetap mempertahankan sovereign credit rating Indonesia di level BBB dengan outlook stabil. Dengan pencapaian positif ini, IHSG mencatat kenaikan tertinggi nomor satu di Bursa Asia, berdasarkan data Bloomberg, Senin (13/7/2026). IHSG pun berhasil ditutup di level tertinggi 6.037. Adapun level terendah sempat tersentuh sesaat pada level 5.898 yang terjadi pada perdagangan intraday pagi hari tadi.
sumber bacaan: detik, bloombergtechnoz

0 comments :
Post a Comment