Sudaryono Pimpin BGN di Tengah Sorotan Konflik Kepentingan Dapur MBG

22 July 2026

Sudaryono Pimpin BGN di Tengah Sorotan Konflik Kepentingan Dapur MBG


 

mbG
kepala bgn

Nanik S. Deyang mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Pengunduran diri ini ia ungkapkan melalui akun Facebook resminya pada Rabu (22/7/2026), sembari mengunggah foto saat berpamitan dengan Presiden Prabowo Subianto. Nanik mundur karena harus menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri. Sebelum melepas jabatannya, ia sempat membocorkan bahwa sosok penggantinya adalah pria yang sudah ia anggap sebagai adik sendiri.

Sosok baru yang kini resmi menduduki pucuk pimpinan BGN tersebut adalah Sudaryono. Usai dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (22/7/2026), Sudaryono langsung membeberkan arahan penting dari Kepala Negara untuk menyelesaikan berbagai persoalan di lembaga tersebut.

"Jadi Pak Presiden, satu arahannya: you have to run into the problem. Kita harus mau lari, kita selesaikan persoalan. Caranya adalah love your people and use your common sense," ujar Sudaryono di Kantor BGN, Jakarta, seperti dikutip dari siaran YouTube Kompas TV, Rabu.

Meski demikian, penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN yang baru menuai kritik. Sejumlah pengamat menilai pergantian ini tidak akan membawa perbaikan, bahkan berisiko memperburuk keadaan di tengah banyaknya persoalan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pasalnya, Sudaryono yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian merupakan orang dalam lingkaran dekat Presiden Prabowo. Ia pernah menjadi asisten pribadi Prabowo pada 2010 dan menjabat Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, sebelum akhirnya dipercaya menjadi Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah.

"Dia itu politikus, pengusaha, dan dari Partai Gerindra. Dia [ditunjuk] bukan berdasarkan meritokrasi atau capable [mampu], tetapi karena nepotisme," ujar Ahli Kebijakan dan Kesehatan Pangan di MBG Watch, Isnawati Hidayah. Melihat latar belakang Sudaryono, Isnawati menilai akan sulit baginya untuk mengambil keputusan secara transparan, objektif, dan akuntabel tanpa dipengaruhi faktor "kedekatan dan kekuasaan".

Direktur Riset Center of Economic and Law Studies (Celios), Media Askar Wahyudi, sependapat. Ia menilai penunjukan Sudaryono tidak lepas dari konflik kepentingan dengan Partai Gerindra, yang diklaimnya menguasai sebagian besar dapur MBG. Klaim tersebut sejalan dengan temuan Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menyebutkan bahwa sedikitnya ada tujuh yayasan pengelola dapur MBG yang memiliki keterkaitan dengan individu dari Partai Gerindra.

sumber bacaan: detikkompasbbc

0 comments :

Post a Comment